Meski hasil penelitian cukup mengkhawatirkan, para peneliti menegaskan bahwa masih dibutuhkan studi lanjutan untuk memahami dampak sebenarnya terhadap kesehatan manusia.
Mengukur partikel plastik berukuran sangat kecil masih menjadi tantangan besar dalam dunia penelitian. Para ilmuwan juga menyarankan agar penggunaan wajan anti lengket yang sudah lama atau telah banyak goresan ada baiknya segera diganti.
"Disarankan dilakukan lebih banyak penelitian untuk mengatasi penilaian risiko mikroplastik dan nanoplastik teflon, mengingat teflon merupakan anggota keluarga PFAS," kata Youhong Tang.
Penelitian ini menjadi pengingat penting untuk lebih berhati-hati dalam merawat peralatan memasak di rumah. Mengganti wajan yang rusak bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan partikel berbahaya pada makanan.
Wajan anti lengket sebenarnya tetap aman digunakan selama lapisannya masih utuh dan dipakai sesuai petunjuk. Namun, risiko dapat meningkat ketika permukaan mulai tergores akibat penggunaan spatula logam, suhu terlalu tinggi, atau usia pemakaian yang terlalu lama.
Untuk mengurangi risiko, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
Hindari menggunakan alat masak berbahan logam pada wajan anti lengket
Gunakan spatula silikon, kayu, atau nylon
Jangan memanaskan wajan kosong terlalu lama
Segera ganti wajan jika lapisannya mulai mengelupas atau banyak goresan
Cuci menggunakan spons lembut agar lapisan tidak cepat rusak
Selain teflon, sebagian orang kini mulai beralih ke alternatif peralatan masak seperti stainless steel, cast iron, atau ceramic coating yang dianggap lebih tahan lama. Namun, masing-masing tetap memiliki cara perawatan tersendiri agar aman digunakan untuk memasak sehari-hari.
Nah, itu dia informasi seputar studi yang mengungkapkan goresan pada wajan dapat menimbulkan ribuan partikel beracun. Semoga bisa menjadi ilmu baru bagi kita semua agar lebih aware pada penggunaan alat masak di rumah, ya.