Agar Anak Lekas Sembuh, Patuhi 5 Pantangan Ini Saat Terkena Tipes

Pastikan anak mencuci tangan dengan benar, ya!

29 Maret 2020

Agar Anak Lekas Sembuh, Patuhi 5 Pantangan Ini Saat Terkena Tipes
Freepik/prostooleh

Demam tifoid atau tipes pada anak biasanya disebabkan oleh bakteri salmonella typhi atau salmonella paratyphi.

Tanda dan gejalanya kemungkinan akan mengalami demam, sakit kepala, menjadi lemah, lelah hingga kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.

Dikutip dari laman Mayo Clinic.org, demam tifoid tetap menjadi ancaman kesehatan yang serius. Terutama untuk anak-anak. Pasalnya demam tifoid menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi.

Saat menjalani pengobatan, tanpa perawatan yang tepat kemungkinan masih membawa bakteri salmonella typhii di dalam tubuh sang anak meski gejalanya sudah tidak lagi terasa.

Agar anak cepat pulih, maka patuhilah 5 pantangan ini saat ia terkena tipes. Berikut Popmama.com berikan informasinya :

1. Tidak memakan makanan mentah selama anak sakit

1. Tidak memakan makanan mentah selama anak sakit
Pixabay/milivanily

Saat anak menderita demam tifoid, lebih baik melakukan perawatan medis yang tepat. Di mana saat anak terkena tipes, sebaiknya tidak memakan makanan mentah yang dapat memperparah infeksi.

Umumnya, hindari ia dari makan makanan seperti sayuran yang tidak dimasak, produk susu yang tidak dipasteurisasi, daging mentah atau setengah matang.

Med Life.com mengatakan, demam tifoid telah menjadi tantangan kesehatan yang penting.

Fakta ini menunjukkan bahwa tipes merupakan salah satu penyakit akibat penularan bakteri dan disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.

Jadi pastikan mencuci bersih dan sediakan anak makanan yang telah dimasak sampai matang sempurna.

Editors' Picks

2. Jangan biarkan anak minum air mentah

2. Jangan biarkan anak minum air mentah
Freepik/bearfotos

Apakah Mama selalu menyediakan air minum di rumah yang telah disterilkan?

Ya, itu adalah langkah yang baik. Oleh sebab itu, saat anak terkena tipes jangan biarkan ia meminum air putih yang tidak diolah seperti air galon kemasan isi ulang eceran.

Di mana hal ini bisa membuat tipes semakin parah, karena berisiko terkontaminasi oleh bakteri salmonella typhi. 

Menurut sebuah artikel New York Times yang dilansir dari Live Science.com, hindari meminum air dari kran.

Beralihlah ke air yang telah difilter dari sumber-sumber alam dan jangan gunakan air yang mentah tanpa menerima penyaringan.

3. Hindari anak dari minuman berkafein

3. Hindari anak dari minuman berkafein
Pixabay/TheoCrazzolara

Ternyata minuman berkafein sering mengandung kalori kosong. Meminum minuman kafein tidak akan mendapatkan vitamin dan mineral yang anak butuhkan.

Banyak minuman berkafein seperti teh atau cokelat dapat menyebabkan jantung berpacu dan tekanan darah anak jadi meningkat.

Selain itu, minuman berkafein bersifat diuretik yang membuat anak akan lebih sering buang air kecil.

Jika gejala tipes disertai diare dan muntah-muntah, kemungkinan jenis minuman ini bisa meningkatkan risiko dehidrasi.

Kids Health.org menjelaskan, bahwa kafein didefinisikan sebagai obat yang merangsang sistem saraf pusat.

Ini dapat memengaruhi anak-anak merasa lebih waspada dan energik. Sebaiknya menjaga konsumsi kafein pada anak-anak.

4. Cegah anak membeli makanan sembarangan

4. Cegah anak membeli makanan sembarangan
Freepik/bearfotos

Jika tipes berujung kepada komplikasi, biasanya berupa masalah pencernaan. Kondisi tersebut dinilai serius dan membutuhkan penanganan di rumah sakit secepatnya.

Dengan demikian, meski sedang sakit cegah dan larang anak untuk membeli makanan sembarangan di pedagang kaki lima. Pantangan ini juga bahkan tetap harus dilanjutkan setelah ia sembuh. 

Biasanya seseorang terkena tipes ada beberapa obat yang tersedia. Namun juga bisa mendapatkan bantuan dengan pengobatan rumahan.

Jadi makanan dan minuman yang tidak higienis adalah penyebab terjadinya tipes. Jajan sembarangan saat tipes justru dapat memperparah gejalanya.

5. Anak tidak mencuci tangan sehabis dari toilet

5. Anak tidak mencuci tangan sehabis dari toilet
Pixabay/Myriams

Saat anak terkena demam tifoid, jangan lupa memastikan ia selalu mencuci tangan setelah dari toilet.

Pasalnya bakteri salmonella yang ada di dalam tubuh bisa berpindah ke tangan dari feses sehabis buang air besar.

Apabila menyentuh dan menggunakan benda lain sehabis dari toilet, bakteri ini pun bisa berpindah ke orang yang sehat.

Moms Against Cooties.com menginformasikan, salah satu faktor penting dalam menjaga diri dan orang lain tetap sehat adalah mencuci tangan secara harfiah.

Cuci tangan yang benar merupakan cara terbaik untuk menghindari sakit dan menyebarkan kuman ke orang lain.

Jadi sangat penting agar anak langsung mencuci tangan sesudah dari toilet dengan menggunakan air dan sabun.

Itulah kelima pantangan yang harus anak patuhi selama ia sakit demam tifoid. Istirahatlah di rumah untuk mempercepat pemulihan.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.