6 Hari Besar Keagamaan Islam dan Sejarahnya

group-image

Hari Raya Islam bukan sekadar perayaan tradisional; ini adalah momen kebahagiaan, sukacita, dan persatuan bagi umat Muslim. Ini adalah waktu ketika keluarga berkumpul, teman-teman bersilaturahmi, dan umat Muslim merasakan kedekatan dengan Allah melalui ibadah, doa, dan amal. Lantas apa saja 6 Hari Besar Keagamaan Islam dan Sejarahnya? Yuk cari tau jawabannya di tulisan ini.

6 Hari Besar Keagamaan Islam dan Sejarahnya

1. Hari Raya Idul Fitri

Hari Raya Idul Fitri, juga dikenal sebagai Lebaran, merupkan perayaan yang penuh makna bagi umat Islam di seluruh dunia. Perayaan ini muncul setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan, di mana umat Islam menahan diri dari makan dan minum dari fajar hingga matahari terbenam sebagai bentuk pengorbanan dan peningkatan spiritual. Ramadan juga menandai bulan di mana Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dan dalam rangkaian perayaan ini, Lailat al-Qadr, malam penuh keberkahan, sangat dihargai.

Seiring berakhirnya Ramadan, umat Islam melanjutkan perayaan dengan membayar zakat al-Fitr, menyumbangkan sebagian dari rezeki mereka untuk membantu sesama yang membutuhkan. Zakat ini tidak hanya berupa bentuk solidaritas sosial, tetapi juga sebagai sarana untuk membersihkan jiwa dari sifat serakah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan membayar zakat al-Fitr, umat Islam menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang diterima selama bulan Ramadan dan berusaha memastikan bahwa semua orang dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan layak.

Puncak perayaan Idul Fitri terjadi pada hari itu sendiri, di mana umat Islam berkumpul untuk melaksanakan salat Idul Fitri. Tradisi saling maaf-memaafkan dan berkunjung ke rumah saudara, teman, serta tetangga menjadi ciri khas perayaan ini.

2. Hari Raya Idul Adha

Hari Raya Idul Adha, juga dikenal sebagai Hari Raya Haji, merupakan salah satu hari raya penting dalam agama Islam. Perayaan ini menandai pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Isma'il AS, sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah.

Sejarah Hari Raya Idul Adha berakar pada kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya Isma'il AS. Menurut legenda Islam, Ibrahim menerima perintah dari Allah dalam mimpinya untuk mengorbankan putranya sebagai bentuk pengorbanan dan ketaatan kepada Tuhan. Meskipun sulit, baik Ibrahim maupun Isma'il bersedia menaati perintah Allah. Namun, ketika Ibrahim hendak menyembelih Isma'il, Allah mengirimkan domba yang disembelih sebagai gantinya, sebagai bentuk ujian dan kesetiaan yang tak tergoyahkan.

Pada hari ini, umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban, seperti domba, sapi, atau kambing. Hewan kurban ini kemudian dibagi-bagikan kepada keluarga sendiri, tetangga, dan mereka yang membutuhkan, termasuk fakir miskin dan orang-orang yang kurang mampu. Selain itu, Hari Raya Idul Adha juga menandai akhir pelaksanaan ibadah haji, yang merupakan salah satu dari Lima Pilar Islam.

3. Tahun Baru Hijriyah

Tahun baru Hijriyah atau Awal Muharram, dikenal sebagai Hari Tahun Baru Islam, adalah perayaan yang menandai awal tahun dalam kalender Hijriyah. Kalender Hijriyah dimulai pada tahun 622 Masehi, pada saat Nabi Muhammad SAW hijrah (pindah) dari Mekah ke Madinah.

Sejarah Tahun Baru Hijriyah bermula dari hijrah, yang terjadi pada bulan Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah. Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya menghadapi tekanan dan persekusi di Mekah, sehingga mereka hijrah ke Madinah, yang disebut sebagai Hijrah atau Hjirah.  Peristiwa hijrah tersebut memiliki dampak besar dalam sejarah Islam dan menjadi titik awal perhitungan waktu dalam kalender Hijriyah.

Perayaan Tahun Baru Hijriyah biasanya diisi dengan doa, refleksi, dan kegiatan keagamaan. Meskipun perayaan ini tidak sebanyak perayaan Idul Fitri atau Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia tetap memperingatinya sebagai momen bersejarah dalam sejarah Islam.

4. Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Perayaan ini adalah momen penting untuk mengenang, menghormati, dan merenungkan kelahiran Rasulullah SAW. 

Sejarah Hari Maulid berkaitan dengan keinginan umat Muslim untuk mengenang dan merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang peringatan Maulid, dan beberapa ulama menunjukkan bahwa Nabi Muhammad dan para sahabatnya tidak merayakan kelahiran mereka sendiri. Di sisi lain, beberapa kelompok dalam masyarakat Muslim menyelenggarakan perayaan ini sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi.

Perayaan ini dapat melibatkan kegiatan seperti ceramah agama, shalawat (pujian) kepada Nabi Muhammad, khataman Al-Quran, dan kegiatan sosial. Beberapa kelompok juga mengadakan parade, pawai, atau acara-acara khusus untuk merayakan Maulid.

5. Isra Mikraj

Hari Isra Mikraj, yang merupakan peringatan dua peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, memancarkan makna spiritual dan keagungan dalam tradisi Islam. Isra, peristiwa perjalanan malam dari Masjid al-Haram di Mekah ke Masjid al-Aqsa di Yerusalem. Di Masjid al-Aqsa, tempat para nabi dan rasul berkumpul, Nabi Muhammad melaksanakan salat bersama mereka, menggarisbawahi kesatuan ajaran agama yang diutuskan oleh Allah kepada para utusan-Nya.

Mikraj, peristiwa kenabian setelah Isra, membawa Nabi Muhammad melalui langit-langit tujuh, memperoleh berbagai wawasan spiritual dan pesan-pesan ilahi. Komunikasi langsung dengan Allah terjadi selama Mikraj, di mana Nabi Muhammad diberikan kewajiban salat lima waktu sehari semalam. Perjalanan ini juga memungkinkan Nabi melihat mukjizat-mukjizat Allah serta bertemu dengan para nabi lainnya, memperkuat ikatan spiritual antara Nabi Muhammad dan para rasul Allah yang datang sebelumnya.

6. Hari Nuzulul Quran

Nuzulul Qur'an mengenang malam saat Rasulullah SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira pada tanggal 17 Ramadhan tahun 610 M. Malam ini penuh berkah, karena Al-Qur'an diturunkan ke bumi. Nuzulul Qur'an menciptakan dasar utama Al-Qur'an sebagai petunjuk spiritual dan hukum bagi umat Islam. 

Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad dan menyampaikan ayat pertama dari surah Al-'Alaq, yang memulai rangkaian wahyu-wahyu ilahi yang membentuk dasar ajaran Islam. Wahyu pertama tersebut menekankan pentingnya membaca dan mencari ilmu, dengan Allah yang Maha Pemurah sebagai Pengajar yang mengajarkan manusia melalui perantaraan kalam-Nya. 

Hari Nuzulul Quran memberikan penghormatan khusus terhadap Al-Quran, kitab suci umat Islam, yang memberikan petunjuk hidup, norma etika, dan pedoman spiritual. Peringatan hari ini biasanya disertai dengan kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti pembacaan Al-Quran, ceramah, dan diskusi tentang nilai-nilai yang terkandung dalam wahyu Allah.

Nah itu dia 6 Hari Besar Keagamaan Islam dan Sejarahnya. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan Mama ya!

Baca juga: