Awas! 7 Kesalahan Orangtua ini Dapat Menghambat Kesuksesan Anak!

Pola pengasuhan yang menurut orangtua bagus, belum tentu itu sepenuhnya benar untuk masa depan anak

11 Februari 2020

Awas 7 Kesalahan Orangtua ini Dapat Menghambat Kesuksesan Anak
ahaparenting.com

Didikan orangtua yang dianggap benar belum tentu sepenuhnya benar. Ada beberapa didikan yang diyakini benar, tetapi ternyata dapat mengurangi potensi kesuksesan anak di masa depan.

Untuk menghindari didikan orang tua yang tidak benar, Popmama.com akan memberi tahu 7 kesalahan orangtua dalam mendidik anak:

1. Tidak memberi perhatian yang cukup

1. Tidak memberi perhatian cukup
Freepik/tirachardz

Zaman sekarang banyak orangtua yang sibuk bekerja atau sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Sehingga mereka lupa untuk memberi perhatian yang cukup untuk anak.

Banyak orangtua yang menitipkan anak pada pengasuh, dan ini merupakan kesalahan. Jika anak dititipkan kepada pengasuh, tapi Mama tetap memberikan perhatian yang cukup itu adalah hal yang wajar. Akan tetapi bila anak dititipkan kepada pengasuh dan Mama tidak memberi perhatian kepada anak dengan cukup, maka ini akan menjadi masalah.

Anak-anak kecil sangat membutuhkan peran Mama sebagai orangtua. Untuk mendidik anak, memberi pengarahan yang benar, membentuk perilaku anak menjadi baik, dan lainnya. Apabila Mama tidak ada disaat-saat anak lagi giat-giatnya bereksplorasi, maka anak akan mendapat didikan dari teman sebaya dan lingkungan sekitar yang belum tentu baik.

Maka temani anak ya Ma, beri perhatian yang cukup kepada anak, sehinga anak mendapat pelajaran hidup yang baik.

2. Hanya berdoa tapi tidak berusaha menyelesaikan masalah

2. Ha berdoa tapi tidak berusaha menyelesaikan masalah
Freepik/Sewcream

Banyak orangtua berpikir bahwa berdoa saja cukup untuk menjadikan anak pribadi yang baik. Berdoa memang perlu tapi, jika tidak ada usaha dari orangtua sama saja bohong.

Jika menginginkan anak untuk menjadi seorang dewasa yang bertanggung jawab, berdoa tidak akan cukup bila tidak disertai dengan tindakan dan usaha mama untuk mendidiknya. Anak tidak akan pernah tahu mana yang benar dan salah bila Mama hanya mendoakannya saja.

Bila anak dari kecil sudah disuruh ikut kegiatan keagamaan tanpa mengerti arti Tuhan sebenarnya. Maka ketika sudah besar dan jauh dari orangtua, anak akan merasa bebas dan bisa saja melakukan tindakan yang jauh dari yang dibenarkan agama. Jadi Ma, berdoalah untuk anak dan berusahalah juga secara nyata untuk tumbuh kembang anak. 

3. Menyembunyikan informasi umum tentang seks

3. Menyembunyikan informasi umum tentang seks
Freepik/Alvaro_Cabrera

Banyak orangtua di Indonesia masih tabu bila membicarakan seks kepada anak. Padahal topik tentang seks ini sangat penting untuk anak. Bila anak tidak diberi tahu, bisa saja anak malah mencari tahu diam-diam dan mencobanya tanpa tahu itu baik atau buruk.

Menurut sebuh penelitian, anak yang diberi tahu orangtuanya tentang seks cenderung akan menunggu untuk berhubungan seks ketika sudah menikah nanti atau jika mereka melakukannya, mereka akan memakai alat kontrasepsi dan kondom.

Banyak kehamilan remaja bisa dicegah jika orangtua mengajari mereka tentang seks, bagaimana melindungi diri mereka sendiri dan konsekuensi negatif dari melakukan hubungan seks sebelum menikah.

4. Memberitahu dengan perkataan tetapi lupa untuk melakukannya

4. Memberitahu perkataan tetapi lupa melakukannya
todaysparent.com

Orangtua sangat ingin anak-anaknya berperilaku baik seperti malaikat. Sehingga Mama pasti memberi tahu bagaimana caranya berperilaku baik, menolong orang, dan menghargai orang lain.

Akan tetapi apakah Mama sendiri melakukan apa yang Mama beri tahu kepada anak? Kebanyakan dari orangtua hanya memberi tahu anak bagaimana caranya berperilaku baik, tanpa mempraktikannya sendiri. Sehingga anak pasti akan mencontoh perilaku orangtuanya yang berlawanan dengan perkataannya.

Maka dari itu Ma, mulailah berperilaku baik dan menjalin hubungan baik dengan orang lain, sehingga anak akan meniru perilaku mama tersebut dan menjadi seseorang yang berkepribadian baik.

Editors' Picks

5. Membesarkan anak sesuai keinginan orangtua

5. Membesarkan anak sesuai keinginan orangtua
Popsugar.com

Kebanyakan orangtua ingin menjadikan anaknya seperti yang mereka harapkan. Tapi apakah yang menjadi harapan orangtua juga merupakan harapan anak?

Ada beberapa orangtua yang memilihkan keinginan anak bahkan memilih jalur karier yang anak itu akan jalani. Ingat ya Ma, jika Mama menginginkan anak mengikuti jalur yang Mama pilih, belum tentu anak suka loh. Jika terus memaksakannya maka anak akan memilih jalan tersebut dan menjalakannya tidak dengan sepenuh hati, mungkin anak tidak akan sukses di masa depan.

Jadi Ma, sebaiknya mulai sekarang biarkan anak memilih jalannya sendiri. Bila jalannya sudah mulai ke arah negatif, mama boleh mengarahkannya. Jangan terlalu memaksakan kehendak anak ya, Ma.

6. Melindungi anak dari kegagalan

6. Melindungi anak dari kegagalan
Freepik/User6873431

Semua orangtua pasti sedih ketika melihat anaknya sengsara di dalam kegagalan. Sehingga kebanyakan orangtua memilih untuk menjaga anaknya dari kegagalan. Bila ada masalah yang menimpa anak, maka orangtua siap bersedia menjadi tameng anak sehingga anak terhindar dari kegagalan.

Tapi apakah Mama tahu bahwa setiap orang harus mengalami kegagalan? Ya, kegagalan harus ada pada setiap orang, karena dengan adanya kegagalan orang tersebut akan berproses untuk mengembangkan kemampuannya dan maju ke masa depan yang lebih baik. Jadi, bila ada kegagalan yang menghampiri anak, dukung anak terus dan biarlah ia berproses dari kegagalan itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

7. Menjadi orangtua yang tidak bisa dipercaya

7. Menjadi orangtua tidak bisa dipercaya
sheknows.com

Beberapa orangtua terkadang menunjukkan perilaku yang membuat anak kurang percaya kepada mereka. Ketidakpercayaan tersebut akan membuat menjadi membangkang, agresif, atau bahkan hiperaktif saat mereka tumbuh dewasa. 

Anak bisa tidak percaya kepada orangtua karena beberapa hal seperti orangtua sering membuat janji kepada anak tetapi janji tersebut tidak ditepati. Ketika orangtua memberi tahu anak apabila anak mengalami masalah datang saja kepada orangtua, akan tetapi ketika anak datang orang tua malah merasa kesal dan menyalahkan anak. 

Hal-hal ini dapat membuat anak tidak percaya kepada orangtua, sehingga bila ia akan menceritakan masalahnya kepada temannya. Biasanya solusi dari teman sebaya belum tentu baik untuk anak. Maka dari itu tumbuhkan kepercayaan anak pada mama dengan menjadi pribadi yang dapat dipercaya.

Itulah beberapa kesalahan pola pengasuhan anak yang seharusnya tidak dilakukan orangtua. Mulai sekarang, jangan mendidik anak seperti cara-cara di atas ya, Ma. Agar potensi anak untuk meraih kesuksesan meningkat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.