Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Pelangi di Mars, Satu Lagi Film Anak Berkualitas yang Tayang di 2026
Dok. Mahakarya Pictures

  • Film Pelangi di Mars merupakan karya anak bangsa yang membanggakan

  • Menggunakan teknologi Extended Reality (XR) dalam animasi modern

  • Bercerita tentang petualangan, kesadaran akan alam, dan pertemanan yang kompleks

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semakin banyak film hasil karya anak bangsa yang membanggakan. Setelah Jumbo, akan ada film fiksi ilmiah berjudul Pelangi di Mars yang siap menemani buah hati di libur Lebaran kali ini. 

Belum banyak film anak dengan teknologi Extended Reality (XR) yang dibuat oleh para sineas dalam negeri. Jadi, saat ada film anak-anak yang mengangkat kisah seru dengan teknologi animasi yang modern, tentu akan jadi hal yang menarik. 

Film yang berjudul Pelangi di Mars ini bercerita tentang petualangan, kesadaran akan alam, dan pertemanan yang kompleks serta menarik. Seperti apa filmnya, dan kapan tayangnya? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

1. Bertambahnya film anak buatan karya anak bangsa

Dok. Mahakarya Pictures

Film ini merupakan petualangan fiksi ilmiah yang telah dikembangkan selama 5 tahun terakhir. Bercerita tentang seorang anak Indonesia yang berkelana di Planet Mars untuk menjalankan misi dari Bumi. 

Ia datang untuk membantu mengatasi krisis air bersih yang tengah berlangsung di Bumi. Film dari Mahakarya Pictures ini dikembangkan dengan teknologi XR yang menghadirkan lanskap Mars yang dibangun melalui perpaduan animasi 3D dan produksi virtual. 


2. Cerita yang terinspirasi dari waktu yang dihabiskan bersama anak

youtube.com

Cerita ini berpusat pada tokoh Pelangi (Messi Gusti), seorang anak yang tumbuh di Mars, setelah terdampar bersama ibunya, Pratiwi. Ia berada di sana bersama ibunya saat menjalankan misi mencari mineral bernama Zeolith Omega yang akan menjadi solusi dari krisis air bersih di Bumi. 

Di film ini, terlihat bagaimana Pelangi ikut terlibat dan perlahan menjadi penggerak utama dari ceritanya. 

Sang sutradara mengaku banyak mengambil inspirasi film ini dari keseharian bersama anak-anaknya. Ia terbiasa mendongeng pada malam hari, seringnya tanpa naskah. Menruutnya, itu ikut membentuk caranya menyusun film. 

3. Perkembangan cara pandang terhadap film anak

Dok. Mahakarya Pictures

Kebanyakan film anak sering menjadikan sosok dewasa sebagai pusat solusi. Sedangkan di film ini, Pelangi, sebagai karakter anak, dijadikan subjek yang aktif. Ia tak hanya mengikuti keadaan, melainkan juga menjadi pengambil keputusan, memimpin, dan belajar menghadapi persoalan. 

Sang sutradara pun menyampaikan maksudnya. Sutradara Upie Guava melihat pendekatan ini sebagai bagiannya sebagai orang tua. 

"Tugas orangtua adalah mengantarkan anaknya hidup di zamannya," ujarnya dalam rilis yang diterima Popmama.com.

Menurutnya, dunia yang akan dihadapi generasi hari ini tidak sama dengan masa kecil orang tua mereka. Tantangannya berbeda, begitu juga cara mereka memahami dunia. Itulah yang menjadi landasan dari film ini. 


4. Bercerita tentang cinta alam dengan balutan petualangan menarik

Dok. Mahakarya Pictures

Film Pelangi di Mars menjadikan krisis air bersih di Bumi sebagai konteks, bukan sebagai ancaman yang menakutkan. Sang sutradara mengaku percaya kalau perubahan iklim adalah hal yang nyata. 

Namun dirinya tidak ingin menyampaikan kegelisahan itu dengan terlalu gamblang dan menggurui. Oleh karena itu, pesan tentang pentingnya menjaga bumi tidak ditempatkan di awal cerita. 

Sepanjang film, anak-anak akan menikmati petualangan, dinamika persahabatan dengan robot-robot interaktif, serta pencarian ayah Pelangi. Tak hanya itu, ada juga ajakan untuk melihat bahwa setiap tindakan yang dilakukan selalu memiliki dampak terhadap masa depan. 


5. Deretan artis yang terlibat

Dok. Mahakarya Pictures

Di film ini, banyak artis yang terlibat yaitu Bimoky Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya. Menurut Kristo, sudah saatnya anak-anak mendapatkan tontonan dengan kualitas yang digarap dengan sungguh-sungguh. 

Film yang akan tayang pada Lebaran 2026 ini mengajak anak-anak membayangkan diri mereka sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan. Sedangkan bagi orangtua, film ini bisa menjadi ruang bersama untuk memahami cara anak melihat masa depan. 

Siap menontonnya di libur Lebaran nanti, Ma? 

Editorial Team