Berbagi merupakan bagian dari nilai moral dan akhlak yang lekat dalam budaya Indonesia. Sejak dini, anak kerap diajarkan untuk mau meminjamkan mainan atau barang miliknya kepada orang lain sebagai bentuk kepedulian dan empati.
Namun, hal tersebut tak selalu benar. Secara medis, perkembangan anak usia dini belum mampu untuk memahami konsep berbagi. Menurut American Academy of Pediatrics, menegaskan bahwa anak di bawah usia 3 tahun masih berada pada tahap egosentris.
Suatu fase dimana anak hanya fokus mengenal diri dan rasa memiliki. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami bahwa memaksakan berbagi, tentu bukanlah tindakan dan solusi yang tepat.
Untuk memahami informasi ini lebih dalam, berikut ini Popmama.com telah merangkum alasan mengapa memaksakan berbagi dapat berdampak buruk pada anak. Disimak, ya!
