Ma, Kesabaran itu Bisa Diajarkan pada Anak, Begini Caranya

Memarahi anak karena ia tak mau bersabar menunggu bukanlah cara yang tepat

10 September 2019

Ma, Kesabaran itu Bisa Diajarkan Anak, Begini Caranya
Freepik

Semakin bertambah usia, manusia akan menemui banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Dimulai dari saat masa kanak-kanak. Menunggu giliran memakai mainan, meminta barang yang diinginkan, dan lainnya. Hal-hal kecil bagi orang dewasa yang ternyata menguji kesabaran bagi anak-anak.

Bagi anak usia pra-sekolah hingga sekolah dasar, menunggu sepuluh menit saja adalah konsep yang abstrak baginya. Ketidaksabaran ini bisa berwujud tangisan, kemarahan bahkan tantrum. Untuk anak yang masih berusia balita, orangtua mungkin masih bisa memakluminya. Tetapi, jika anak tidak dididik soal kesabaran sejak dini, hal ini akan berdampak pada kehidupan sosial, terlebih kehidupan sosialnya kelak.

Lalu, bagaimana cara mengajarkan kesabaran pada anak? Berikut tips dari Popmama.com, dilansir dari parents.com:

Jadilah Role Model

Jadilah Role Model
Rawpixel/378565

Anak adalah peniru yang baik. Untuk itu, cara terbaik mengajarkannya adalah lewat role model sehari-hari. Orangtua, khususnya. Jika hanya lewat kata-kata, anak tidak mendapat gambaran nyata. 

Bila orangtua menyuruh anak sabar, sementara dalam keseharian ternyata orangtua menunjukkan sikap-sikap yang bertentangan, anak melihat, mempelajari dan menirunya. 
 

Mengalihkan Perhatiannya

Mengalihkan Perhatiannya
Freepik/prostooleh

Anak-anak berpikir tentang apa yang bisa ia dapatkan saat itu juga. Inilah yang membuatnya sulit diminta bersabar. Tetapi, kabar baiknya, perhatian anak-anak masih sangat mudah dialihkan. Misalnya saat Mama mengajaknya mengantri dalam antrian yang cukup panjang, carilah hal menyenangkan yang membuatnya tidak bosan. Menghitung jumlah troli, bermain tebak-tebakan dan sebagainya.

Editors' Picks

Menyibukkan Diri Lewat Hiburan-hiburan Kecil

Menyibukkan Diri Lewat Hiburan-hiburan Kecil
Freepik

Hampir sama dengan teknik mengalihkan perhatian, terkadang ada hal-hal yang memang terasa membosankan. Anak tidak suka hanya disuruh duduk diam dan menunggu. Jadi, saat ia mengajak bermain sementara Mama masih harus melipat baju, temukan permainan dalam kesibukan itu.

"Mama masih harus melipat baju sampai selesai. Nanti Kakak bisa main sama Mama setelah pekerjaan ini selesai ya. Yuk, kita main mengelompokkan baju sesuai warnanya." 

Memberikan Pemahaman tentang Konsekuensi

Memberikan Pemahaman tentang Konsekuensi
PBS

Berikan pemahaman tentang situasi, termasuk konsekuensi. Misalnya, "Menunggu itu memang bikin nggak sabar, ya? Tapi setelahnya, kamu bisa naik sepeda sepuasnya lho." Di lain waktu saat ia berada dalam situasi yang sama, ingatkan kembali pengalamannya. "Ingat nggak waktu dulu Kakak menunggu naik sepeda? Kita bisa nyanyi-nyanyi atau menghitung jumlah balon. Dulu Kakak hebat lho, mau menunggu giliran. Yuk, kita lakukan lagi." 

Pelajaran kesabaran seringkali terlupakan oleh orangtua. Saat anak mulai menunjukkan sikap tak nyaman, orangtua cenderung memarahinya. Akan tetapi, kemarahan bukanlah cara yang tepat membuat anak mau bersabar. Berikan pemahaman, pengertian dan metode secara bertahap hingga ia akhirnya mengerti bagaimana caranya melatih kesabarannya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;