Yuk, Ubah Kebiasaan Konsumsi Gula pada Anak dalam 30 Hari

Jangan sampai kebablasan karena dampaknya bisa buruk untuk kesehatan anak jangka panjang

23 Maret 2020

Yuk, Ubah Kebiasaan Konsumsi Gula Anak dalam 30 Hari
Pexels/Pixabay

Gula ada di sekitar kita, itu adalah fakta yang tak bisa dipungkiri. Bahkan, gula tersembunyi dalam makanan dan minuman yang berlabel 'bebas gula'. Ironisnya, dilansir dari parents.com, konsumsi gula oleh anak-anak usia empat hingga delapan tahun mencapai 50 pon atau setara dengan 22,6 kg per tahunnya.

Jumlah yang sangat banyak dan tidak disadari siapapun, Ma.

Dampak Konsumsi Gula Berlebih pada Anak

Dampak Konsumsi Gula Berlebih Anak
telegraph.co.uk

Konsumsi gula berlebih di usia dini dapat menumpuk risiko-risiko penyakit yang akan dihadapi anak di kemudian hari. Jangan menyepelekannya. Jangan sampai konsumsi gula berlebih menjadi bom waktu yang akan meledak saat anak tumbuh dewasa nanti. 

Pada dasarnya, secara biologis tubuh anak terprogram memilih rasa manis yang lebih tinggi ketimbang orang dewasa. Gula tinggi akan kalori dan tubuh kia berevolusi di lingkungan yang miskin kalori sehingga secara adaptif, tubuh kita akan ketagihan gula. Akibatnya, kita selalu menginginkan makanan manis sejak usia dini dan tidak mereda hingga usia remaja.

Studi menemukan bahwa anak yang mengonsumsi gula berlebih, bahkan jika itu hanya dua porsi minuman manis per hari, lebih tinggi risiko mengalami penyakit jantung, diabetes dan keduanya. Laporan dari Vanderbilt Universitu School of Medicine menemukan bahwa anak berusia tiga hingga sebelas tahun yang minum 12 ons minuman manis, secara signifikan mengalami peningkatan protein C-reaktif. Protein ini merupakan indikator berbahaya adanya peradangan pada organ tubuh dan jaringan.

Cegah sebelum terlambat, Mama bisa mengontrol konsumsi gula pada anak dalam waktu 30 hari. Tips dari Popmama.com ini bisa Mama terapkan di rumah.

Minggu ke-1: Ganti Rutinitas Sarapan

Minggu ke-1 Ganti Rutinitas Sarapan
Pexels/Daria shevtsova

Sebagian orangtua di Indonesia memilih menyiapkan sarapan yang praktis dengan sereal, jus kemasan, roti isi selai atau susu bubuk. Padahal, makanan-makanan yang tampaknya sehat dan mengenyangkan ini mengandung banyak gula, baik itu gula alami maupun gula tambahan. 

Mama bisa mengurangi konsumsi gula dengan mengganti menu sarapan. Misalnya, roti isi selai diganti dengan roti isi telur atau membuat omelet telur sayur sebagai alternatifnya. Hindari topping yang cenderung manis, seperti selai kacang, meses, selai cokelat dan sebagainya, dengan keju atau butter. 

Bila anak terbiasa minum susu di pagi hari, hindari memberikan susu kemasan dengan rasa-rasa. Sebaiknya, buat sendiri susu rasa buah dari susu segar, buah strawberry dan sedikit madu. Blender hingga buah menjadi halus dan tercampur merata. Cara ini dapat meminimalkan konsumsi gula tak sehat yang seringkali terdapat pada minuman kemasan.

Editors' Picks

Minggu ke-2: Perhatikan Kebiasaan Mengonsumsi Camilan di Keluarga

Minggu ke-2 Perhatikan Kebiasaan Mengonsumsi Camilan Keluarga
Freepik

Camilan sangatlah penting di masa tumbuh-kembang anak karena merupakan sumber energi tambahan. Akan tetapi, bukan berarti mengonsumsi kukis dan keripik tiap hari diperbolehkan karena alasan ini lho, Ma. Idealnya, konsumsi gula mingguan yang disarankan adalah sebanyak 60 gram yang berasal dari makanan pencuci mulut dan snack. 

Mengapa tidak mengganti cake dan kukis dengan buah-buahan? Ajarkan pada anak bahwa buah-buahan juga merupakan makanan pencuci mulut. Bila anak masih merengek ingin kembali ke kebiasaan lama, Mama bisa menyiasatinya dengan melelehkan dark chocolate 70 persen sebagai celupan buah. 

Minggu ke-3: Bersih-bersih Dapur, Kulkas dan Pantry

Minggu ke-3 Bersih-bersih Dapur, Kulkas Pantry
Pexels/icon0.com

Salah satu godaan untuk mengonsumsi makanan manis adalah karena semuanya tersedia di rumah dan mudah dijangkau anak-anak. Untuk itu, Mama bisa memulainya dengan mengurangi belanja camilan kemasan dan menggantinya dengan edamame, baby carrots, pisang, apel dan buah-buahan lainnya.

Ganti kebiasaan minum minuman kemasan manis dengan membuat infused water atau jus buah segar, serta dorong anak agar lebih banyak minum air putih. 

Minggu ke-4: Membiasakan Minum Minuman Sehat

Minggu ke-4 Membiasakan Minum Minuman Sehat
Freepik/lifemorning

American Academy of Pediatric menyarankan konsumsi setiap hari 180 ml jus yang dibuat dari 100 persen buah segar tanpa tambahan gula untuk anak usia satu hingga enam tahun dan 350 ml untuk anak yang lebih tua. Cara ini dapat mengurangi hingga 50 gram gula tambahan yang biasa dikonsumsi tiap hari. 

Sebagai gantinya, tumbuhkan kebiasaan minum minuman sehat dengan lebih banyak minum air putih. Bisa dalam bentuk infused water sebagai awalan karena masih ada rasa manis yang berasal dari potongan buah yang direndam air. Kemudian, berikan segelas kecil jus buah segar di pagi hari dan susu segar tawar.

Bila anak sudah terbiasa, maka akan sangat mudah membatasi konsumsi gula hariannya. Seperti yang sudah disinggung di atas, gula bersifat seperti candu sehingga jika tidak dibatasi sejak dini, anak akan ketagihan dan mengonsumsinya dalam jumlah lebih besar dari hari ke hari.

Semoga menginspirasi ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.