Anak Susah Makan, Bolehkah Diganti dengan Minum Susu Saja?

Kondisi susah makan ini menjadi hal yang normal pada anak-anak

3 Desember 2020

Anak Susah Makan, Bolehkah Diganti Minum Susu Saja
Pexels/Burst

Ketika anak-anak susah makan, Mama pasti merasa khawatir akan nutrisinya yang tidak terpenuhi. Mama pun mencoba beragam cara agar si Kecil mau menyantap makanan yang telah disajikan.

Namun, bagaimana jika anak tetap tidak ingin mengonsumsi makanan apapun? Sebenarnya, masalah sulit makan pada anak-anak merupakan hal yang normal. 

Dalam banyak kasus, kondisi seperti ini terjadi bukan karena hal-hal besar, melainkan disebabkan oleh hal-hal yang benar-benar normal, Ma. Misalnya, preferensi pribadi anak yang tidak ingin mengonsumsi makanan tertentu, tidak merasa lapar, keengganan untuk mencoba sesuatu yang baru, sakit tenggorokan, atau sakit perut. 

Seringkali, Mama mungkin akan berpikir untuk memberikan anak susu saja. Dengan harapan, susu dapat menjadi sumber energi dan kebutuhan nutrisi ketika anak sulit makan. 

Lalu, apakah boleh anak hanya minum susu saat susah makan?

Berikut Popmama.com jelaskan jawaban terkait anak susah makan, bolehkah hanya diberi susu, beserta alasannya Ma. 

Editors' Picks

1. Meski kaya nutrisi, susu tidak bisa menggantikan makanan padat

1. Meski kaya nutrisi, susu tidak bisa menggantikan makanan padat
Unsplash/Engin Akyurt

Perlu Mama ketahui bahwa susu tidak memberikan nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh anak-anak. Meskipun susu mengandung kalori, protein, gula, karbohidrat, asam folat, lemak, vitamin dan mineral, seperti kalsium serta fosfor, susu tak akan bisa menggantikan peran makanan padat. 

Namun, memberikan susu saat anak susah makan tidak menjadi hal yang dilarang. Mama boleh memberikan susu ketika anak menolak makanannya, tetapi jangan menyajikan susu lagi di waktu makan berikutnya. Jadi, susu tetap boleh dikonsumsi asalkan tidak terlalu sering dalam satu hari. 

Hal ini karena pemberian susu dalam jumlah banyak akan mengurangi nafsu makan anak Mama terhadap makanan lain yang memiliki nutrisi penting. Minum susu secara berlebihan juga akan menimbulkan dampak lain, terutama bagi kesehatan anak. 

Dikutip dari laman Very Well Mind, beberapa efek yang mungkin disebabkan oleh mengonsumsi susu secara berlebihan, yaitu:

  • menimbulkan sembelit karena susu tidak mengandung cukup serat,
  • memicu obesitas karena susu termasuk tinggi kalori, dan
  • menyebabkan defisiensi zat besi yang dapat memicu penyakit anemia. 

2. Takaran susu yang dianjurkan setiap harinya

2. Takaran susu dianjurkan setiap harinya
foodbusinessnews.net

Setelah mengetahui bahwa susu tidak bisa menggantikan peran makanan padat dan tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan. Mama sebaiknya memahami takaran susu yang dianjurkan untuk diberikan pada si Kecil.

Susu diperbolehkan untuk dikonsumsi setiap hari, tetapi hanya 1–2 gelas saja dengan takaran per gelasnya 250 ml. Usahakan untuk tidak melebihi takaran ini karena semakin sering atau banyak minun susu, anak akan lebih cepat kenyang sehingga bisa saja menjadi sulit makan, Ma. 

3. Cara menghadapi anak yang susah makan

3. Cara menghadapi anak susah makan
Pexels/Anastasia Suraeva

Masalah anak yang sulit makan memang merupakan hal normal sehingga tidak perlu terlalu khawatir, Ma. Namun, tetaplah mencari tahu apa yang menjadi penyebab anak susah makan agar Mama bisa mengatasinya. 

Dalam mengatasi anak yang tidak mau makan pada beberapa waktu. Berikut beberapa tips yang mungkin dapat Mama terapkan, dikutip dari familydoctor:

  • sajikan dengan jumlah yang tepat

Tawarkan anak Mama 1 sendok untuk makan setiap makanan. Kemudian, sesuaikan dengan usianya. Misalnya, jika anak berusia 3 tahun, sajikan 3 sendok makan untuk setiap makanan. Porsi kecil ini akan memberinya kesempatan untuk meminta lebih banyak.

  • tetap sabar dan teruslah mencoba

Tawarkan jenis makanan baru pada anak berkali-kali. Mama mungkin harus menawarkan makanan 10–15 kali sebelum anak benar-benar mau mencobanya. Jadi, tetap sabar dan teruslah mencoba. 

  • ajak anak untuk terlibat, Ma

Sesekali, tidak ada salahnya untuk membiarkan anak membantu proses penyajian makanan. Mulai dari memilih makanan di toko bahan makanan, menyiapkan makanan, atau mengatur meja. Keterlibatan anak dalam proses ini dapat membuatnya lebih mungkin untuk makan.

  • buat aktivitas makan lebih menyenangkan

Mama bisa mencari beberapa cara menyenangkan agar aktivitas makan lebih menarik untuk anak. Misalnya, dengan memotong makanan menjadi beberapa bentuk, memajang makanan dengan cara yang kreatif di piring anak, atau minta anak untuk memberikan nama khusus untuk makanan favoritnya.

  • tawarkan pilihan

Alih-alih menyajikan sayuran bagi anak Mama, coba sesekali biarkan mereka untuk memilih di antara 2 pilihan. Misalnya, “Apakah kamu ingin bayam atau sawi untuk makan siang?”

  • gabungkan yang baru dengan yang lama

Cobalah untuk menyajikan makanan baru dengan makanan lama yang menjadi favorit anak. Cara ini mungkin dapat membuat anak lebih mudah untuk mencoba makanan yang baru. 

Itulah penjelasan mengenai susu yang tidak dapat menggantikan peran makanan padat. Beserta tips sederhana untuk mengatasi anak yang susah makan. Jangan lupa untuk menjadi contoh agar anak dapat meniru kebiasaan baik Mama dan Papa sehingga si Kecil tidak susah makan lagi. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.