5 Perbedaan Satir dan Sarkas Beserta Contohnya

Sindir atau menyidir merupakan hal yang kerap dan lumrah dilakukan masyarakat. Biasanya hal itu terjadi karena ketidaksetujuan seseorang dalam suatu masalah atau tidak sependapat. Dalam dunia majas, ada dua majas yang dapat digunakan saat menyampaikan sindiran tersebut.
Nah, untuk lebih lanjut mengetahui perbedaan kedua majas satir dan majas sarkas, aku sudah rangkum ulasan selengkapnya mengenai 5 Perbedaan Satir dan Sarkas Beserta Contohnya.


Yuk, simak bersama-sama ulasan selengkapnya mengenai 5 Perbedaan Satir dan Sarkas Beserta Contohnya di bawah ini!


Pengertian Satir dan Sarkas


Dikutip dari buku Catatan Ringkas Stilistika (2014) oleh Andri Wicaksono, satire merupakan majas yang digunakan untuk penolakan, kritik, atau sindirian terhadap suatu gagasan, kebiasaan, atau ideologi dalam balutan komedi atau sebagau bahan tawaan. 
Sedangkan, sarkasme adalah majas yang digunakan untuk menyampaikan kritik maupun penolakan dengan cara lebih keras dan kasar. Dalam sarkasme, penolakan maupun kritik disampaikan melalui celaan atau ejekan.

Perbedaan Satir dan Sarkas


Dari pengertian antara satire dan sarkasme, memang terlihat sama, tetapi sebenarnya, ada beberapa perbedaan dari berbagai sisi. Berikut perbedaan antara satire dan sarkasme: 

 

  • Satire Sarkasme Kata-kata sindiran disampaikan secara halus. Sedangkan sakrasme, kata-kata sindiran disampaikan secara kasar atau tidak sopan.
  • Biasanya, sindiran satire dibalut dengan komedik. Sedangkan, sindiran sarkasme disampaikan secara serius serta penuh emosi.
  • Satire lebih teratur dan memiliki ketentuan bait tersendiri seperti puisi. Sedangkan, sarkasme biasanya diungkapkan melalui bentuk dialog.
  • Satire hanya berisi sindiran halus. Sedangkan, sarkasme terdapat kata-kata ejekan di dalamnya. 
  • Satire memiliki tujuan untuk menarik orang-orang dalam mencari kebenaran. Sedangkan, sarkasme memiliki tujuan untuk menyampaikan ketidaksukaannya terhadap suatu hal.

Contoh Satir dan Sarkas

 

Satir

  1. Kau terlalu panas sampai memerlukan air es untuk disiram ke kepala kau. 
  2. Kamu kebanyakan makan cabai, ya? Mulutmu pedas sekali. 
  3. Badanmu tidak bisa diam seperti cacing kepanasan. Apa segugup itu kah kamu?
  4. Kurang banyak makanan kau ambil, selapar itu kah? 

Sarkasme 

  1. Dasar tidak tahu diri! Masih saja mau utang, padahal utangmu yang lama belum dibayar. 
  2. Apa kamu tidak punya mulut? Apa susah untuk menyampaikan opinimu? 
  3. Setiap melihat kelakuanmu, kadang aku ingin mual. 
  4. Gunakan kepalamu untuk berpikir, bukan mulut untuk komentar tidak jelas.


Nah, itulah tadi ulasan selengkapnya mengenai 5 Perbedaan Satir dan Sarkas Beserta Contohnya. Semoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan!

Baca juga:

Sindir atau menyidir merupakan hal yang kerap dan lumrah dilakukan masyarakat. Biasanya hal itu terjadi karena ketidaksetujuan seseorang dalam suatu....

Sindir atau menyidir merupakan hal yang kerap dan lumrah dilakukan masyarakat. Biasanya hal itu terjadi karena ketidaksetujuan seseorang dalam suatu masalah atau tidak sependapat. Dalam dunia majas, ada dua majas yang dapat digunakan saat menyampaikan sindiran tersebut.
Nah, untuk lebih lanjut mengetahui perbedaan kedua majas satir dan majas sarkas, aku sudah rangkum ulasan selengkapnya mengenai 5 Perbedaan Satir dan Sarkas Beserta Contohnya.


Yuk, simak bersama-sama ulasan selengkapnya mengenai 5 Perbedaan Satir dan Sarkas Beserta Contohnya di bawah ini!


Pengertian Satir dan Sarkas


Dikutip dari buku Catatan Ringkas Stilistika (2014) oleh Andri Wicaksono, satire merupakan majas yang digunakan untuk penolakan, kritik, atau sindirian terhadap suatu gagasan, kebiasaan, atau ideologi dalam balutan komedi atau sebagau bahan tawaan. 
Sedangkan, sarkasme adalah majas yang digunakan untuk menyampaikan kritik maupun penolakan dengan cara lebih keras dan kasar. Dalam sarkasme, penolakan maupun kritik disampaikan melalui celaan atau ejekan.

Perbedaan Satir dan Sarkas


Dari pengertian antara satire dan sarkasme, memang terlihat sama, tetapi sebenarnya, ada beberapa perbedaan dari berbagai sisi. Berikut perbedaan antara satire dan sarkasme: 

 

  • Satire Sarkasme Kata-kata sindiran disampaikan secara halus. Sedangkan sakrasme, kata-kata sindiran disampaikan secara kasar atau tidak sopan.
  • Biasanya, sindiran satire dibalut dengan komedik. Sedangkan, sindiran sarkasme disampaikan secara serius serta penuh emosi.
  • Satire lebih teratur dan memiliki ketentuan bait tersendiri seperti puisi. Sedangkan, sarkasme biasanya diungkapkan melalui bentuk dialog.
  • Satire hanya berisi sindiran halus. Sedangkan, sarkasme terdapat kata-kata ejekan di dalamnya. 
  • Satire memiliki tujuan untuk menarik orang-orang dalam mencari kebenaran. Sedangkan, sarkasme memiliki tujuan untuk menyampaikan ketidaksukaannya terhadap suatu hal.

Contoh Satir dan Sarkas

 

Satir

  1. Kau terlalu panas sampai memerlukan air es untuk disiram ke kepala kau. 
  2. Kamu kebanyakan makan cabai, ya? Mulutmu pedas sekali. 
  3. Badanmu tidak bisa diam seperti cacing kepanasan. Apa segugup itu kah kamu?
  4. Kurang banyak makanan kau ambil, selapar itu kah? 

Sarkasme 

  1. Dasar tidak tahu diri! Masih saja mau utang, padahal utangmu yang lama belum dibayar. 
  2. Apa kamu tidak punya mulut? Apa susah untuk menyampaikan opinimu? 
  3. Setiap melihat kelakuanmu, kadang aku ingin mual. 
  4. Gunakan kepalamu untuk berpikir, bukan mulut untuk komentar tidak jelas.


Nah, itulah tadi ulasan selengkapnya mengenai 5 Perbedaan Satir dan Sarkas Beserta Contohnya. Semoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan!

Baca juga:

dua majas yang paling sering dugunakan dalam stand up comedy