Mitos Orang Jawa Menikah dengan Orang Sunda

Hola, Ma! Sekarang aku bakal sharing informasi mengenai mitos orang Jawa menikah dengan orang Sunda. Mama pernah nggak sih dengar omongan orang Jawa dilarang menikah dengan orang Sunda, begitupun sebaliknya.

Omongan tersebut terjadi secara turun temurun meskipun saat ini mungkin sudah jarang terdengar. Larangan menikah antara suku Jawa dan suku Sunda menjadi sebuah perdebatan dan kontroversi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Jadi apa sebenarnya mitos orang Jawa menikah dengan orang Sunda? 

Mitos itu diduga akibat peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri Putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari negeri Sunda namun berujung tragis. 

Hayam Wuruk jatuh cinta pada Dyah Pitaloka karena sebuah lukisan karya Sungging Prabangkara. Namun, Gajah Mada mengingatkan pada Hayam Wuruk kalau Dyah Pitaloka masih ada hubungan sedarah dengannya sehingga tidak boleh menikah.

Niat buruk Gajah Mada berakibat pada pertempuran antara pasukan Kerajaan Sunda dan tentara Majapahit. Dalam Perang Bubat, hampir semua rombongan Kerajaan Sunda termasuk petinggi-petingginya tewas karena jumlah pasukan yang tak seimbang.

Peristiwa tersebut membuat Dyah Pitaloka melakukan bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Sejak saat itu, terjadilah permusuhan di antara dua kerajaan besar tersebut. 

Akibat perang ini pula dikalangan kerabat Negeri Sunda, diberlakukan peraturan beristri dari luar.

Peraturan tersebut di antaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda atau sebagian lain mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit.

Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.

Sebenarnya semua ini hanyalah mitos belaka, jadi orang Jawa sah-sah saja ingin menikah dengan orang Sunda, begitupun sebaliknya. Semoga bermanfaat ya thread mengenai 'Mitos Orang Jawa Menikah dengan Orang Sunda' ini, Ma! 

Hola, Ma! Sekarang aku bakal sharing informasi mengenai mitos orang Jawa menikah dengan orang Sunda. Mama pernah nggak sih dengar omongan orang....

Hola, Ma! Sekarang aku bakal sharing informasi mengenai mitos orang Jawa menikah dengan orang Sunda. Mama pernah nggak sih dengar omongan orang Jawa dilarang menikah dengan orang Sunda, begitupun sebaliknya.

Omongan tersebut terjadi secara turun temurun meskipun saat ini mungkin sudah jarang terdengar. Larangan menikah antara suku Jawa dan suku Sunda menjadi sebuah perdebatan dan kontroversi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Jadi apa sebenarnya mitos orang Jawa menikah dengan orang Sunda? 

Mitos itu diduga akibat peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri Putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari negeri Sunda namun berujung tragis. 

Hayam Wuruk jatuh cinta pada Dyah Pitaloka karena sebuah lukisan karya Sungging Prabangkara. Namun, Gajah Mada mengingatkan pada Hayam Wuruk kalau Dyah Pitaloka masih ada hubungan sedarah dengannya sehingga tidak boleh menikah.

Niat buruk Gajah Mada berakibat pada pertempuran antara pasukan Kerajaan Sunda dan tentara Majapahit. Dalam Perang Bubat, hampir semua rombongan Kerajaan Sunda termasuk petinggi-petingginya tewas karena jumlah pasukan yang tak seimbang.

Peristiwa tersebut membuat Dyah Pitaloka melakukan bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Sejak saat itu, terjadilah permusuhan di antara dua kerajaan besar tersebut. 

Akibat perang ini pula dikalangan kerabat Negeri Sunda, diberlakukan peraturan beristri dari luar.

Peraturan tersebut di antaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda atau sebagian lain mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit.

Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.

Sebenarnya semua ini hanyalah mitos belaka, jadi orang Jawa sah-sah saja ingin menikah dengan orang Sunda, begitupun sebaliknya. Semoga bermanfaat ya thread mengenai 'Mitos Orang Jawa Menikah dengan Orang Sunda' ini, Ma! 

iyaa aku juga pernah denger mitos ini juga