6 Cara Antimainstream Meningkatkan Nafsu Makan Anak

Tips unik yang membukakan mata para orangtua yang bergelut dengan masalah nafsu makan anak

8 November 2019

6 Cara Antimainstream Meningkatkan Nafsu Makan Anak
freepik/Nensuria

Di masa tumbuh kembangnya, anak memerlukan asupan gizi seimbang. Tak hanya perkara makanan yang enak, tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitaminnya. 

Bukan hanya balita saja lho, Ma, yang suka memilih-milih makanan alias picky eater. Nyatanya, anak yang lebih besar pun masih membawa kebiasaan memilih-milih makanan. Terkadang, nafsu makan anak pun menurun. Padahal di masa-masa aktifnya ini ia butuh mengonsumsi makanan dan minuman yang cukup sebagai pasokan energinya.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan nafsu makan anak? Mama mungkin sudah banyak mendengar tips meningkatkan nafsu makan anak yang beredar, tapi yang berikut masih jarang diungkapkan. Berikut Popmama.com merangkum enam cara unik dan belum populer untuk meningkatkan nafsu makan anak, dilansir dari firstcry.com:

1. Minum air putih sebelum makan

1. Minum air putih sebelum makan
Freepik

Sesaat setelah bangun tidur atau setengah jam sebelum makan, air putih sangatlah penting bagi tubuh. Pertama, air putih akan menghidrasi tubuh dan menggantikan cairan yang hilang. Kedua, dengan minum air putih, sistem pencernaan akan lebih siap menyambut kedatangan makanan. Kedua alasan inilah yang membantu mengatur ulang nafsu makan anak sehingga ia akan merasa lapar.

2. Mengubah struktur makanan

2. Mengubah struktur makanan
Freepik/Angelina-Zinovieva

Orang dewasa umumnya memiliki patokan frekuensi makan sebanyak tiga kali sehari, tanpa masalah. Tetapi pada anak-anak, frekuensi makan ini bisa berbeda karena mereka sedang dalam puncak masa pertumbuhan. Energi yang dikeluarkan anak dalam beraktivitas bisa dibilang cukup tinggi. Sistem pencernaannya pun perlu dukungan asupan makanan yang cukup.

Oleh karenanya, ketimbang menerapkan frekuensi makan tiga kali sehari, sebaiknya pecah porsi-porsinya menjadi lebih sedikit tetapi sering. Cara ini akan membuat tenaga mereka selalu terisi dan membantu mereka makan dalam jumlah yang cukup.

3. Mengurangi konsumsi susu yang berlebihan

3. Mengurangi konsumsi susu berlebihan
Freepik

Segelas susu di pagi hari seringkali dianggap orangtua bisa mencukupi kebutuhan nutrisi dan energi anak hingga siang hari. Memang, susu mengandung nutrisi yang baik, tetapi segelas susu saja tidak cukup. Konsumsi susu yang berlebihan akan menekan nafsu makan anak dalam mengonsumsi makanan berat. Susu dan produk olahan susu lainnya sebaiknya diberikan dalam takaran sedang dan sifatnya sebagai alternatif, bukan makanan utama.

Editors' Picks

4. Memasukan kacang sebagai camilan

4. Memasukan kacang sebagai camilan
Pixabay/Cgdsro

Kacang adalah salah satu dari sedikit makanan yang bersifat kondusif untuk mendukung nafsu makan. Kacang panggang populer dikonsumsi sebagai camilan atau hidangan pembuka. Mama bisa menyiapkan roti dengan selai mentega sebagai menu sarapan atau bekal sekolah, sedangkan kacang-kacangan panggang sebagai camilan di tengah hari.

5. Menciptakan kondisi lingkungan yang sejuk

5. Menciptakan kondisi lingkungan sejuk
Pexels/Naomi Shi

Percayakah Mama, kondisi lingkungan turut mengubah selera makan orang dewasa maupun anak-anak. Di musim dingin atau berada di tempat dingin, orang akan cenderung makan dua kali lipat lebih banyak. Suhu di sekitar memengaruhi bagaimana tubuh kita menggunakan energi agar terasa tetap hangat. Dengan kondisi lingkungan yang dingin atau sejuk, proses metabolisme akan berada pada kecepatan normal sehingga rasa lapar pun akan lebih konsisten.

6. Memperbanyak aktivitas fisik

6. Memperbanyak aktivitas fisik
Freepik/Jcomp

Aktivitas fisik akan menguras energi tubuh, yang akan merangsang sistem pencernaan. Rasa lapar pun muncul. Untuk itu, penting meningkatkan aktivitas fisik anak agar nafsu makannya bertambah. Umumnya, anak-anak yang terlibat aktif dalam kegiatan olahraga jarang mengalami masalah makan.

Itu dia enam hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan nafsu makan anak. Apakah anak Mama sedang mengalaminya? Semoga informasi ini dapat menginspirasi ya!

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!