Sering Salah Sangka, Jelaskan Anak Alasan Temannya Mudah Tersinggung

Alasan seseorang mudah tersinggung yang bisa Mama jelaskan ke anak

7 Mei 2021

Sering Salah Sangka, Jelaskan Anak Alasan Teman Mudah Tersinggung
Unsplash/scoutthecity

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan sosial anak, dimana saat ini mereka hanya bisa berkomunikasi atau berinteraksi dengan teman-temannya melalui media sosial.

Nah, tak bisa dipungkiri selama berinteraksi akan ada obrolan dan atau cara bercanda si Anak yang tidak bisa diterima oleh temannya, sehingga memicu terjadinya pertengkaran atau selisih paham.

Oleh sebab itu, peran Mama sangat penting untuk membantu si Anak menjelaskan mengapa temannya mudah tersinggung, sehingga ia juga bisa lebih menerima dan menghargai karakter setiap orang di kemudian hari. Kira-kira apa saja alasan seseorang mudah tersinggung ya, Ma?

Jika Mama ingin mengetahui, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa penyebab orang mudah tersinggung yang bisa dijelaskan pada anak. Simak yuk, Ma!

1. Perasaannya memang sensitif

1. Perasaan memang sensitif
Unsplash/ashtonbingham

Orang yang sensitif biasanya perasaannya mudah sekali tersentuh, sehingga ia bisa mudah senang juga mudah tersinggung.

Sensitif yang dimaksud adalah respons fisik, mental, dan emosional terhadap rangsangan internal (dalam diri sendiri) maupun eksternal (lingkungan sosial).

Nah, umumnya orang sensitif ini akan mudah tersinggung bahkan dengan hal-hal yang sepele, sehingga mungkin ada baiknya jika Mama membantu anak untuk bisa menjaga perkataan dan cara bercandanya.

Selain itu, Mama juga bisa ajarkan anak untuk menunjukkan rasa pedulinya kepada temannya tersebut.

Editors' Picks

2. Sedang ada masalah atau beban lain

2. Sedang ada masalah atau beban lain
Unsplash/benlambertmedia

Sama halnya seperti orang dewasa, anak-anak juga punya masalah yang akan mengakibatkan ia jadi mudah tersinggung.

Nah, kemungkinan teman anak mama yang mudah tersinggung karena ia sedang menanggung masalah atau beban di rumah. Misal, ia baru saja bertengkar dengan saudara kandungnya, seperti berebut mainan atau remote TV.

Lalu ketika ia berinteraksi dengan anak Mama, ia akan mudah sekali tersinggung karena suasana hatinya yang sedang tidak bagus.

3. Punya insecurity

3. Pu insecurity
Unsplash/phammi

Dalam sebuah penelitian, insecure dapat diartikan sebagai rasa takut akan sesuatu yang dipicu oleh rasa tidak puas dan tidak yakin akan kapasitas atau kemampuan diri sendiri.

Tak hanya orang dewasa yang memiliki rasa insecure, anak-anak juga bisa punya insecure lho, Ma. Nah, rasa insecure yang dialami anak-anak biasanya disebabkan oleh kejadian masa lampau yang membuatnya tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri.

Sehingga, ketika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan insecurity-nya, ia akan cenderung mudah tersinggung. 

4. Trauma masa lalu

4. Trauma masa lalu
Unsplash/peteridowu

Ketika seseorang memiliki trauma di masa lalu dan bertemu dengan situasi yang serupa, hal ini juga menjadi alasan orang mudah tersinggung. 

Trauma yang terjadi pada anak-anak biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya kematian orang terdekat, menjadi bahan perundungan (bullying), kecelakaan, pertengkaran orang tua, pelecehan seksual, dan mengalami kekerasan dalam keluarga.

Jika trauma yang dimiliki anak tidak segera ditangani, kemungkinan ia akan menjadi pribadi yang mudah tersinggung apabila ada sesuatu yang berkaitan dengan traumanya. 

5. Sedang berada di fase kecewa

5. Sedang berada fase kecewa
Unsplash/spikeball

Orang bisa berada di fase kecewa karena ada sesuatu harapan atau hal yang sangat ia inginkan namun tidak dapat terwujud.

Intinya ia tidak berhasil mencapai atau mendapatkan yang ia inginkan, maka ia merasa kecewa. Pada anak yang masih berusia remaja tentunya juga bisa mengalami rasa kecewa. 

Berada dalam fase kecewa, bisa membuat anak tersebut mudah tersinggung.

Itulah kelima alasan kenapa orang mudah tersinggung. Jelaskan pada anak mama, bahwa bersikap dengan baik saat behubungan dan berkomunikasi dengan temannya tentu dapat meminimalisit perselisihan.

Sebuah hubungan pertemanan akan indah bila bisa saling menghargai satu sama lain. Semoga bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.