4 Tingkat Kematangan Pisang, Beda Warna, dan Beda Kandungan Gizi

Ternyata bukan cuma warnanya yang berbeda, tingkat kematangannya juga memengaruhi kandungan gizinya

15 Oktober 2021

4 Tingkat Kematangan Pisang, Beda Warna, Beda Kandungan Gizi
Pexels/Louis Quintero

Siapa yang tak suka pisang? Pisang punya rasa yang enak dengan nilai gizi yang tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Di Indonesia, buah yang satu ini sangat melimpah dan banyak jenisnya. 

Tahukah kamu, warna pisang ternyata berpengaruh terhadap nilai gizi yang dikandungnya lho. Yuk kali ini Popmama.com akan ajak kamu mengenali 4 warna tingkat kematangan pisang:

1. Warna pisang hijau

1. Warna pisang hijau
Freepik/mrsiraphol

Pisang yang berwarna hijau bermanfaat bagi mereka yang sedang dalam usaha untuk mengontrol kadar gula darah. Pisang yang hijau rendah indeks glikemik, sehingga menjadi camilan yang ideal buat mereka yang harus menjaga kadar gula darah tetap rendah. 

Pisang yang masih muda akan memberikan rasa kenyang lebih lama. Dengan cara ini, kita akan makan lebih sedikit sehingga mengurangi kemungkinan makan camilan tidak sehat secara berlebihan. 

Editors' Picks

2. Warna pisang kuning

2. Warna pisang kuning
Pexels/Alexandar Pasaric

Di tahap ini, pisang berwarna kuning cerah dengan tanpa bintik-bintik pada kulit. Pisang warna kuning punya rasa yang jauh lebih manis ketimbang pisang yang masih hijau. 

Pisang warna kuning adalah pisang yang sudah matang sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh. Kalau kamu mengalami masalah pencernaan, misalnya sembelit, pisang warna kuning bisa jadi pilihan untuk melancarkan buang air besar.

Selain itu, pisang yang sudah berwarna kuning mengandung antioksidan tinggi yang melindungi tubuh dari radikal bebas berbahaya pemicu penyakit.

3. Warna pisang kuning dengan bintik-bintik coklat

3. Warna pisang kuning bintik-bintik coklat
Pixabay/12879854

Pisang kuning berbintik menandakan pisang yang sudah tua, tetapi masih banyak mengandung antioksidan. Ketika pisang sudah sangat matang, kandungan di dalamnya dipecah menjadi lebih banyak gula dan antioksidan. Walaupun di tahap ini pisang rasanya sangat enak dan manis, tetapi tahapan tersehat dari pisang tersebut sudah lewat.

4. Warna cokelat

4. Warna cokelat
Freepik/Saiko3p

Saat pisang sudah berwarna coklat dan lembut, kebanyakan orang enggan lagi memakannya karena teksturnya sudah tidak menarik lagi. Pada tahap ini, kandungan gula pada pisang jauh lebih tinggi sehingga harus dihindari oleh penderita diabetes atau mereka yang bermasalah dengan kadar gula darah. 

Tetapi pisang yang warnanya sudah cokelat ini jangan dibuang ya. Pisang ini memiliki beberapa manfaat kesehatan, seperti mengandung triptofan yang membantu mengurangi stres dan kecemasan, serta kaya nutrisi untuk meningkatkan kesehatan otot dan tulang.

5. Kandungan nutrisi dalam pisang

5. Kandungan nutrisi dalam pisang
Pixabay/SpencerWing

Pisang dikenal sebagai buah yang bersahabat dengan pencernaan. Pektin, serat yang terkandung dalam pisang muda dan pati resisten, ditemukan pada pisang mentah. Pati resisten menjadi sumber mkanan bagi flora di usus. Hal ini mencegah kesehatan usus dengan mencegah peradangan dan menjaga dari kerentanan terhadap penyakit. 

Selain itu, pisang rendah kalori. Dalam satu buah pisang mengandung kurang dari 100 kalori sehingga cocok untuk camilan diet. Walaupun kalorinya rendah, buah pisang mengenyangkan, menguatkan otot, serta menjadi bahan bakar untuk pembakaran sebelum hingga sesudah berolahraga. 

Itulah beberapa serba-serbi tingkat kematangan pisang yang menarik diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.