Perlukah Anak Diberi Antibiotik saat Demam

Antibiotik yang berlebihan bisa sebabkan resistensi atau kekebalan

3 Desember 2020

Perlukah Anak Diberi Antibiotik saat Demam
Pexels/Azra Tuba Demir

Demam merupakan kondisi kesehatan yang wajar dialami oleh anak-anak. Hal ini karena demam termasuk dalam respon tubuh saat berusaha untuk melawan virus atau bakteri jahat. 

Biasanya, demam ditandai dengan suhu tubuh yang meningkat dan disertai rasa tidak nyaman sehingga anak lebih sering menangis. Keadaan seperti ini pun menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi para orangtua. 

Apalagi, jika demam anak Mama tak kunjung reda. Suhu tubuhnya menjadi sangat panas karena terus meningkat. Hingga seringkali berpikir bahwa antibiotik adalah pilihan obat yang tepat untuk mengatasi demam tinggi pada anak. 

Padahal, antibiotik tidak boleh digunakan secara sembarangan. Apalagi tidak didasari dengan indikasi pasti dan pemeriksaan laboratorium yang akurat. Menurut Dr. MM. DEAH. Hapsari, Sp. A(K), antibiotik hanya boleh diberikan jika demam pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri. 

Mengingat antibiotik yang tidak digunakan sesuai aturan dapat menyebabkan resistensi atau kekebalan. Lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan mengenai perlukah beri antibiotik saat anak demam?

Editors' Picks

1. Antibiotik diberikan jika demam disebabkan infeksi

1. Antibiotik diberikan jika demam disebabkan infeksi
Pexels/Polina Tankilevitch

Perlu Mama dan Papa ketahui bahwa penggunaan antibiotik hanya boleh diberikan pada anak yang mengalami demam karena infeksi bakteri. Infeksi bakteri ini dapat meliputi radang tenggorokan, infeksi telinga, dan infeksi saluran kemih (ISK).

"Jadi, misalnya anak demam tinggi sudah 3 hari, jangan terburu-buru untuk memberikan antibiotik. Demam itu biasanya disebabkan oleh virus, kalau diberikan antibiotik sebagai obat justru tidak akan membantu," jelas Dr. MM. DEAH. Hapsari, Sp. A(K) dalam siaran langsungnya melalui akun Instagram resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Cari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab pasti terjadinya demam pada anak. Tidak bisa hanya sekilas saja dengan pemeriksaan suhu tubuh, perlu diketahui ada gejala lain, dan pemeriksaan laboratorium lanjutan. 

2. Tanda anak demam karena infeksi bakteri

2. Tanda anak demam karena infeksi bakteri
Pexels/Tima Miroshnichenko

Ada beberapa gejala yang mungkin dialami anak untuk menandakan adanya infeksi bakteri. Misalnya, jika anak telah demam lebih dari 3 hari dengan suhu tubuh mencapai 38–40 derajat. 

"Orangtua juga perlu melihat, bagaimana kondisi fisik anak saat demam. Apakah masih dapat beraktivitas, seperti makan dan minum. Atau bahkan terasa lemas sehingga hanya bisa berbaring di tempat tidur," kata perempuan yang lebih akrab disapa dengan Dr. Riri. 

Apabila anak yang demam tinggi disertai rasa lemas sehingga sulit untuk makan dan minum, maka bisa dipastikan bahwa demamnya disebabkan oleh infeksi bakteri.

"Namun, tetap diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyabab dan menentukan indikasi lanjutan. Biasanya, dokter akan memeriksa bagian tenggorokan, paru-paru, atau perut anak," tambahnya. 

3. Tips mengatasi anak yang demam saat di rumah

3. Tips mengatasi anak demam saat rumah
Pexels/Andrea Piacquadio

Lalu, jika antibiotik tidak boleh langsung diberikan pada anak demam, maka hal apa saja kah yang harus diperhatikan orangtua ketika anak mengalami demam? 

"Hal paling pentingnya, orangtua harus menyediakan termometer untuk mengukur suhu tubuh anak. Boleh menggunakan termometer jenis apapun, asal jangan termometer air raksa karena sudah tidak dianjurkan," ungkap Dr. Riri. 

Penggunaan termometer pun harus sesuai ketentuan. Mama sebaiknya menambahkan suhu sebesar 0,4 derajat untuk pemeriksaan melalui dahi. Sedangkan pada pemeriksaan di ketiak, sebaiknya menambahkan suhu sebesar 0,6 derajat. 

Sediakan juga obat penurun panas di rumah sehingga anak cepat mendapatkan pertolongan ketika demam. Pilih obat penurun panas yang sesuai dengan kebutuhan. Mama bisa memilih jenis obat, mulai dari paracetamol, ibuprofen, metamisol, atau asetil. 

"Apabila anak demam, buatlah tubuhnya lebih rileks. Kemudian, boleh lakukan kompres dengan air hangat di bagian dahi, leher, dan ketiak. Namun, cukup lakukan kompres dengan cara tap-in (metode tempel beberapa saat dan lepas yang berulang)," jelasnya. 

Selain itu, berikan asupan air yang cukup karena saat demam anak rentan mengalami kekurangan cairan. Mama bisa melakukan hal-hal sederhana tersebut di rumah untuk mengatasi anak demam. 

Apabila suhu tubuh anak tidak lekas kembali normal, disertai muntah, sulit makan atau minum, hingga kejang-kejang, maka segeralah minta pertolongan dengan membawa si Kecil ke rumah sakit. 

Itulah penanganan ketika si Kecil sedang demam beserta penjelasan perlukah anak diberikan antibiotik saat demam. Semoga bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.