5 Penyakit dan Gangguan yang Sebaiknya Anak Tidak Masuk Sekolah

Awas menularkannya pada anak lain dan membuat kondisi anak makin memburuk

30 November 2021

5 Penyakit Gangguan Sebaik Anak Tidak Masuk Sekolah
Pexels/Gustavo Fring

Saat ini, sebagian besar sekolah di Indonesia telah menjalani pembelajaran tatap muka kembali. Itu artinya anak-anak akan bertemu dengan teman-temannya dan berinteraksi intens saat berkegiatan di sekolah. 

Kegembiraan anak saat mulai masuk sekolah tentunya beriringan dengan risiko yang harus dihadapi. Salah satunya adalah penyakit menular. Selain Covid-19, berikut ini Popmama.com merangkum beberapa penyakit dan gangguan yang sebaiknya anak tidak masuk sekolah kita mengalaminya, dilansir dari MyHSPediatric:

1. Demam

1. Demam
Freepik

Ada berbagai pertimbangan tentang apakah anak tetap boleh masuk sekolah saat ia demam. Memang, ada demam yang bukan mengindikasikan penyakit serius. Namun, alangkah lebih baiknya apabila saat demam anak beristirahat di rumah untuk mencegah penyebaran penyakit yang belum diketahui. 

Selain itu, dengan beristirahat di rumah, anak akan cepat pulih.

Editors' Picks

2. Mual, muntah, dan diare

2. Mual, muntah, diare
Freepik/Kwanchaichaiudom

Mual, muntah, dan diare bisa disebabkan karena hal-hal selain penyakit menular. Tetapi sebaiknya anak tidak masuk sekolah ketika sakit perut. Sakit perut membuat anak tidak nyaman dan tidak dapat berpartisipasi dalam kegiatan belajar secara maksimal. 

Diare dan muntah juga dapat disebabkan karena virus yang menular. Oleh karenanya penyakit ini dapat menyebar dengan cepat ke anak-anak maupun orang dewasa di sekolah. 

3. Kurang tidur

3. Kurang tidur
Freepik/Gpointstudio

Meski ini bukanlah penyakit menular, tetapi apabila anak kurang tidur dan mengalami kelelahan, alangkah lebih baiknya jika mereka tetap beristirahat di rumah. Terutama jika anak tidak bisa tidur di malam hari karena masalah seperti kesulitan bernapas, batuk, atau sakit perut. Kondisi ini tidak memungkinkan pula untuk anak berangkat ke sekolah keesokan harinya. 

4. Ruam dan luka mulut yang belum terdiagnosis

4. Ruam luka mulut belum terdiagnosis
Freepik/Natusm

Apabila orangtua mendapati adanya ruam dan luka pada mulut anak yang belum pernah terlihat sebelumnya, biarkan anak tetap di rumah. Patsikan ia tidak pergi ke sekolah sampai ruam dan luka tersebut didiagnosis oleh dokter bahwa itu bukan tanda sesuatu yang menular. 

5. Perilaku tidak seperti biasanya

5. Perilaku tidak seperti biasanya
Pixabay/publicdomainpictures

Jika anak tidak bertingkah seperti dirinya biasanya, hal ini bisa mengindikasikan bahwa anak mulai sakit. Sama seperti orang dewasa, anak pun bisa merasa tidak nyaman atau mengalami suasana hati yang buruk. Hal ini ditunjukkan lewat perilaku seperti lesu, kehilangan nafsu makan, atau mogok ke sekolah. 

Jika perilaku ini menetap atau memburuk, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak atau psikolog.

Itulah lima penyakit atau gangguan yang mana anak sebaiknya tidak masuk sekolah untuk sementara. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.