Perilaku Anak di Rumah dan di Sekolah Berbeda? Ini Cara Mengatasinya

Ini cara cerdik agar Mama bisa mengatur perilaku anak di rumah

28 November 2018

Perilaku Anak Rumah Sekolah Berbeda Ini Cara Mengatasinya
www.freepik.com

Di sekolah, anak mama tergolong murid yang penurut. Berlaku sopan, mendengarkan apa kata guru, dan mengalah dengan teman. Tetapi begitu sampai rumah, perilakunya pun berubah 180 derajat. Ia kerap kali membantah dan mudah meledak, lebih-lebih jika keinginannya tidak dipenuhi.

Hal ini membuat orangtua bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan cara mendidik anak.

Sudah umum bagi anak-anak untuk mengendalikan diri mereka di sekolah dan melepaskan kendali ketika berada di rumah. Di sekolah, anak belajar peraturan yang berlaku serta mengetahui konsekuensinya bila melanggarnya.  Di sini penerapan peraturan lebih konsisten, sehingga anak mengetahui dengan pasti, jika ia melanggar peraturan maka ia akan dihukum.

Berbeda dengan penerapan disiplin di sekolah,  di rumah yang tidak cukup konsisten.

Banyak alasan melatarbelakangi hal ini seperti pola pengasuhan yang berbeda antara orangtua atau pengasuh di rumah. Atau orangtua terkadang tidak tega memberikan hukuman. Hal ini menyebabkan anak mengalami kesulitan memahami peraturan yang berlaku di rumah.

Selain itu, longgarnya peraturan ini dapat menjadi senjata bagi mereka untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Misalnya orangtua membuat peraturan bahwa jam 9 malam anak-anak sudah harus tidur. Menjelang jam 9, si Anak masih asyik bermain atau menonton. Paham kalau sudah waktunya tidur dan Mama tidak tega mendengarnya menangis, seringkali Mama akhirnya mengalah. 

Agar anak tidak memiliki dua sifat yang berbeda tersebut, disiplin yang berlaku di rumah maupun di sekolah harus dibuat seimbang. Komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orangtua juga diperlukan di sini. Anak harus diajar untuk memahami alasan menaati peraturan sehingga mereka tidak “asal” menaati saja karena takut dihukum.

Lalu bagaimana menyeimbangkan perilaku di rumah dan di sekolah? Artikel ini Popmama.com lansir dari Babycenter.

1. Buat rutinitas santai

1. Buat rutinitas santai
Pixabay/Moritz320

Mama mungkin memperhatikan perubahan perilaku agresif anak sesaat setelah pulang sekolah. Mungkin ini salah satu caranya memberitahu kalau Ia lelah berperilaku baik dan menuruti aturan sepanjang hari.

Di rumah Ia bisa menjadi dirinya sendiri dan bebas melakukan apa pun.

Cara mengatasinya:

Sediakan waktu bagi si Anak untuk melepaskan tekanan. Beri pijatan kecil atau bola karet kecil untuk diremas. Bermain gelembung sabun juga disarankan karena secara tidak disadari anak mengambil dan membuang napas secara teratur sehingga menjadi lebih santai.  

Cara lain, biarkan si Anak berlarian di halaman selama beberapa menit untuk melepaskan tekanan.

Editors' Picks

2. Replikasi peraturan

2. Replikasi peraturan
Pixabay/picjumbo_com

Anak mama mungkin cenderung berperilaku baik di kelas karena aturan dan konsekuensinya jelas. Mulailah membangun batasan serupa di rumah.

Bicaralah dengan guru tentang aturan kelas dan replikasi aturan-aturan yang dapat diterapkan di rumah. Misalnya harus minta maaf bila berteriak kepada guru, demikian juga di rumah, mereka harus meminta maaf bila berteriak kepada orangtua.

Cari tahu apa yang dilakukan guru apabila si Anak tidak menaati peraturan dan terapkan sistem serupa di rumah.

Komunikasi yang baik antara guru dan orangtua diperlukan di sini. Selain itu juga konsistensi penerapan peraturan di rumah harus dilakukan oleh seluruh penghuni rumah. Jangan lupa membagi keberhasilan anak dalam menaati peraturan di rumah kepada gurunya. Murid mana yang tidak bangga dipuji oleh gurunya bila berprestasi.

3. Tetapkan anak untuk sukses

3. Tetapkan anak sukses
nmbreakthroughs.org

Ketika Mama mulai memperlancar transisi dari sekolah ke rumah, pikirkan bagaimana Mama dapat memecah tugas menjadi langkah-langkah yang dapat dikelola.

Misalnya saat pulang sekolah, Mama mengharapkan anak untuk tidak melempar sepatu begitu saja. Maka sediakan tempat khusus untuk sepatunya.

Beri tempat khusus untuk menyimpan mainan mereka dan beritahu jika tidak menyimpan mainan di tempatnya maka risikonya adalah kehilangan mainan tersebut. Tentu mereka tidak ingin kehilangan barang kesayangannya, maka setelah puas bermain, mereka tahu di mana harus menyimpannya. Jangan lupa beri pujian setelah mereka melakukan hal-hal yang baik.

Penerapan peraturan bagi anak sangat penting dan perlu dilatih sejak dini. Komunikasi yang baik antara anak, orangtua, dan guru sangat diperlukan dalam hal ini. Sudahkan Mama membuat peraturan untuk si Anak?