Cara Mengatasi Gigi Berlubang pada Anak Usia 3 Tahun

Gigi berlubang harus segera ditambal sebelum lubangnya semakin besar, Ma

28 Mei 2021

Cara Mengatasi Gigi Berlubang Anak Usia 3 Tahun
Pexels/Alex Green

Memasuki usia 3 tahun, anak-anak biasanya sudah bisa menyantap makanan atau minuman apapun. Mulai dari makanan pokok, seperti nasi, lauk, dan sayuran, hingga camilan, seperti makanan serta minuman yang asin atau manis. 

Terkadang, anak lebih menyukai makanan atau minuman yang manis. Misalnya, permen atau es krim. Tak jarang, anak-anak bisa saja mengonsumsinya secara berlebihan. Bahkan, hingga menyebabkan masalah kesehatan, seperti gigi berlubang. 

Meski sebenarnya, ada hal lain yang bisa menyebabkan gigi berlubang, Ma. Lalu, apa yang harus orangtua lakukan jika anak usia 3 tahun mengalami gigi berlubang? Berikut Popmama.com telah mengulas lebih lanjut. 

Editors' Picks

1. Penyebab gigi berlubang pada anak

1. Penyebab gigi berlubang anak
Pexels/Polina Zimmerman

Orangtua mungkin hanya mengetahui bahwa konsumsi makanan atau minuman yang terlalu manis serta bertepung, seperti permen, es krim, atau keripik dapat menyebabkan gigi berlubang. Padahal, ada beberapa hal lain yang menjadi sebab kerusakan pada gigi anak. 

Dikutip Healthline, gigi berlubang terjadi karena adanya penumpukan plak gigi  yang memakan email gigi sehingga menyebabkan lubang. Plak merupakan zat lengket yang menutupi gigi dan terbentuk saat bakteri di mulut bergabung dengan makanan, asam, serta air liur.

Menumpuknya plak pada gigi dapat disebabkan oleh tidak rutinnya menyikat gigi dan cara menyikat gigi yang salah, Ma. Sebaiknya, Mama dan Papa mengajarkan si Kecil untuk menyikat gigi dengan benar. 

Meskipun anak Mama baru memasuki usia 3 tahun, tetapi kebiasaan menyikat gigi ini perlu diterapkan sedini mungkin. Arahkan anak untuk menyikat giginya paling tidak selama 2 menit, minimal 2 kali dalam sehari. 

Selalu dampingi anak ketika membersihkan giginya. Selain itu, ajarkan anak untuk melakukan pemeriksaan gigi ke dokter secara rutin. Merawat gigi anak usia 3 tahun yang masih dalam kategori gigi susu memang tidaklah mudah. Jadi, usahakan untuk melakukan hal yang terbaik agar giginya tetap terawat sampai gigi anak tergantikan dengan gigi dewasa. 

2. Tanda adanya gigi berlubang pada gigi si Kecil

2. Tanda ada gigi berlubang gigi si Kecil
Unsplash/Arwan Sutanto
Ilustrasi

Masalah gigi berlubang pada anak bisa dideteksi secara dini, lho. Mama bisa melihat awal kerusakan gigi jika terdapat bintik-bintik atau lubang kecil putih seperti berkapur pada gigi anak.  

Gejala ini terjadi karena gigi kehilangan kalsium dan adanya penumpukan plak. Gigi berlubang berawal dari adanya perubahan tersebut, Ma. Setelahnya, bintik putih gigi akan menjadi coklat muda. Bintik atau lubang pun akan semakin dalam hingga kemudian warnanya menggelap.

Selain itu, anak Mama mungkin akan memiliki tanda-tanda lain saat giginya berlubang. Misalnya, mengeluhkan rasa ngilu serta nyeri ketika menyentuh makanan dan minuman yang dingin, panas, atau manis. 

3. Cara mengatasi gigi berlubang pada anak 3 tahun

3. Cara mengatasi gigi berlubang anak 3 tahun
penndentalmedicine.org

Apabila anak usia 3 tahun mengalami gigi berlubang, apakah yang harus orangtua lakukan? Memiliki gigi berlubang merupakan kondisi yang tidak nyaman, Ma. Apalagi jika dirasakan oleh anak-anak. 

Anak Mama akan lebih sensitif terhadap makanan. Selain itu, gigi berlubang juga biasanya disertai dengan rasa nyeri. Maka, butuh perawatan khusus untuk mengatasinya.

Ketika orangtua mengetahui adanya gejala gigi berlubang pada anak usia 3 tahun, Mama bisa mengatasinya dengan memberikan obat pereda sakit gigi. Namun, jika lubangnya sudah cukup besar, sebaiknya segera dibawa ke dokter gigi untuk ditambal. 

Mungkin Mama beranggapan bahwa gigi anak yang berlubang bisa dibiarkan begitu saja karena gigi susu akan tanggal sendiri nantinya. Padahal, gigi berlubang pada anak usia 3 tahun bisa semakin parah jika tidak ditangani.

Masalah gigi berlubang bisa saja menyebabkan gigi sehat lainnya di dalam mulut anak untuk berlubang juga karena bakteri yang terus berkembang. Selain itu, gigi berlubang dapat menyebabkan gusi bengkak dan demam. 

Bahkan jika sudah terlalu parah, gigi anak yang berlubang bisa saja disarankan dokter untuk dicabut. Apabila gigi banyak dicabut, gigi anak bisa saja mengalami pergeseran ke ruangan yang kosong sehingga tumbuh tidak pada tempat semestinya. 

Usahakan untuk membiasakan buah hati menjaga kebersihan gigi dan mulutnya agar kondisi seperti ini tidak terjadi ya, Ma. Pencegahan gigi berlubang dapat dilakukan sedini mungkin, seperti mengajarkan anak menyikat gigi secara rutin dengan cara yang benar. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.