Penyebab, Gejala, dan Penanganan Papular Urticaria pada Anak

Alergi yang disebabkan oleh gigitan serangga

12 Juli 2020

Penyebab, Gejala, Penanganan Papular Urticaria Anak
Unsplash/Gabe Pierce

Banyak kejadian tak terduga yang mungkin dialami si Kecil, Ma. Apalagi jika anak sedang dalam masa aktif-aktifnya sehingga sangat semangat di jam mainnya. 

Hingga tak heran, anak akan menjelajah berbagai hal di luar rumah, seperti mengamati serangga yang mungkin membuatnya teratarik dan memutuskan untuk bermain bersama.

Alih-alih langsung mengusir serangga tersebut, Mama pun berpikir bahwa hal tersebut baik untuk anak karena bisa menambah wawasan. 

Ya, memang benar, membiarkan anak bermain akan membuat mereka mengenal jenis-jenis serangga, tetapi risiko berbahaya juga bisa terjadi. 

Misal anak terluka akibat digigit oleh serangga. 

Gigitan serangga tersebut bisa saja menyebabkan Papular urticaria. Kondisi alergi pada kulit akibat serangga sehingga membuat anak merasa gatal, merah-merah, dan tak nyaman. 

Secara lebih lanjut, berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai penyebab, gejala, dan penanganan papular urticaria. Simak yuk, Ma!

1. Penyebab papular urticaria pada anak

1. Penyebab papular urticaria anak
Unsplash/Syed Ali

Mengutip medicalnewstoday, jenis gigitan serangga yang paling umum menjadi penyebab terjadinya papular urtikaria ini berasal dari kutu dan nyamuk, Ma.

Namun, ada beberapa serangga lain yang telah diketahui bisa menyebabkan alergi ini, di antaranya:

  • kumbang karpet,
  • kutu busuk,
  • tungau,
  • lalat kadis,
  • ulat bulu, dan
  • serangga yang biasanya hidup dalam batu. 

Beberapa hal lain yang bisa menyebabkan papular urticaria, yaitu kebersihan rumah yang buruk, iklim tropis dan hangat, tempat tinggal di wilayah geografis sehingga banyak serangga, atau adanya riwayat dermatitis atopik. 

Editors' Picks

2. Anak-anak memang rentan terkena alergi

2. Anak-anak memang rentan terkena alergi
Unsplash/Gabby Orcutt

Meskipun alergi akibat gigitan serangga ini bisa saja menyerang orang dewasa, tetapi lebih sering dialami oleh anak-anak. Paling sering terjadi pada anak-anak berusia 2 hingga 7 tahun. 

Hal ini didukung oleh sebuah penelitian terbaru terhadap 2.437 anak-anak, yang diterbitkan dalam World Allergy Organisation Journal, mengungkapkan bahwa 20 persen anak-anak dalam penelitian ini menderita papular utricaria. 

Mengingat kulit dan sistem tubuh anak biasanya lebih sensitif, maka tak heran jika anak mudah terserang alergi. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi salah satu proses tubuh anak dalam menciptakan kekebalan tubuh terhadap alergi, Ma. 

3. Gejala yang muncul sebagai tanda papular urticaria

3. Gejala muncul sebagai tanda papular urticaria
Insider.com

Dilansir dari laman Healthline, papular urticaria biasanya diawali dari beberapa gejala, seperti tampak gatal, benjolan merah atau lepuh di bagian atas kulit.

Bagian lepuh di kulit ini dapat muncul cukup banyak dalam beberapa bagian tubuh. Kemudian, benjolan merah biasanya menyebar secara simetris dan setiap benjolan biasanya berukuran antara 0,2 dan 2 sentimeter.

Papular urticaria bisa muncul di bagian tubuh mana saja, Ma. Namun, benjolan dan lepuh dapat menghilang dan juga muncul kembali pada kulit si Kecil. Biasanya setelah lecet menghilang, akan meninggalkan bekas hitam pada kulit.

4. Bisa hilang dan muncul kembali selama waktu tertentu

4. Bisa hilang muncul kembali selama waktu tertentu
Community.babycenter.com

Papular urticaria ini dapat berlangsung selama berhari-hari hingga berminggu-minggu sebelum hilang. Hal ini karena ruam dapat menghilang dan muncul kembali sehingga gejalanya dapat terjadi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. 

Benjolan pada kulit dapat muncul kembali karena gigitan dan sengatan serangga baru, atau paparan serangga di lingkungan sekitar rumah secara berkelanjutan.

Untuk itu, Mama sebaiknya memerhatikan kebersihan dan kondisi sekitar rumah yang sekiranya bisa berisiko menyebabkan papular urticaria pada anak. 

Kemudian, Mama perlu memerhatikan agar buah hati tidak menggaruk bagian yang gatal dan merah karena hal ini bisa menyebabkan alergi menyebar ke bagian tubuh yang lain. 

5. Cara penanganan papular urticaria yang tepat

5. Cara penanganan papular urticaria tepat
Unsplash/Anastasiia Ostapovych

Jika anak Mama menderita gejala-gejala papular urticaria, jangan panik dan sebaiknya mencari perawatan dengan segera.

Berikut pengobatan yang bisa dipilih dirangkum dari parenting.firstcry, yaitu:

  • Obatyangdiresepkandokter

Dokter akan akan melakukan pemeriksaan yang tepat pada area tubuh yang alergi untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang tingkat keparahannya.

Tergantung pada seberapa parahnya, dokter mungkin meresepkan steroid topikal untuk digunakan ke daerah yang terkena, bersama dengan kortikosteroid oral untuk melawan infeksi dari dalam.

Jika infeksi tampaknya bersifat lebih parah, dosis antihistamin yang bekerja secara sistemik mungkin juga diresepkan, Ma. Selain itu, dokter akan meresepkan antibiotik oral untuk mencegah infeksi. 

  • Obat yang dijual bebas di apotek

Mama juga bisa mendapatkan segala jenis obat langsung dari apotek, tetapi harus cermat dalam memilih agar tidak membahayakan si Kecil.

Biasanya, obat untuk mengatasi papular urticaria ini berbentuk lotion atau krim tertentu. Dengan kandung mentol atau calamine.

Obat tersebut biasanya memberikan efek pendinginan sehingga dapat membawa sedikit kelegaan dari peradangan akibat rasa gatal.

Selain itu, beberapa obat, seperti antihistamin juga dapat dikonsumsi untuk melawan alergi anak. 

Namun, sebaiknya Mama melakukan konsultasi pada dokter anak terlebih dahulu untuk mendapatkan dosis yang tepat. 

Itulah beberapa informasi penting mengenai alergi kulit pada anak yang disebabkan oleh gigitan serangga. Tetap perhatikan kebersihan kesehatan anak agar bisa terhindar dari penyakit ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.