Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Viral Video Kakak Menenangkan Adik yang Marah, Penting Ajarkan Ini!
freepik/pvproductions

  • Belakangan ini, viral video menunjukkan momen seorang kakak menangkan adiknya yang marah.

  • Ajarkan kakak untuk tetap tenang, berbicara dengan suara lembut, dan memberi sentuhan yang menenangkan pada adik.

  • Berikan apresiasi setiap usaha kakak dalam menenangkan adik untuk memperkuat perilaku positif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, viral video yang dibagikan seorang Mama dengan Instagram @tarida369 memperlihatkan momen seorang kakak menangkan adiknya. 

Dalam video singkat tersebut, terlihat bagaimana sang kakak berusaha memeluk, mengajak bicara dengan lembut, dan memberi rasa aman pada adiknya yang tengah marah kepada sang Mama. 

Momen sederhana ini pun menuai pujian karena menunjukkan kedewasaan emosional dan kasih sayang antar saudara yang begitu tulus. 

Penting bagi orangtua untuk mengajarkan anak yang berstatus sebagai kakak untuk bisa mengayomi adiknya, apalagi ketika sang adik dalam kondisi tantrum atau marah. 

Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan.

Tips Mengajarkan Seorang Kakak untuk Menenangkan Adik yang Marah

1. Ajarkan kakak untuk tetap tenang lebih dulu

pexels/EKATERINA BOLOVTSOVA

Langkah pertama yang penting dilakukan adalah mengajarkan anak berstatus sebagai kakak untuk mengendalikan emosinya sendiri sebelum mencoba menenangkan adik.

Jelaskan bahwa saat adik marah, kakak tidak perlu ikut terpancing. Tarik napas dalam-dalam dan berbicara dengan suara pelan bisa membantu menciptakan suasana yang lebih aman.

Ketika seorang kakak mampu menunjukkan sikap tenang, adik cenderung ikut merasa lebih nyaman. Anak-anak sering meniru emosi orang di sekitarnya.

Dengan melihat kakaknya tetap santai, adik belajar bahwa kemarahan bisa dihadapi tanpa teriakan atau konflik.

2. Biasakan anak berbicara dengan suara lembut

pexels/olia danilevich

Mama bisa melatih kakak menggunakan kata-kata sederhana dengan nada lembut, seperti, “Aku di sini,” atau “Adik kenapa?”.

Kalimat singkat namun penuh empati membantu adik merasa didengar tanpa merasa dihakimi.

Nada suara yang lembut juga berfungsi sebagai sinyal keamanan bagi adik. Saat emosi sedang memuncak, suara keras justru bisa memperparah tantrum.

Dengan komunikasi yang hangat, kakak belajar menjadi sosok penenang yang bisa diandalkan.

3. Ajarkan pentingnya sentuhan yang menenangkan

pexels/Allan Mas

Sentuhan fisik seperti memegang tangan atau memeluk perlahan bisa membantu meredakan emosi adik.

Mama dapat memberi contoh bagaimana melakukan sentuhan yang lembut dan penuh perhatian, tanpa memaksa.

Namun, penting juga mengajarkan seorang kakak untuk membaca reaksi adik. Jika adik belum mau disentuh, kakak bisa tetap menemani dari dekat.

Kehadiran fisik saja sudah cukup memberi rasa aman bagi anak yang sedang marah.

4. Latih kakak untuk membantu adik menamai emosinya

pexels/olia danilevich

Sering kali anak kecil marah karena belum mampu mengungkapkan perasaannya. Seorang kakak bisa membantu dengan mengucapkan kalimat seperti, “Adik sedih ya?” atau “Adik kesal karena mainannya rusak?”

Dengan menamai emosi, adik belajar mengenali perasaannya sendiri. Ini juga membantu kakak mengembangkan empati dan keterampilan komunikasi emosional yang penting untuk hubungan saudara yang sehat.

5. Beri contoh cara menawarkan solusi sederhana

pixabay/Vika_Glitter

Setelah emosi adik mulai mereda, kakak bisa diajak untuk menawarkan solusi kecil. Misalnya, mengajak bermain hal lain, mengambil minum, atau duduk bersama sejenak.

Mama perlu menekankan bahwa tujuan kakak bukan memaksa adik berhenti marah, melainkan membantu mencari jalan keluar. Sikap suportif ini menumbuhkan rasa kerja sama dan saling peduli di antara saudara.

6. Tanamkan bahwa membantu adik bukan berarti mengalah terus

pexels/rehman yousaf

Penting bagi seorang kakak untuk memahami bahwa menenangkan adik tidak selalu berarti ia harus mengorbankan keinginannya sendiri.

Mama bisa menjelaskan batasan yang sehat, seperti bergantian bermain atau berbagi dengan adil.

Dengan begitu, sang kakak belajar bahwa empati bisa berjalan berdampingan dengan ketegasan. Ia tetap bisa bersikap baik pada adik tanpa merasa diperlakukan tidak adil.

7. Apresiasi setiap usaha kakak

pexels/Arina Krasnikova

Setiap kali kakak mencoba membantu menenangkan adik, berikan pujian yang spesifik. Misalnya, “Mama bangga kakak tadi bicara lembut ke adik.” Apresiasi seperti ini memperkuat perilaku positif.

Pengakuan dari orangtua membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk terus belajar. Lama-kelamaan, kemampuan menenangkan adik akan menjadi keterampilan alami yang mempererat ikatan mereka sebagai saudara.

Demikian beberapa tips mengajarkan seorang kakak untuk menenangkan adik yang marah. Semoga bisa diterapkan kepada anak ya, Ma.

Editorial Team