Mengajarkan Anak Kesopanan, Bukan Harus Bersikap 'Manis' Tiap Saat

Menolak mencium tante-om yang baru ditemui, bukan berarti anak tidak tahu sopan santun lho, Ma

26 Oktober 2019

Mengajarkan Anak Kesopanan, Bukan Harus Bersikap 'Manis' Tiap Saat
Freepik

Salah satu nilai kehidupan yang penting diterapkan pada anak sejak dini adalah kesopanan. Setiap orangtua tentu telah mengetahui hal ini dan berusaha mengajarkannya hingga pada akhirnya anak dapat bersikap sopan tanpa perlu disuruh atau ditegur lebih dahulu.

Namun, ada satu hal yang seringkali lupa diajarkan pada anak menyangkut kesopanan. Yaitu, persetujuan. Alih-alih menjaga kesopanan, anak harus melakukan hal yang sebetulnya membuatnya tak nyaman dan bertentangan dengan kehendaknya. Tetapi, ia merasa harus menyetujui karena takut dianggap tidak punya tata krama atau takut dimarahi. 

Di sinilah pentingnya peranan orangtua menempatkan posisi anak saat menghadapi situasi yang menyulitkan terkait kesopanan dan penolakan. Berani berkata 'tidak' itu adalah hal yang juga perlu diajarkan dan patut diapresiasi lho, Ma, selama disampaikan dengan cara yang benar. Bagaimana cara mengajarkannya pada anak? Berikut Popmama.com merangkumnya, dilansir dari motherforlife.com:

Anak Menolak Kontak Fisik dengan Kerabat atau Saudara Jauh, Harus Bagaimana?

Anak Menolak Kontak Fisik Kerabat atau Saudara Jauh, Harus Bagaimana
Freepik/Freepic.diller

Sebagian anak merasa malu bertemu dengan orang lain, di luar teman dekat dan keluarga inti. Terkadang, hal ini terbawa hingga ke acara keluarga besar, dengan anggota-anggota keluarga yang jarang ditemuinya. Bagi mereka, anggota keluarga yang tidak dekat ini sama saja seperti orang asing lain.

Penolakan anak-anak untuk bersalaman, memeluk atau sekadar tersenyum pada kerabat dan saudara jauh membuat orangtua merasa sungkan. Penting untuk menjelaskan kepada mereka yang lebih tua bahwa anak Mama masih malu dan tidak ingin berkontak fisik dengan orang yang baru dikenalnya. 

Sebelum tiba di tempat acara, buat perjanjian dengan anak Mama. Misalnya, izinkan dia menolak mencium orang yang baru dikenalnya dengan sopan, tetapi minta ia untuk menyebutkan nama dan umurnya dengan jelas. Misalnya, "Jessi, Tante Mirna mau menciummu. Oh, kamu tidak mau ya? Tidak apa-apa, tapi nanti kalau ketemu Tante jangan lupa disapa ya." 

Penting untuk menerima penolakan anak karena dengan cara ini, anak merasa perasaannya dan ketidaknyamanannya dihargai dengan baik. 

Editors' Picks

Mengatakan Tolong dan Terima Kasih, Tanpa Harus Terlibat Kontak Fisik

Mengatakan Tolong Terima Kasih, Tanpa Harus Terlibat Kontak Fisik
Freepik/Rawpixel.com

Kesopanan jelas merupakan hal yang penting. Tetapi mengembangkan keterampilan sosial anak juga tak kalah penting. Keterampilan sosial akan mewakili kemampuannya berinteraksi dengan orang lain dan melatihnya mengungkapkan apa yang diinginkannya dengan cara yang baik. Misalnya, "Nek, bolehkah saya minta permen di toples itu?" Meski tak ada kata 'tolong', tetapi anak menanyakan dengan jelas dan sopan.

Mengajarkan anak untuk berterima kasih kepada orang lain adalah hal yang baik. Tetapi, Mama harus berhati-hati soal kontak fisik sebagai bentuk penghargaan. Anak Anda tidak boleh dipaksa mencium seseorang sebagai rasa terima kasih karena ini adalah sikap yang intim. 
 

Menghargai Ketidaknyamanan dan Rasa Malu Anak

Menghargai Ketidaknyamanan Rasa Malu Anak
Freepik/Freephoto

Beberapa orangtua sangat bangga dengan anak mereka, sehingga ingin ia menunjukkan bakat atau pengetahuannya kepada seluruh kerabat dan keluarga. Jika si Kecil mau melakukannya, itu hal yang bagus. Tetapi, jangan memaksanya melakukannya jika ia enggan. 

Tanyakan pada anak, apakah ia mau menyanyi di depan para anggota keluarga atau teman-teman Mama? Jika ia menolak, jangan dimarahi atau dicibir. Pahami ini adalah keputusannya untuk menghalau rasa tidak nyaman dan malu. Memaksa anak melakukan sesuatu yang tak diinginkannya akan memengaruhi harga dirinya secara negatif.

Mendorong si Pemalu agar Mau Berinteraksi

Mendorong si Pemalu agar Mau Berinteraksi
Freepik/noxos

Seorang anak yang terus menggelayuti rok ibunya sepanjang acara, berarti sangat pemalu. Dan hal ini normal bagi anak untuk melalui fase tersebut. Sebagai orangtua, Mama bisa membantunya mengembangkan keterampilan sosialnya kok. Ini langkah-langkahnya:

  1. Mulailah dengan memberitahunya siapa saja yang akan berada di acara nanti dan jelaskan kepadanya bahwa mungkin nantinya ia akan bertemu orang-orang baru yang tidak dikenalnya. 
  2. Jika ia tak mau bersalaman dengan orang baru, tidak apa-apa. Tetapi tetap dorong anak agar berinteraksi dengan orang baru lewat cara lain, misalnya tersenyum atau melambaikan tangan.
  3. Penting untuk tidak meremehkan atau mengejek ketidaknyamanannya, karena bila hal ini dilakukan, maka anak akan mengalami rasa canggung dan takut yang lebih besar. 

Ketika orangtua menuntut anak bersikap sopan, sebaiknya juga memberikan contoh dan batasan bagaimana sopan santun itu diterapkan. Menjaga sopan santun terhadap orang lain memang penting, tetapi menjaga batasan diri dengan berani menyampaikan penolakan yang membuat diri merasa tak nyaman juga tak kalah penting. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.