Sesuai dengan 1001 strategi untuk membangun mental pantang menyerah anak, strategi yang digunakan juga diambil dari kata SERIBU dan SATU. Kata SERIBU nya itu sendiri, dapat dibagi menjadi berikut ini:
S yaitu Set Goal yang jelas
Mama perlu membantu anak untuk melihat dari setiap usahanya sebenarnya apakah tujuan akhirnya. Hal ini penting karena seringkali anak biasanya suka kurang motivasi atau malah mundur ketika menghadapi sebuah tantangan besar, karena anak tidak melihat ujung akhirnya apa.
Sehingga, ketika ia menghadapi tantangan dan merasa kesulitan, Mama bisa ingatkan anak tentang tujuan akhirnya. Misalnya anak lagi suka menggambar, ia merasa kurang puas dengan gambarnya dan ia membandingkan dengan gambar yang lebih baik.
Kemudian Mama bisa bertanya pada anak bagian-bagian pesawat yang ia gambar, dan ketika ia menjelaskan bagian pesawat, Mama bisa mengatakan bahwa anak sudah berhasil menggambar pesawat, sehingga anak menyadari ia berhasil dan mengurangi rasa kurang puas anak.
E yaitu Empati
Salah satu hal yang penting dalam seseorang dalam memiliki kemampuan pantang menyerah adalah kemampuan anak untuk meregulasi emosi. Sebagai orangtua, Mama perlu berempati dahulu terkait dengan apa yang anak-anak hadapi.
Mungkin buat orangtua, tantangan yang dialami anak adalah hal yang sepele. Namun bagi anak, itu adalah nyata dan besar buat mereka. Sehingga Mama perlu menunjukkan empati, benar-benar peduli, dan mengetahui ini adalah masalah yang serius dialami anak.
R yaitu Rasakan emosi yang dialami
E dan R memiliki keterkaitan. Selain berempati, Mama juga perlu membantu anak untuk mengenali emosi yang ia rasakan, sehingga anak dapat mengenali dan merasakan emosi yang dialami.
I yaitu Ingatkan bahwa ia berharga
Pantang menyerah juga sering dikaitkan dengan Self-esteem atau Self-worth, di mana sebagai individu anak ingin merasa dihargai walaupun anak merasa ia gagal atau ragu dalam menghadapi tantangan.
Sehingga Mama perlu meyakinkan anak bahwa tugas yang dilakukan anak bukan tugas yang mudah, sehingga wajar merasa ragu dan kecewa. Tetapi, Mama ingatkan bahwa anak berharga dan kegagalan tidak mendefinisikan siapa diriya. Tentunya dengan bahasa yang mudah dimengerti anak ya, Ma.
B yaitu membantu anak Berpikir kritis
Salah satu hal yang penting untuk mengajarkan anak pantang menyerah adalah mengkritisi situasi, karena seringkali anak jatuh dan sulit bangun saat ia mengartikan kegagalan itu sebagai kegagalan saja, atau berhasil saja.
Tetapi sebenarnya, ada proses-proses yang bisa lihat dan di kritisi kembali. Bahkan juga bisa dijadikan kesempatan untuk belajar. Jadi ketika anak mengalami kegagalan, Mama dapat mengajak anak untuk berpikir kritis dengan melihat permasalahan yang membuat anak kecewa.
Saat anak mengungkapkan perasaannya, seterusnya Mama dapat mengajak anak belajar untuk meningkatkan kemampuannya tersebut. Sehingga anak tahu apa saja yang perlu dikembangkan ketika ingin melakukan hal yang sama tapi tidak melakukan kesalahan yang sama.
U Ubah tantangan menjadi kesempatan
Ketika ada tantangan, ada rasa gagal dan kecewa. Mama coba untuk mengkritisi situasi tersebut dan membantu anak melihat hal baik apa yang bisa anak pelajari untuk bisa ditingkatkan.