Ilustrasi pembunuhan - Pixabay/PublicDomainPictures
Pembunuhan ini telah direncanakan sejak dua minggu sebelum kejadian.
Pertama-tama, Wahyudi menyiapkan golok di dalam hutan, tempat yang ia pilih untuk membunuh R.
Hutan tersebut berjarak 3 km dari pemukiman. Ia sangat hafal dengan tata letak hutan tersebut karena keseharian Wahyudi sebagai seorang pencari burung.
Di hari pembunuhan, Wahyudi mengajak korban pergi naik motor dengan alasan memancing. Tentunya, R setuju.
Namun, sebelum itu Wahyudi meminta R meninggalkan ponsel miliknya di rumahnya.
"Tersangka meminta korban meninggalkan HP miliknya, 'HP-nya tinggal sini saja daripada hilang'. Tersangka kemudian menyimpan HP di lemari, lalu mereka berdua pergi menggunakan sepeda motor," jelas Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto.
Kemudian, saat di tengah perjalanan Wahyudi mengatakan pada R tidak jadi untuk memancing. Mereka berdua mampir ke musalah dan berjalan-jalan ke hutan.
Sesampainya di tengah hutan, tepat di tempat yang telah ditetapkan, Wahyudi tiba-tiba mencekik korban hingga pingsan.
Saat itu kondisi korban masih bisa bernapas, akhirnya Wahyudi melancarkan aksi berikutnya.
Ia memukul kepala dan tengkuk korban menggunakan golok yang telah ia sediakan hingga meninggal.
Untuk menghilangkan jejak, Wahyudi segera menutupi tubuh korban dengan daun. Kemudian, goloknya ia buang sekitar 10 meter dari tempat kejadian.