Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Freepik/krakenimages.com
Freepik/krakenimages.com

Kesehatan anak merupakan prioritas utama bagi setiap orangtua, dan kondisi pernapasan anak merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami.

Mendengkur, meskipun terkadang dianggap sebagai fenomena umum pada anak-anak, sebenarnya dapat menjadi petunjuk awal adanya masalah yang lebih serius dalam kesehatan pernapasan mereka. 

Dalam beberapa kasus, mendengkur dapat terkait dengan kondisi medis seperti laringomalasia, di mana struktur laring anak menjadi lemah atau lembek, menyebabkan gangguan pernapasan yang bisa terjadi tidak hanya saat tidur, tetapi juga saat anak terjaga. 

Selain itu, sleep apnea, kondisi di mana saluran napas anak tersumbat selama tidur, juga bisa menjadi penyebab mendengkur yang serius dan memerlukan perhatian medis yang segera.

Oleh karena itu, pemahaman orangtua terhadap fenomena mendengkur pada anak haruslah komprehensif, sehingga orangtua dapat mengidentifikasi masalah tersebut dan memberikan perawatan yang sesuai demi menjaga kesehatan dan kenyamanan anak-anak dalam jangka panjang.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum informasi tentang mendengkur pada anak serta fenomena laringomalasia dan sleep apnea dari Dokter Spesialis Anak Isti Ansharina Kathin melalui akun Instagramnya @isti.kathin. Simak informasinya pada artikel berikut.

1. Occasional snoring vs habitual snoring

Freepik/pvproductions

Mendengkur pada anak dapat menjadi tanda peringatan bagi orangtua untuk memperhatikan kesehatan pernapasan anak mereka. Secara teori, mendengkur dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu occasional snoring dan habitual snoring. Occasional snoring terjadi ketika anak mengalami mendengkur kurang dari 3 kali dalam seminggu. Meskipun mungkin terjadi secara sporadis, penting untuk tetap memperhatikan gejala ini, karena bisa menjadi tanda awal adanya masalah pernapasan yang mendasar. 

Di sisi lain, habitual snoring terjadi ketika anak mendengkur sebanyak 3 kali atau lebih dalam seminggu. Tingkat kejadian yang lebih tinggi ini biasanya menunjukkan adanya masalah yang lebih serius dan mungkin memerlukan perhatian medis lebih lanjut.

Meskipun occasional snoring mungkin terlihat sebagai hal yang tidak terlalu mengkhawatirkan, namun tetap penting untuk memahami bahwa setiap bentuk mendengkur pada anak dapat menjadi pertanda potensial masalah kesehatan yang lebih dalam. Oleh karena itu, orangtua harus memperhatikan secara seksama pola mendengkur anak mereka dan segera berkonsultasi dengan dokter jika mendengkur menjadi lebih sering atau terjadi secara teratur.

Penting juga untuk diingat bahwa perawatan tidak selalu diperlukan setiap kali anak mendengkur. Namun, pemantauan yang cermat dan komunikasi terbuka dengan dokter anak sangat penting untuk menentukan apakah gejala tersebut merupakan tanda masalah yang lebih serius yang memerlukan intervensi medis atau hanya merupakan fenomena yang sementara. 

Dengan memahami perbedaan antara occasional snoring dan habitual snoring, serta menyadari potensi penyebab dan implikasi kesehatannya, orangtua dapat lebih siap untuk menghadapi masalah pernapasan yang mungkin timbul pada anak.

2. Mendengkur bisa saja terjadi pada anak karena adanya kelainan bentuk wajah

Freepik/mdjaff

Dokter Isti menjelaskan bahwa kelainan bentuk wajah dapat menyebabkan terjadinya mendengkur pada anak. Misalnya, anak yang memiliki dagu yang lebih kecil dari normal atau lidah yang lebih besar dari normal dapat mengalami kesulitan dalam menjaga saluran napas mereka terbuka selama tidur. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya mendengkur secara reguler atau bahkan berulang kali selama malam.

Selain itu, rhinitis alergi juga dapat menjadi faktor penyebab mendengkur pada anak. Anak-anak yang menderita rhinitis alergi sering mengalami gejala seperti batuk pilek berulang, hidung tersumbat, dan iritasi pada saluran pernapasan atas. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada aliran udara selama tidur, yang pada gilirannya dapat menyebabkan terjadinya mendengkur. 

Karena itu, penting bagi orangtua untuk memperhatikan gejala alergi pada anak mereka dan mencari pengobatan yang sesuai untuk mengendalikan gejala tersebut dan mencegah terjadinya mendengkur secara berulang.

Pemahaman akan penyebab mendengkur pada anak merupakan langkah penting dalam menangani masalah pernapasan yang mungkin timbul. Dengan mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya mendengkur, orangtua dapat mengambil langkah-langkah preventif atau mencari penanganan medis yang sesuai sesegera mungkin.

3. Kenali kondisi laringomalasia

Freepik

Laringomalasia merupakan sebuah kondisi yang melibatkan kelainan struktur pada laring, bagian dari saluran pernapasan atas. Pada anak yang menderita laringomalasia, struktur laring cenderung lebih lembek atau lemah dari yang seharusnya, sehingga menyebabkan gangguan pada proses pernapasan. Gejala yang umum terkait dengan kondisi ini adalah suara napas yang terdengar grok-grok atau kasar sepanjang hari, bahkan saat anak tidak sedang tidur. 

Kondisi ini dapat menjadi sangat mengganggu bagi anak, terutama karena gangguan pernapasan yang konstan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kualitas tidurnya. Orangtua mungkin akan melihat anak mereka mengalami kesulitan dalam bernapas, terutama saat melakukan aktivitas fisik atau ketika terpapar dengan alergen yang dapat memperburuk gejala.

Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala laringomalasia adalah dengan memiringkan posisi anak. Terkadang, dengan memposisikan anak dalam posisi yang lebih miring, misalnya dengan meletakkan mereka dalam posisi miring ke depan, suara ngoroknya dapat berkurang atau bahkan hilang sementara. Hal ini karena posisi tubuh yang berbeda dapat membantu mengurangi tekanan pada saluran pernapasan dan memungkinkan aliran udara yang lebih lancar.

Namun, penting untuk diingat bahwa penanganan yang lebih lanjut mungkin diperlukan tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Jika gejala laringomalasia terus berlanjut atau mengganggu kualitas hidup anak secara signifikan, konsultasikan dengan dokter anak untuk evaluasi lebih lanjut dan rencana perawatan yang sesuai.

4. Kenali kondisi sleep apnea

Freepik/pvproductions

Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS), atau yang lebih dikenal sebagai sleep apnea, merupakan sebuah kondisi serius yang terjadi pada anak-anak, terutama yang memiliki kegemukan atau obesitas. Kondisi ini terjadi ketika saluran napas anak mengalami penyumbatan parsial atau total selama tidur, mengakibatkan terhentinya aliran udara ke paru-paru untuk beberapa waktu. Hal ini menyebabkan anak mengalami berhenti bernapas sementara, yang dapat berlangsung selama beberapa detik hingga menit.

Sleep apnea pada anak dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan dan kualitas hidup mereka. Ketika anak mengalami periode berhenti bernapas selama tidur, tubuhnya tidak mendapatkan oksigen yang cukup, yang dapat menyebabkan gangguan tidur yang serius, kelelahan kronis, dan bahkan masalah perilaku dan kognitif. Kondisi ini juga dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan dan perkembangan, serta meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan jangka panjang seperti penyakit jantung dan diabetes.

Penting untuk diingat bahwa sleep apnea bukanlah kondisi yang hanya terjadi pada orang dewasa. Anak-anak juga dapat mengalami gangguan pernapasan yang serupa, terutama jika mereka memiliki faktor risiko seperti kegemukan atau obesitas. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengenali gejala sleep apnea pada anak mereka, seperti mendengkur keras atau terhenti bernapas selama tidur, serta mencari penanganan medis segera.

Jika anak mengalami sleep apnea, konsultasikan dengan dokter anak untuk evaluasi lebih lanjut dan rencana perawatan yang sesuai sesegera mungkin untuk menghindari komplikasi yang lebih serius akibat sleep apnea pada anak.

5. Kapan orangtua harus khawatir jika anak mendengkur?

Freepik/Wiroj Sidhisoradej

Orangtua harus memperhatikan beberapa tanda tertentu yang menunjukkan bahwa mendengkur pada anak mungkin menjadi masalah yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Salah satu tanda utama adalah jika anak terdengar mendengkur saat bangun atau tidak sedang tidur. Ketika mendengkur terjadi di luar waktu tidur, ini dapat menjadi indikator adanya masalah serius seperti sleep apnea atau laringomalasia. Mendengkur saat bangun menandakan bahwa gangguan pernapasan mungkin terjadi tidak hanya selama tidur, tetapi juga dalam keadaan terjaga, yang bisa berdampak pada kualitas hidup anak secara keseluruhan.

Selain itu, jika anak mengalami mendengkur secara teratur, terutama lebih dari 3 kali dalam seminggu, itu juga bisa menjadi tanda alarm bagi orangtua. Mendengkur yang terjadi secara konsisten, yang dikenal sebagai habitual snoring, mungkin menunjukkan adanya masalah pernapasan yang mendasarinya. Kondisi ini dapat berpotensi menyebabkan gangguan tidur, kelelahan, dan masalah kesehatan lainnya jika tidak ditangani dengan tepat.

Jika orangtua mencurigai bahwa anak mereka mengalami salah satu dari tanda-tanda ini, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak untuk evaluasi lebih lanjut. Dokter akan dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan penyebab mendengkur dan merencanakan penanganan yang sesuai. Dengan mendeteksi dan mengatasi masalah pernapasan pada anak sejak dini, orangtua dapat membantu menjaga kesehatan dan kualitas hidup anak dalam jangka panjang.

Demikian informasi mengenai mendengkur pada anak serta fenomena laringomalasia dan sleep apnea yang rentan terjadi pada anak. Dalam menghadapi masalah pernapasan seperti mendengkur pada anak-anak, kesadaran dan pemahaman orangtua akan pentingnya pengamatan dan perhatian terhadap gejala yang muncul tidak boleh diabaikan. Dengan mengenali tanda-tanda awal serta menyadari penyebab dan implikasi dari fenomena mendengkur ini, orangtua dapat lebih siap dalam mengidentifikasi dan menangani masalah pernapasan anak mereka dengan tepat waktu.

Editorial Team