Penting! Ini Cara Mama Menjelaskan Kepada Anak Soal Terorisme

Bantu anak lebih paham mengenai peristiwa teror yang terjadi di dunia

7 Maret 2019

Penting Ini Cara Mama Menjelaskan Kepada Anak Soal Terorisme
Pixabay/MIH83

Mama tentu sulit ya menjelaskan tentang terorisme kepada anak tanpa membuat mereka takut atau sedih.

Terkait dengan beberapa peristiwa teror, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui website kemdikbud.go.id menyebarkan panduan informasi kepada orangtua dan guru.

Informasi berupa gambar itu menjelaskan kepada orangtua cara-cara bijak menjelaskan soal peristiwa terorisme.

Ini langkah-langkahnya.

1. Selidiki pengetahuan anak

1. Selidiki pengetahuan anak
maxpixel

Mama dan Papa harus berusaha mencari tahu apa yang dipahami anak dari sebuah peristiwa teror yang mereka lihat atau dengar.

Bahas secara singkat peristiwa yang terjadi. Tentunya Mama harus menjelaskan berdasarkan fakta-fakta bukan isu atau spekulasi yang tidak terjamin kebenarannya.

2. Hindari paparan informasi

2. Hindari paparan informasi
Pexels/David Boozer

Zaman kini, arus informasi tidak hanya dari media massa. Saat terjadi peristiwa teror, ada baiknya orangtua membatasi akses informasi, terutama untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Ini karena mereka tidak layak melihat gambar dan adegan ngeri terkait teror. Efek buruknya, anak mama bisa mengalami kecemasan, ketakutan, dan mungkin mimpi buruk, lho.

3. Pahami karakter anak

3. Pahami karakter anak
pxhere

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Mama dan Papa harus memahami juga bahwa karakter itu akan menentukan pemahaman mereka akan rasa takut.

Mereka mungkin menerjemahkan peristiwa teror dengan sebuah kegiatan atau situasi tertentu. Nah, agar mereka tidak menjadi sangat ketakutan, jelaskan bahwa peristiwa teror sangat mungkin terjadi dan berbahaya.

Meski demikian, Mama juga harus menjelaskan bahwa terorisme itu jarang sekali terjadi dan setiap orang harus waspada di dalam situasi apapun yang terkait keamanan. Bukan hanya masalah teror saja.

Editors' Picks

4. Bantu anak mengungkapkan perasaan

4. Bantu anak mengungkapkan perasaan
Maxpixel

Mama mungkin marah dan sedih terhadap peristiwa teror hari ini. Ketahuilah, bahwa anak mama pun mungkin merasakan hal yang sama.

Untuk itu, Mama harus membantu anak mengungkapkan perasaan mereka. Jika marah, ungkapkan kepada orang yang tepat, kepada teroris.

Ingatkan pula bahwa pelaku teror bukanlah orang golongan atau agama tertentu. Hindari prasangka ya, Ma!

5. Jalani kegiatan dengan normal

5. Jalani kegiatan normal

Salah satu tujuan teroris adalah mengguncang keamanan dan menimbulkan keresahan. Jika kegiatan terorisme membuat kehidupan keluarga Mama berlangsung tidak normal, maka tujuan mereka meneror telah berhasil.

Jadi, di saat seperti ini, usahakan agar semua kegiatan bisa berlangsung tetap normal. Melaksanakan kegiatan normal membuat anak Mama tetap yakin aman, nyaman, dan berani. Hal ini juga mengajarkan kepada mereka bagaimana cara mengatasi masalah.

6. Ajak anak mengapresiasi kerja aparat keamanan

6. Ajak anak mengapresiasi kerja aparat keamanan
wikimedia.org

Mengapresiasi kerja petugas keamanan, polisi, tentara, dan petugas kesehatan adalah cara bagus untuk melihat terorisme dari sudut pandang berbeda.

Diskusikan tentang upaya menyelamatkan, melindungi, dan menjaga yag dilakukan oleh orang-orang itu. Hal ini akan menjadi inspirasi anak dan memberikan nilai positif kepada mereka.

Suatu kali terjadi terorisme, anak mama akan lebih sigap dan berani.

Yuk, lawan terorisme bersama!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!