Instagram.com/motaz_azaiza
WHO mengungkapkan bahwa setiap hari rata-rata 160 anak di Gaza meninggal akibat serangan Israel yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan.
"Rata-rata sekitar 160 anak terbunuh setiap hari berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Palestina)," ungkap pejabat WHO, Christian Lindmeier dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, Selasa (7/11/2023).
Lindmeier menekankan pentingnya perlunya jeda kemanusiaan untuk mengurangi penderitaan yang dialami penduduk Gaza. Ia menyatakan bahwa ribuan orang di Gaza sedang sekarat.
"Orang-orang di Gaza sekarat dalam jumlah ribuan, dan mereka yang masih hidup menderita trauma, penyakit, kekurangan makanan dan air," katanya. "Mereka membutuhkan air, bahan bakar, makanan, dan akses yang aman ke layanan kesehatan untuk bertahan hidup," sambungnya.
Lindmeier menyatakan bahwa persediaan dan logistik sudah disiapkan, namun yang masih belum terpenuhi adalah akses untuk mencapai Gaza. Lindmeier juga menjelaskan bahwa WHO hanya mampu membawa pasokan ke rumah sakit di bagian utara Gaza sekali saja.
"Persediaan telah benar-benar terlepas dari tangan kami dan segera dibawa ke ruang operasi karena semua yang dibawa, termasuk anestesi, diperlukan pada saat itu juga," kata Lindmeier.