10 Fakta dan Mitos Seputar Operasi Caesar

Mama berencana ingin melakukan operasi caesar? Mari mengenal 10 fakta dan mitos seputar operasi caesar terlebih dahulu yuk untuk menambah pengetahuan. Umumnya, melahirkan secara caesar dipilih karena melihat kondisi kehamilan yang berisiko tinggi.

Berikut adalah 10 fakta dan mitos seputar operasi caesar yang sudah kurangkum:

1. Operasi caesar lebih mudah daripada normal

Faktanya, operasi caesar sama sakitnya dengan persalinan normal bahkan rasa sakitnya cenderung dalam jangka waktu yang lebih lama. Operasi caesar dilakukan dengan cara operasi perut yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lama daripada normal.

Mungkin saat proses operasi tidak merasakan sakit karena diberi suntikan anestesi lokal. Tetapi, masih ada kemungkinan merasakan tarikan, tekanan dan sensasi lainnya selama kelahiran.

2. Gagal sebagai orang perempuan

Cara untuk melahirkan tidak menentukan gagal atau tidaknya Mama menjadi seorang perempuan. Normal ataupun caesar sama-sama merupakan sebuah keajaiban karena berhasil melahirkan seorang anak ke dunia.

3. Bayi akan memiliki sistem imun lebih lemah

Lagi-lagi hal ini hanyalah mitos belaka karena daya tahan dan imun anak tidak berhubungan dengan bagaimana caranya mereka dilahirkan.

4. Dapat menyebabkan bayi menjadi autis

Kelainan autisme yang dialami oleh bayi atau anak sama sekali tidak berkaitan dengan cara lahir.

5. Menghambat produksi ASI

Faktanya adalah Mama bisa memilih metode pembiusan selama operasi caesar. Apabila dilakukan bius total, maka pemberian ASI memang baru bisa dilakukan saat Mama sudah sepenuhnya sadar.

6. Sekali operasi caesar, selamanya akan operasi caesar

Mitos ini tentu tidak tepat karena Mama masih bisa melahirkan normal setelah operasi caesar apabila tidak ada masalah kesehatan pada Mama dan janin.

7. Bayi cenderung memiliki lebih banyak alergi atau asma

Sampai saat ini, masih belum ada bukti secara pasti adanya hubungan antara persalinan caesar dengan anak menjadi memiliki lebih banyak alergi atau asma.

8. Tidak akan mengalami perdarahan postpartum vagina

Faktanya, perempuan yang melahirkan dengan cara caesar mungkin saja mengalami pendarahan pasca bedah caesar seperti seseorang yang melahirkan secara normal atau postpartum vagina.

9. Operasi caesar mengurangi risiko prolaps

Prolaps vagina merupakan suatu kondisi ketika dinding vagina menjadi kendur. Namun, kondisi ini merupakan risiko yang bisa dialami setiap perempuan, terlepas dari persalinan normal maupun caesar.

10. Tidak memiliki jalinan kontak batin dengan bayi jika melahirkan dengan cara caesar

Semua ini tidak benar ya, Ma! Mama tentunya bisa memiliki jalinan kontak bayi segera setelah operasi selesai.

Mama berencana ingin melakukan operasi caesar? Mari mengenal 10 fakta dan mitos seputar operasi caesar terlebih dahulu yuk untuk menambah....

Mama berencana ingin melakukan operasi caesar? Mari mengenal 10 fakta dan mitos seputar operasi caesar terlebih dahulu yuk untuk menambah pengetahuan. Umumnya, melahirkan secara caesar dipilih karena melihat kondisi kehamilan yang berisiko tinggi.

Berikut adalah 10 fakta dan mitos seputar operasi caesar yang sudah kurangkum:

1. Operasi caesar lebih mudah daripada normal

Faktanya, operasi caesar sama sakitnya dengan persalinan normal bahkan rasa sakitnya cenderung dalam jangka waktu yang lebih lama. Operasi caesar dilakukan dengan cara operasi perut yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lama daripada normal.

Mungkin saat proses operasi tidak merasakan sakit karena diberi suntikan anestesi lokal. Tetapi, masih ada kemungkinan merasakan tarikan, tekanan dan sensasi lainnya selama kelahiran.

2. Gagal sebagai orang perempuan

Cara untuk melahirkan tidak menentukan gagal atau tidaknya Mama menjadi seorang perempuan. Normal ataupun caesar sama-sama merupakan sebuah keajaiban karena berhasil melahirkan seorang anak ke dunia.

3. Bayi akan memiliki sistem imun lebih lemah

Lagi-lagi hal ini hanyalah mitos belaka karena daya tahan dan imun anak tidak berhubungan dengan bagaimana caranya mereka dilahirkan.

4. Dapat menyebabkan bayi menjadi autis

Kelainan autisme yang dialami oleh bayi atau anak sama sekali tidak berkaitan dengan cara lahir.

5. Menghambat produksi ASI

Faktanya adalah Mama bisa memilih metode pembiusan selama operasi caesar. Apabila dilakukan bius total, maka pemberian ASI memang baru bisa dilakukan saat Mama sudah sepenuhnya sadar.

6. Sekali operasi caesar, selamanya akan operasi caesar

Mitos ini tentu tidak tepat karena Mama masih bisa melahirkan normal setelah operasi caesar apabila tidak ada masalah kesehatan pada Mama dan janin.

7. Bayi cenderung memiliki lebih banyak alergi atau asma

Sampai saat ini, masih belum ada bukti secara pasti adanya hubungan antara persalinan caesar dengan anak menjadi memiliki lebih banyak alergi atau asma.

8. Tidak akan mengalami perdarahan postpartum vagina

Faktanya, perempuan yang melahirkan dengan cara caesar mungkin saja mengalami pendarahan pasca bedah caesar seperti seseorang yang melahirkan secara normal atau postpartum vagina.

9. Operasi caesar mengurangi risiko prolaps

Prolaps vagina merupakan suatu kondisi ketika dinding vagina menjadi kendur. Namun, kondisi ini merupakan risiko yang bisa dialami setiap perempuan, terlepas dari persalinan normal maupun caesar.

10. Tidak memiliki jalinan kontak batin dengan bayi jika melahirkan dengan cara caesar

Semua ini tidak benar ya, Ma! Mama tentunya bisa memiliki jalinan kontak bayi segera setelah operasi selesai.

thanks mam udah sharing fakta mitosnya