Tiap anak memiliki kemampuan belajar yang berbeda-beda. Ada yang begitu mudah menyerap apa yang diajarkan di sekolah, tetapi ada juga yang sebaliknya. Masalah timbul saat di sekolah diterapkan standar nilai tertentu yang harus dicapai anak agar bisa naik kelas. Karena tiap orang memiliki kefasihan di bidang masing-masing, tentunya anak yang mengalami kesulitan belajar di bidang tertentu akan merasakan tekanan.
Problem kemampuan belajar ini tak hanya membuat anak stres. Orangtua pun juga merasakan bebannya. Di satu sisi, ketertinggalan dalam hal akademik masih dianggap sebagai 'aib' bagi masyarakat kita. Padahal, masalah ketertinggalan akademik tidak hanya dikarenakan motivasi belajar anak yang kurang, melainkan juga gangguan yang disebut non-verbal learning disorder (NVLD).
Dilansir dari psychologytoday.com, Popmama.com merangkum ciri-ciri anak yang mengalami NVLD sebagai berikut:
