7 Jenis Imunisasi yang Diberikan Anak Hingga Usia 5 Tahun

Imunisasi yang diberikan mampu menjauhkan si Kecil dari penyakit berbahaya.

11 Mei 2021

7 Jenis Imunisasi Diberikan Anak Hingga Usia 5 Tahun
sbcc.sg

Imunisasi merupakan salah satu bagian terpenting dari pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui pemberian imunisasi anak-anak dapat terhindar dari beberapa penyakit berbahaya yang dapat menyerang mereka di usia-usia awal pertumbuhan. 

Imunisasi sendiri merupakan proses pemberian vaksin pada tubuh anak agar membuatnya kebal terhadap penyakit berbahaya yang dapat berujung pada cacat ataupun kematian.

Anak-anak yang menerima imunisasi juga akan menunjukkan gejala yang lebih ringan ketika mereka terjangkit infeksi. 

Anak-anak sebaiknya menerima imunisasi secara rutin, khususnya di usia-usia awal 1-3 tahun. Beberapa vaksin penting yang melindungi si Kecil akan diberikan pada tahapan usia ini agar memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak. 

Beberapa imunisasi penting yang perlu anak-anak peroleh di antaranya seperti vaksin MMR, Hepatitis B, dan lainnya. Popmama.com akan membahas lebih lengkap lagi mengenai imunisasi wajib bagi anak, simak baik-baik ya Ma!

1. MMR

1. MMR
aarp.org

MMR atau vaksin MMR dikenal sebagai salah satu vaksin umum yang melindungi tubuh dari tiga jenis penyakit; campak (measles), gondogan (mumps), dan rubella. Vaksin ini perlu diberikan pada semua golongan usia, dewasa dan juga anak-anak. 

Campak, gondongan, dan rubella sendiri bukanlah penyakit biasa, mereka dapat mengakibatkan penyakit yang lebih parah bahkan fatal. Seperti penyakit gondongan yang dapat mengakibatkan rasa sulit menelan dan penyakit rubella yang dapat mengakibatkan munculnya bercak merah di tubuh. 

Mengingat vaksin ini membantu anak-anak terhindar dari 3 jenis penyakit yang berbahaya, ada baiknya mereka segera memperolehnya di usia-usia awal pertumbuhannya. Pemberiannya sendiri dilakukan dengan cara menyuntikkannya di bagian paha atupun lengan atas anak. MMR diberikan dua kali, pertama ketika anak berusia 12–15 bulan, lalu diberikan kembali saat anak berusia 4–6 tahun.

Melansir dari bounty.com, ada beberapa kontroversi yang mengatakan bahwa pemberian vaksin MMR dapat mengakibatkan autis. Padahal sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali di antara imunisasi MMR dan juga penyakit autis pada anak-anak. 

2. Meningitis B

2. Meningitis B
Pexels/cottonbro

Meningitis B merupakan vaksin yang perlu si Kecil dapatkan di usia 12 bulan pertamanya. Imunisasi ini membantunya mendapatkan perlindungan dari penyakit Meningitis B, yang di sebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib)

Imunisasi ini dapat diperoleh dengan mudah di Indonesia karena termasuk sebagai imunisasi dasar yang wajib diberikan ketika anak berusia 2, 3, dan 4 bulan dengan cara disuntikkan di area yang berebda (di paha atau lengan atas) agar mencegah si Kecil merasa sakit di setiap area. 

Editors' Picks

3. Hib/Meningitis C

3. Hib/Meningitis C
parenting.firstcry.com

Selain imunisasi meningitis B, imunisasi meningitis C juga tidak kalah pentingnya. Vaksin ini membantu anak memperoleh perlindungan dari infeksi yang diakibatkan oleh meningococcal group C, yaitu tipe bakteri (Neisseria meningitidis) yang mampu menyebabkan meningitis (infeksi pada selaput otak) dan septikemia (adanya organisme yang membahayakan dalam aliran darah yang dapat menginfeksi seluruh sistem tubuh).

Vaksin Meningitis C perlu diberikan pada anak yang berusia 3 dan 4 bulan, setelahnya diberikan lagi dalam bentuk kombinasi dengan vaksin meningitis B di usia 12 bulan. Namun meski begitu perlu diperhatikan jika vaksin ini tidak dapat melindungi anak dari meningitis yang disebabkan oleh bakteri atau virus lain, seperti bakteri Haemophilus inluenzae tipe B.

4.  Hepatitis B

4.  Hepatitis B
theconversation.com

Hepatitis merupakan salah satu penyakit berbahaya yang sering dijumpai di Indonesia. Penyakit ini mampu menimbulkan komplikasi berbahaya, seperti sirosis dan kanker hati. Tidak heran jika imunisasi hepatitis B sangat penting bagi anak-anak mama. 

Pemberian imunisasi hepatitis B dilakukan pada anak sebanyak 4 kali. Pemberian pertama dilakukan ketika anak lahir, lalu kembali diberikan lagi ketika si Kecil berusia 2, 3, dan 4 bulan secara berturut-turut. 

5. Imunisasi polio

5. Imunisasi polio
Freepik

Polio bukanlah penyakit yang dapat dipandang sebelah mata. Inveksi penyakit ini termasuk yang berbahaya karena menyerang sistem saraf di otak dan saraf tulang belakang, juga dapat ditularkan.

Pada kasus yang paling parah, polio dapat menyebabkan sejumlah penyakit berbahaya seperti sesak napas, kelumpuhan, hingga kematian. 

Untuk mencegahnya, si Kecil perlu diberikan vaksin polio jenis tetes ataupun suntikan. Imunisasi polio umumnya diberikan 4 kali, yaitu ketika bayi baru lahir atau sebelum berusia 1 bulan. Dan selanjutnya diberikan secara berturut-turut 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

6.  Imunisasi BCG

6.  Imunisasi BCG
Pixabay/qimono

Penyakit tuberkulosis merupakan salah satu penyakit mematikan yang dapat menyerang siapapun termasuk anak-anak. Upaya pencegahan yang dapat kamu lakukan salah satunya dengan memberikan anak-anak imunisasi BCG. 

Imunisasi BCG bertujuan untuk melindungi tubuh dari kuman menular juga berbahaya yang penyebab penyakit tuberkulosis, juga menyerang saluran pernapasan, tulang, otot, kulit, kelenjar getah bening, otak, saluran cerna, dan ginjal.

Sebagai salah satu imunisasi wajib di Indonesia, imunisasi BCG ini perlu anak mama lakukan secara rutin dan teratur. Imunisasi ini hanya perlu dilakukan 1 kali dan diberikan ketika anak mama berusia 2 atau 3 bulan dengan cara menyuntikkannya pada kulit si Kecil. 

7. Campak

7. Campak
Freepik

Imunisasi campak merupakan pencegahan yang diberikan kepada anak dari penyakit campak. Penyakit ini sendiri dikenal sebagai salah satu penyakit berbahaya yang dapat mengakibatkan pneumonia, diare, bahkan radang otak (ensefalitis).

Untuk mengatasinya, ada baiknya anak-anak mendapatkan imunisasi campak sebanyak 3 kali, yaitu ketika anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan 6 tahun.

Jika si Kecil telah menerima vaksin MR/MMR di usia 15 bulan, maka pemberian imunisasi campak di usia 18 bulan tidak diperlukan karena vaksin MMR sendiri sudah mengandung vaksin campak.

Itulah 7 imunisasi yang perlu si Kecil dapatkan di usia-usia awalnya. Selalu perhatikan pertumbuhan si kecil dengan baik ya Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.