Anak Sudah Besar Kok Masih Baby Talk? Ini Cara Orangtua Mengatasinya

Hal ini perlu segera dihentikan supaya tidak menjadi kebiasaan yang berlanjut

12 Mei 2022

Anak Sudah Besar Kok Masih Baby Talk Ini Cara Orangtua Mengatasinya
freepik/tirachardz

Anak memiliki tahapan tersendiri dalam belajar berbahasa dan berbicara. Di usia balita, perbendaharaan kata anak mulai bervariasi dan intonasinya semakin tegas. Seiring berjalannya waktu, anak mulai meninggalkan cara bicara baby talk-nya.

Namun, tak jarang anak yang lebih besar kembali berbicara ala baby talknya. Ada beberapa faktor penyebabnya, misalnya masalah kesehatan.

Tetapi mama perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi anak yang sudah besar tapi masih suka berbicara ala baby talk agar tidak menjadi kebiasaan buruk.

Berikut ini Popmama.com merangkum informasinya:

Masalah kemunduran perilaku

Masalah kemunduran perilaku
Freepik/Macniak

Normalnya, anak mengalami kemajuan dalam tumbuh-kembangnya. Akan tetapi, pada kondisi tertentu, anak juga dapat mengalami kemunduran perilaku. Misalnya, anak punya kebiasaan menggigit kuku saat masih kecil. Kemudian kebiasaan itu berhenti. Lalu, kebiasaan itu muncul kembali.

Hal ini juga dapat terjadi pada kemampuan berbicara anak. Jika anak berbicara dengan jelas selama periode waktu tertentu, kemudian kembali berbicara seperti anak kecil atau menjadi lebih sulit dipahami, bawalah anak untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa untuk mengetahui kemungkinan anak mengalami masalah pendengaran atau penyebab lainnya.

Jika baby talk disertai dengan perilaku regresi lainnya, seperti mengompol atau tanda-tanda kecemasan, konsultasikan kondisi anak dengan profesional bidang kesehatan mental.

Namun, jika tidak ditemui tanda-tanda masalah medis atau pun mental, berikut cara yang bisa mama lakukan untuk menanggapi anak yang masih suka berbicara baby talk untuk menarik perhatian:

1. Kenali kapan anak menggunakan suara atau nada bicara normalnya

1. Kenali kapan anak menggunakan suara atau nada bicara normalnya
Pexels/Nicola Barts

Selain meminta anak untuk berbicara dengan nada bicara normal, begitu pula anggota keluarga yang lain, kuncinya adalah mengenali saat anak menggunakan nada bicara normal itu tanpa disuruh.

"Terima kasih, Kak, kalau kakak bicara dengan jelas seperti ini, mama jadi lebih paham maksud kakak."

Editors' Picks

2. Ajari anak keterampilan baru

2. Ajari anak keterampilan baru
Freepik/facesportrait

Apabila anak menggunakan baby talk dalam upaya bersosialisasi dengan anak lain, hal ini menandakan ia perlu mempelajari keterampilan sosial yang baru.

Dalam hal ini, ajari anak cara yang lebih baik untuk menangani situasi tersebut. Misalnya dengan menawarkan bantuan, "Sepertinya kamu bingung harus bersikap seperti apa ketika bertemu dengan sepupu-sepupumu. Apa yang pengin kamu katakan supaya mama tahu kamu perlu bantuan?" 

3. Bersikap tegas

3. Bersikap tegas
Pexels/Monstera

Semakin mama mengomentari perilakunya, semakin anak senang melakukannya karena berhasil menarik perhatian. Jangan terpengaruh dan bersikaplah tegas. Ungkapkan batas toleransi mama, "Sepertinya kamu senang dengan cara bicara seperti itu. Tapi mama lebih senang berbicara dengan kamu yang menggunakan suara normal."

Anak usia sekolah sudah cukup dewasa untuk mengetahui batas toleransi orang lain yang dinyatakan. Tak perlu mengancam atau mempermalukannya, Ma. Bersikaplah tegas.

4. Pujilah perilaku baik

4. Pujilah perilaku baik
Freepik/yanalya

Salah satu teknik modifikasi perilaku yang terbaik adalah dengan memberikan perhatian positif terhadap perilaku yang sesuai. Tangkap momen ketika anak menggunakan suara normal dan berikan pujian. "Nah, mama senang kalau kamu menggunakan suara anak besar untuk meminta sesuatu."

Perhatian dan pujian memberi anak penguatan positif untuk menggunakan suara normal mereka.

5. Abaikan saja

5. Abaikan saja
Freepik/user18526052

Saat anak mengajukan pertanyaan atau permintaan dengan baby talk, abaikan saja. Segera setelah anak menggunakan suara normalnya, perhatikan dan tanggapi.

Terkadang baby talk menjadi kebiasaan dan anak-anak bahkan tidak sadar ketika mereka melakukannya. Ingatkan anak tentang suara normalnya dan beritahu anak bahwa cara berbicaranya itu sudah tidak semestinya. "Mama dan orang-orang lain tidak mengerti maksud kamu dengan cara bicara seperti bayi itu. Gunakan suara anak besar kalau mau memberi tahu mama tentang keinginanmu."

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk