Masuk Sekolah atau Tidak, Ya? 5 Penyakit Ini Patut Jadi Pertimbangan

Jangan hanya memikirkan kondisi anak Mama, tetapi juga dampak penularannya terhadap sekitar

10 Desember 2019

Masuk Sekolah atau Tidak, Ya 5 Penyakit Ini Patut Jadi Pertimbangan
Freepik/Prostooleh

Bagi anak-anak, pergi ke sekolah adalah hal yang menimbulkan "love-hate relationship". Di satu sisi, bermain bersama teman-teman di sekolah membuat mereka sangat bersemangat. Tetapi, di sisi lain ada kalanya anak malas ke sekolah karena belum mengerjakan PR atau bermasalah dengan lingkungan sosialnya. 

Mama mungkin bukan hanya sekali-dua kali mendengar alasan anak sakit sehingga tidak mau masuk sekolah. Tetapi pada kondisi kesehatan tertentu, anak memang harus istirahat di rumah. Berikut ini Popmama.com merangkum 5 penyakit yang mengharuskan anak mama beristirahat di rumah:

1. Demam

1. Demam
Freepik/peoplecreations

Suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius mengindikasikan anak sedang demam dan sebaiknya ia tidak pergi ke sekolah. Memang, tak semua demam merupakan tanda infeksi. Bisa jadi karena tubuh anak sedang berupaya menangkal virus dan bakteri. 

Meski telah minum obat penurun demam, sebaiknya anak beristirahat di rumah karena kemungkinan virus penyebab demam akan menular. Sebaiknya anak masuk kembali ke sekolah setelah bebas demam selama 24 jam. 

2. Muntaber

2. Muntaber
romper.com

Bila anak Mama mengalami muntaber, ini lampu merah terang-benderang agar anak tidak pergi ke sekolah atau pun daycare. Tak peduli apakah mereka tetap terlihat baik-baik saja, muntaber ini bisa menular selama sehari atau lebih. Aturan 20-24 jam yang sama dengan demam, berlaku pula untuk muntaber. 

Jangan biarkan kondisi ini menjadi pemicu penularan wabah di lingkungan sekitar anak. Segera periksakan anak ke dokter. 

Editors' Picks

3. Rasa sakit yang parah

3. Rasa sakit parah
Freepik/yanukit

Bila anak mama menderita sakit kepala ringan atau sehabis jatuh, kemungkinan tidak jadi masalah besar tetap mengantarkannya masuk ke sekolah setelah mengobatinya. Tetapi jika rasa sakitnya berlebih dan membuat anak terlihat tersiksa karenanya, jangan disepelekan.

Rasa sakit merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan secara seksama. Biarkan mereka beristirahat di rumah dan hubungi dokter anak untuk berkonsultasi tentang kondisinya.

4. Batuk dan masalah pernapasan

4. Batuk masalah pernapasan
Freepik

Anak usia sekolah masih sangat rentan terhadap wabah penularan penyakit. Terutama, batuk. Batuk bukanlah hal yang bisa dianggap enteng. Selain mudah menular, juga akan mengganggu konsentrasi belajar anak dan membuat anak tak nyaman dalam beraktivitas dan berinteraksi sosial. 

Konsultasikan pada dokter jika Mama mendapati pula adanya tanda napas yang berat atau berbeda dari biasanya. 

5. Sakit mata

5. Sakit mata
Flo.health

Sakit mata atau conjunctivitis sangat mudah menular lewat kontak dengan benda atau bagian tubuh yang menyentuh mata yang terinfeksi. Sakit mata dapat berlangsung selama dua mingguan. Sebaiknya anak beristirahat di rumah terlebih dahulu. Anak bisa kembali bersekolah 24 jam setelah memulai pengobatan. 

Bila Mama tak yakin dengan keputusan apakah tetap meminta anak beristirahat di rumah atau boleh masuk sekolah, mintalah saran dari dokter anak. Tak masalah jika anak ketinggalan pelajaran selama 1-2 hari ketimbang membawa wabah penyakit atau memperparah kondisi kesehatan anak. 

Semoga informasi ini membantu!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!