Berbagi Kamar dengan Saudara, Ini Tipsnya agar Terhindar Dari Drama

Bukannya malah akrab dan merasa ditemani, berbagi kamar justru bikin konflik. Ini tipsnya

24 Januari 2021

Berbagi Kamar Saudara, Ini Tips agar Terhindar Dari Drama
Freepik.com

Kamar merupakan bagian dari privasi seseorang. Namun, karena keterbatasan ruang di rumah, kakak dan adik harus rela berbagi kamar tidur bersama. Pada kenyataannya, menyatukan anak-anak dalam satu kamar yang sama, ternyata bukan perkara mudah.

Bukannya semakin akrab dan merasa ditemani, tak jarang keputusan menempatkan anak-anak pada kamar yang sama malah memicu konflik.

Lantas, bagaimana sebaiknya orangtua menyikapinya? Berikut ini Popmama.com bagikan tips agar anak terhindar dari pertengkaran saudara meski berbagi ruang di kamar tidurnya, dilansir dari alphamom.com.

1. Awali dengan membiasakan kebersamaan

1. Awali membiasakan kebersamaan
Pxhere

Hal pertama yang dapat Mama lakukan adalah membiasakan anak sering bermain bersama sebelum memindahkan mereka sekamar. Ini adalah salah satu cara yang paling cepat untuk membuat mereka akrab satu sama lain. Keakraban ini membuat anak tidak akan merasa jengah ketika harus berbagi kamar dengan saudaranya.

Editors' Picks

2. Libatkan semua anak mendekorasi ulang kamar

2. Libatkan semua anak mendekorasi ulang kamar
Freepik

Ajak anak mendekorasi ulang kamar yang akan mereka tempati. Biarkan mereka bekerja sama untuk menentukan dekor kamar, misalnya tema dan pembagian ruang dalam kamar. Tanpa Mama sadari, hal ini akan melatih anak untuk kompak dan tidak segan mengutarakan pendapatnya pada saudaranya.

3. Beri ruang kreativitas masing-masing anak

3. Beri ruang kreativitas masing-masing anak
Freepik.com

Menempatkan anak pada kamar yang sama tentu bukan perkara mudah. Apalagi masing-masing anak, baik tersirat maupun tersurat, menuntut ruang untuk mengekspresikan dirinya.

Solusinya, pilih dekor sederhana untuk kamar, kemudian berikan sudut kreativitas yang terpisah. Misalnya masing-masing anak diberi papan besar untuk memajang foto-foto kenangan dan karya seni yang disukainya, tanpa mengganggu ruang milik saudaranya.

4. Jadwalkan waktu khusus merapikan kamar

4. Jadwalkan waktu khusus merapikan kamar
freepik.com

Di luar rutinitas membersihkan kamar setiap hari, ada baiknya Mama mengajak semua anak merapikan kamar secara keseluruhan, setidaknya dua kali dalam setahun. Pilah barang-barang seperti mainan, buku, dan pakaian yang sudah tidak terpakai lagi agar ruangan terasa lebih lega untuk ditempati bersama.

Cara ini juga bisa menjadi momen agar masing-masing anak merasa fresh dengan tampilan kamar yang baru, dan belajar bertanggungjawab terhadap barang-barang yang dimilikinya. Kamar yang bersih dan rapi tentu akan membuat penghuninya merasa nyaman untuk berada di dalamnya. 

5. Atur jam tidur

5. Atur jam tidur
Pexels/Enikő Tóth

Pastikan anak memiliki jadwal tidur dan bangun yang bersamaan. Jangan sampai ketika adik sudah terlelap, si Kakak masih ingin melakukan aktivitas lain yang berpotensi mengganggu kenyamanan tidur si Adik, dan begitu pula sebaliknya.

Jika memang jarak usia keduanya cukup jauh, sehingga aktivitasnya benar-benar berbeda, kompromikan untuk menyelesaikan urusan pribadi di luar kamar. Baru setelah semuanya selesai, anak masuk ke kamar dan langsung tidur agar tidak mengganggu saudaranya.

Memiliki jam tidur dan bangun yang bersamaan akan membuat keduanya lebih nyaman untuk berbagi kamar dengan saudaranya. 

Nah itulah lima tips berbagi kamar yang bisa Mama terapkan pada anak sebelum mereka berbagi kamar. Semoga tips ini dapat menjadi inspirasi ya, Ma.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.