Wajib Tahu: 6 Keuntungan Sistem Full Day School untuk Anak

Sistem full day school sudah mulai diterapkan di Indonesia. Apa saja keuntungannya bagi anak?

1 Maret 2019

Wajib Tahu 6 Keuntungan Sistem Full Day School Anak
freepik.com/Pressfoto

Sistem full day school atau sekolah sampai sore sebenarnya sudah diterapkan di hampir semua sekolah swasta di kota-kota besar di Indonesia. Tetapi bagaimana bila sistem ini diterapkan di semua sekolah baik sekolah negeri maupun swasta? Tentunya banyak pro dan kontra mengenai wanana penerapan sistem ini di Indonesia.

Apa saja keuntungannya bagi pendidikan di Indonesia khususnya bagi anak Mama? Yuk simak ulasan Popmama.com ini!

1. Apa itu sistem full day school?

1. Apa itu sistem full day school
Freepik/Pressfoto

Sekolah full day school adalah sistem pendidikan sekolah yang dilakukan seharian penuh. Anak-anak memiliki jadwal belajar dari pagi hingga sore hari. Sekolah mengadaptasi sistem belajar di rumah, dimana murid diberikan waktu istirahat untuk makan dan bermain di sela waktu belajar.

Sistem sekolah secara full day ini diterbitkan oleh Kemendikbud dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Penerapan dari  full day school  yakni siswa akan belajar selama sehari penuh di sekolah selama lima hari.

Dengan sekolah full day selama lima hari, maka siswa akan mendapatkan libur seperti halnya karyawan kantor, yakni Sabtu dan Minggu adalah hari libur.

Di zaman sekarang ini, hampir di setiap rumah, Mama dan Papa bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sehingga untuk mendidik anak, ada beberapa pilihan:

  • Pendidikan anak diserahkan kepada institusi seperti sekolah atau bimbel.
  • Diserahkan kepada pengasuh.
  • Dititipkan ke kakek dan nenek.
  • Salah satu dari orang tua berhenti bekerja untuk mengasuh dan mendidik anak.

Apabila pendidikan anak diserahkan kepada pengasuh, yang mungkin terjadi adalah prestasi yang diraih anak tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh orangtua. Mengapa? Karena tugas dan kemampuan pengasuh bukan untuk mendidik anak. Demikian juga bila dititipkan kepada kakek dan nenek, ada yang mengatakan bahwa mereka sudah seharusnya beristirahat menikmati masa tua mereka, bukannya dibebani tanggung jawab untuk mendidik anak.

Nah, satu-satunya yang memungkinkan untuk mendidik anak adalah sekolah atau bimbel. Mau pilih yang mana? Sekolah setengah hari atau satu hari penuh, nih? 

Editors' Picks

2. Enam keuntungan full day school

2. Enam keuntungan full day school
Freepik/pressfoto

Banyak perdebatan mengenai penyelenggaraan sistem full day school ini karena anak berada di sekolah selama 8 jam dalam sehari.

Tetapi dalam pelaksaannya, banyak keuntungan bagi siswa, guru, dan orangtua. Apa sajakah keuntungannya?

  • Membentuk karakter siswa

Penerapan full day school akan membuat siswa tinggal selama 8 jam di sekolah. Dengan tinggalnya siswa di sekolah, guru akan lebih mudah memantau kegiatan siswa.

Tingkah lakunya pun akan lebih mudah dikontrol di lingkungan sekolah, ini juga memberikan manfaat disiplin di sekolah sehingga siswa dapat terhindar dari pengaruh buruk dari lingkungan luar.

  • Waktu belajar lebih lama

Dengan adanya full day school, siswa akan berada di sekolah selama 8 jam. Siswa memiliki waktu belajar yang lebih lama dibandingkan dengan sistem sekolah sebelumnya.

Sehingga pemahaman tentang materi pelajaran akan lebih mendalam dan mengurangi risiko siswa tidak naik kelas atau tertinggal dalam memahami materi.

  • Waktu bersama keluarga lebih efisien

Di sekolah, siswa sudah didampingi oleh guru untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Siswa memiliki banyak waktu luang untuk keluarga di rumah.

Siswa hanya perlu mengulang pelajaran yang sudah diberikan tanpa perlu bekerja keras untuk mengerjakan pekerjaan rumah karena sudah diarahkan oleh guru di sekolah.

Urusan belajar mengajar formal semua sudah dilakukan di sekolah dengan perpanjangan waktu yang ada, orang tua kini memiliki banyak waktu untuk fokus pada pendidikan karakter, iman, belajar tentang kehidupan.

  • Kegiatan ekstrakurikuler lebih efektif

Setiap sekolah biasanya terdapat kegiatan tambahan, atau biasa dengan ekstrakulikuler. Hambatan kegiatan ektra ini ketika tidak menggunakan sistem full day school, siswa yang sudah terlanjur pulang malas untuk kembali ke sekolah untuk kegiatan ekstrakulikuler.

Dengan adanya sistem full day school, siswa dipaksa untuk tetap berada di sekolah, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kegiatan ektrakulikuler. Siswa juga bisa mengikuti organisasi di sekolah, ini sangat berguna untuk anak loh, Ma!

Kegiatan ekstrakurikuler yang seringkali dipandang sebelah mata justru penting  untuk menggali bakat anak.

  • Siswa mempunyai waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan teman dan guru.

Jalinan emosional antara guru dan siswa akan lebih dekat dan personal, karena mereka akan lebih sering menghabiskan waktu bersama-sama.

  • Orangtua tidak bingung lagi ketika meninggalkan anak hampir seharian untuk bekerja.

Mengurangi kecemasan orang tua yang  tidak bisa mengawasi aktivitas anak-anak saat mereka pulang sekolah. Selain itu, anak dididik dan diawasi oleh guru dan sekolah, jadi Mama tidak perlu khawatir soal pendidikan anak.

3. Apa kekurangan sistem ini?

3. Apa kekurangan sistem ini
Freepik/Prakasit Khuansuwan

Tidak ada sistem yang sempurna, sistem pendidikan yang ada di Indonesia tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Apa saja kekurangan dari sistem full day school yang harus diperhatikan oleh orangtua?

  • Biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh orangtua cukup besar.
  • Jam belajar panjang sehingga menyebabkan anak merasa lelah.
  • Kemungkinan anak tidak memiliki cukup waktu untuk berinteraksi di lingkungan rumah.
  • Terkadang jam belajar yang panjang tidak menghasilkan prestasi akademik yang memuaskan. Kemampuan anaklah yang berperan dalam menentukan hasil di akhir semester.

Nah, apa pilihan Mama?

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!