Pelajari! Cara Jitu Mencegah Bullying pada Anak Berkebutuhan Khusus

Berikut tips mencegah bullying dari pakarnya

31 Juli 2021

Pelajari Cara Jitu Mencegah Bullying Anak Berkebutuhan Khusus
Pixabay/Anemone123

Kasus bullying bukanlah hal baru lagi, ada begitu banyak anak diseluruh dunia yang merasakan bullying beserta dampaknya. Jika anak normal saja banyak mengalami bullying, anak berkebutuhan khusus malah lebih sering mengalaminya.

Jika dipikirkan lagi, dampak bullying pada anak normal saja sudah sangat besar, bagaimana jika bullying tersebut terjadi pada anak berkebutuhan khusus?

Lemahnya pertahanan dari dirinya sendiri, membuatnya menjadi sasaran empuk bagi anak lain. Hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja, Ma!

Maka dari itu, untuk mencegahnya, Yuliana Saputra, Psikiater Dzone Therapy Center berbagi tips pada Popmama.commengenai pencegahan bullying pada anak berkebutuhan khusus.

1. Minta bantuan dari guru

1. Minta bantuan dari guru
Flickr.com/US Departement of Agriculture

Sebagai orangtua kedua, guru bertanggung jawab sepenuhnya atas segala kegiatan anak di sekolah. Lebih dari anak normal, anak berkebutuhan khusus perlu mendapatkan perhatian yang lebih.

Bukannya tidak adil, namun memang perlakuan antara anak normal dan anak berkebutuhan khusus sangatlah berbeda.

Perlu diketahui bahwa, anak berkebutuhan khusus bisa saja bersekolah di sekolah umum, jika ia memenuhi kriteria dari sekolah tersebut.

Namun, hal yang menjadi kendala biasanya ada pada sikap anak-anak di sekolah umum. Melihat kondisi anak berkebutuhan khusus yang agak sedikit berbeda, maka hal tersebut memungkinkan anak normal lainnya untuk melakukan bullying terhadap anak berkebutuhan khusus.

Untuk mencegahnya, ada baiknya jika Mama menjelaskan kondisi yang anak mama alami pada gurunya. Jangan sungkan juga untuk meminta bantuan dari para guru untuk menjaga anak mama dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Editors' Picks

2. Jelaskan pada orangtua murid lain

2. Jelaskan orangtua murid lain
Unsplash/rosie fraser

Bukan hanya dengan guru, Mama juga perlu berkomunikasi pada orangtua wali murid untuk menjelaskan keadaan yang anak mama alami.

Perbedaan pada anak mama akan lebih mudah diterima pada orangtua lain jika Mama terbuka pada mereka.

Selain itu, orangtua lain juga pastinya akan memberikan dukungan pada Mama serta pengertian pada anaknya masing-masing untuk tidak melakukan bullying pada anak mama.

3. Didik anak agar tidak mengganggu

3. Didik anak agar tidak mengganggu
Unsplash/alexandr podvalny

Anak dengan kebutuhan khusus biasanya memiliki prilaku yang agak berbeda dengan anak normal lainnya.

Emosinya yang naik turun memungkinkan anak-anak lain untuk membencinya. Meskipun begitu, Mama tidak perlu terlalu khawatir ya.

Yang perlu Mama lakukan hanyalah mendidik anak sebaik mungkin untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh orang lain.

Meskipun sulit, namun Mama tetap harus mengajarkannya berkali-kali agar pesan yang Mama sampaikan dapat ia resapi.

4. Ajarkan untuk mengungkapkan perasaannya

4. Ajarkan mengungkapkan perasaannya
Unsplash/annie spratt

Sikap berani untuk menyampaikan pendapat juga perlu Mama tanamkan pada anak berkebutuhan khusus.

Jika anak mama di-bully oleh teman sebayanya, ajarkan mereka untuk mengungkapkan ketidaksenangan yang ia rasakan.

Dengan mengajarkannya mengungkapkan pendapat, setidaknya orang lain dapat mengetahui apa yang ia rasakan dan memungkinkan mereka untuk menghentikan hal tersebut.

5. Carilah proteksi dari guru

5. Carilah proteksi dari guru
americanprogress.com

Tahap terakhir adalah mengajarkan anak untuk mencari proteksi dari gurunya di sekolah. Jika pembully tetap tidak menghentikan perlakuan kasarnya, anak mama harus tetap mencari perlindungan pada guru secepatnya.

Sebagai orangtua pengganti, sudah sewajarnya guru menjadi pelindung bagi anak muridnya, apalagi untuk anak berkebutuhan khusus.

Nah, itulah 5 cara untuk mencegah bullying pada anak autis yang disarankan oleh Yuliana Saputra, Pskiater Dzone Therapy Center. Sebelum terjadi, ada baiknya Mama melakukan 5 hal di atas ya!

Tetap semangat Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.