Intip 7 Rahasia Parenting Orangtua Skandinavia agar Anak Bahagia

Cara parenting unik ala Skandinavia yang bisa diterapkan untuk si Anak

4 September 2022

Intip 7 Rahasia Parenting Orangtua Skandinavia agar Anak Bahagia
Unsplash/Orlando Allo

Gaya parenting atau pola asuh anak yang diterapkan oleh orangtua berpengaruh pada sikap dan perilaku anak-anak. Hal ini membuat mereka harus menentukan cara menjalankan pola asuh yang tepat agar si Anak merasa bahagia serta memiliki perilaku yang baik.

Banyak gaya pola asuh anak dari berbagai negara yang dapat ditiru, salah satunya adalah negara Skandinavia. Negara ini termasuk dalam daftar negara paling bahagia di dunia versi World Happiness Report dengan menduduki peringkat ke-10.

Para orangtua di Skandinavia mempunyai gaya tersendiri dalam melakukan pola asuh anak, dan hasilnya pun membuktikan bahwa anak-anaknya memiliki karakter dan perilaku yang baik. Tidak heran jika Skandinavia juga dikenal sebagai salah satu negara dengan gaya parenting terbaik di dunia.

Kali ini, Popmama.com akan mengupas 7 rahasia parenting orangtua Skandinavia agar anak bahagia yang telah dirangkum dari berbagai sumber. Yuk, mari intip!

1. Membebaskan anak untuk melakukan hal yang disukai

1. Membebaskan anak melakukan hal disukai
Pixabay/Christo Anestev

Sekolah di Skandinavia tidak memberikan pekerjaan rumah atau tugas tambahan kepada siswanya, sehingga anak dapat bebas melakukan apa saja setelah pulang sekolah tanpa harus merasa terbebani.

Para orangtua Skandinavia pun membebaskan anak-anaknya untuk menjalankan aktivitas apa pun yang disukai. Mereka cenderung lebih santai dan jarang memberi batasan yang dapat mengekang kebebasan si Anak.

2. Dukung anak untuk bermain di alam bebas

2. Dukung anak bermain alam bebas
Unsplash/Annie Spratt

Orangtua di Skandinavia senantiasa mendukung anak-anaknya untuk bereksplorasi dengan hal-hal yang baru, termasuk bermain di alam bebas. Si Anak bisa mendapatkan banyak pengetahuan serta pengalaman baru di sana.

Anak dibebaskan untuk melakukan hal apa pun di alam, mulai dari memanjat pohon hingga membuat api unggun. Mereka pun tidak keberatan jika anak-anaknya pulang dalam keadaan pakaian yang kotor penuh tanah dan lumpur.

3. Membiarkan anak memakai alat-alat sungguhan

3. Membiarkan anak memakai alat-alat sungguhan
Pixabay/Victoria Borodinova

Tidak seperti kebanyakan orangtua yang melarang anaknya untuk menggunakan alat-alat berbahaya, orangtua di Skandinavia justru membiarkan mereka untuk memakai alat sungguhan seperti gunting dan palu.

Anak-anak di sana juga dibiarkan untuk pergi sendiri ke mana saja, entah dengan menggunakan sepeda atau naik kendaraan umum. Mereka diajarkan untuk hidup mandiri sejak kecil.

Editors' Pick

4. Tidak melakukan labelling pada anak

4. Tidak melakukan labelling anak
Freepik/peoplecreations

Pemberian label yang bersifat negatif kepada anak seperti “anak nakal”, “anak malas”, “anak payah”, dan sebagainya sering dilakukan ketika orangtua merasa kesal kepada anaknya. Sebaliknya, orangtua di Skandinavia hampir tidak pernah melakukan hal tersebut.

Mereka menganggap bahwa melabeli si Anak dapat membuat dirinya percaya jika ia adalah orang yang seperti itu, dan tumbuh menjadi seseorang yang memiliki karakter sesuai dengan label yang diberikan.

5. Tidak menggunakan kekerasan dalam mendisiplinkan anak

5. Tidak menggunakan kekerasan dalam mendisiplinkan anak
Freepik/master1305

Tindakan kekerasan seperti memukul demi mendisiplinkan anak tidak pernah dilakukan oleh orangtua di Skandinavia. Bahkan, orangtua yang melakukannya dapat dijatuhi hukuman dan masuk penjara.

Dalam mendisiplinkan anak, mereka menghindari segala bentuk kekerasan karena hal tersebut dapat membawa dampak yang lebih buruk pada anak-anaknya.

6. Tidak pernah membedakan gender anak

6. Tidak pernah membedakan gender anak
Unsplash/?? Janko Ferlič

Laki-laki dan perempuan itu sama di mata orang Skandinavia. Bagi mereka, semua gender mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Para orangtua di sana memperlakukan anak-anaknya dengan cara yang sama, terlepas dari jenis kelamin maupun gendernya. Mereka tidak pernah membeda-bedakan semua anaknya.

7. Tidak memberi batasan waktu pemakaian gadget pada anak

7. Tidak memberi batasan waktu pemakaian gadget anak
Unsplash/Annie Spratt

Berbeda jauh dengan sebagian besar orangtua yang membatasi waktu pemakaian gadget pada anak, orangtua di Skandinavia justru memberi keleluasaan bagi anak untuk menggunakan gadget.

Si Anak dibiarkan untuk mengatur sendiri waktu pemakaiannya sesuai dengan kesepakatan bersama orangtuanya. Yang penting, anak masih lebih aktif melakukan kegiatan bermanfaat lainnya dan bermain di luar.

Nah, itulah 7 rahasia parenting orangtua Skandinavia agar anak bahagia. Walaupun setiap orangtua memiliki gaya parenting tersendiri, cara pola asuh anak ala negara Skandinavia bisa Mama coba untuk diterapkan kepada si Anak.

Yuk, buat anak bahagia dengan gaya parenting yang baik!

Baca juga:

The Latest