5 Daftar Vitamin untuk Tumbuh Kembang Anak Balita

Pemberian vitamin penting untuk mempertahankan daya tahan tubuh si Kecil, lho

20 Juni 2019

5 Daftar Vitamin Tumbuh Kembang Anak Balita
Freepik/jat306

Pada masa pertumbuhan anak-anak sangat penting mendapatkan cukup vitamin dan mineral untuk memastikan kesehatan yang optimal. Terkadang sebagian besar anak-anak tidak mendapatkan asupan sayur dan buah-buahan yang sesuai kebutuhannya. Hal tersebut menjadi sebuah penghambat dan membuat daya tahan tubuhnya jadi melemah.

Sementara pemberian vitamin pada anak berguna untuk mempertahankan daya tahan tubuhnya. Nah, orangtua perlu tahu 5 daftar vitamin yang dapat diberikan untuk tumbuh kembang anak balita. Inilah rekomendasi macam-macam vitamin yang sudah dirangkum oleh Popmama.com :

1. Vitamin A

1. Vitamin A
Freepik/maria_sbytova

Kids Health mengatakan bahwa pemberian vitamin A memainkan peran yang sangat besar dalam penglihatan anak-anak.

Selain itu vitamin A membantu anak dalam melihat warna, mulai dari kuning cerah sampai ungu yang paling gelap.

Lalu makanan apa yang kaya vitamin A? Mama dapat memberikan sang buah hati susu, wortel, ubi kuning dan labu kuning yang kaya dengan vitamin A.

Vitamin A juga berguna untuk membangun sistem imun tubuh anak terhadap bakteri pemicu infeksi.

2. Vitamin B

2. Vitamin B
Freepik/alouette2019

Dikutip dari Kids Health, bahwa vitamin dan mineral adalah zat yang dapat ditemukan dalam makanan sehari-hari.

Tubuh anak-anak membutuhkan vitamin B untuk bekerja dengan baik, sehingga mereka tumbuh dan berkembang seperti yang seharusnya.

Keluarga vitamin B yaitu B2, B3, B6, dan B12 merupakan vitamin yang berperan penting dalam menghasilkan energi dari beberapa sumber makanan.

Sementara makanan yang banyak mengandung vitamin B adalah daging sapi, daging ayam, ikan, kacang-kacangan, telur, susu, keju dan kedelai.

Tanpa kecukupan vitamin B, anak-anak akan mudah terkena anemia.

Editors' Picks

3. Vitamin C

3. Vitamin C
Freepik

Babycenter menjelaskan bahwa vitamin C sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan anak-anak. Vitamin C membentuk sel darah merah, tulang maupun jaringan dan membantu gusi anak tetap sehat.

Jenis vitamin ini juga membantu si Kecil dalam memperkuat tubuhnya untuk melawan infeksi beberapa penyakit.

Sementara vitamin C banyak ditemukan di berbagai jenis buah-buahan seperti jeruk, stroberi, kiwi, dan mangga. Selain itu terdapat pada sayur-sayuran jenis brokoli, tomat dan sayur berdaun hijau tua.

4. Vitamin D

4. Vitamin D
Freepik/bearfotos

Menurut Healthline, anak-anak membutuhkan nutrisi yang sama dengan orang dewasa. Akan tetapi mereka membutuhkan jumlah yang lebih sedikit.

Untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangannya, vitamin D atau vitamin matahari berperan dalam penyerapan kalsium dalam tubuh. Selain itu fungsi dari vitamin D membantu membangun sistem imun anak dan melawan dari berbagai infeksi.

Anjuran vitamin D untuk anak-anak usia satu tahun ke atas hanya membutuhkan 600 IU atau 15 mcg setiap harinya. Oleh karenanya si Kecil bisa berjemur dan melakukan aktivitas di luar ruangan selama 5-10 menit pada pagi hari sampai pukul 10.

Atau sebagai gantinya, berikan mereka sumber vitamin D dari beberapa makanan seperti salmon, tuna, telur, dan yogurt.

5. Vitamin E

5. Vitamin E
Freepik/maria_sbytova

Vitamin E sangat penting dalam menjaga kesehatan anak, jenis vitamin ini berfungsi untuk meningkatkan sistem ketahanan tubuh dan membantu melawan mikroorganisme penyebab penyakit.

Verywell Family menjelaskann bahwa anak-anak bisa mendapatkan sumber vitamin E yang mereka butuhkan dari makanan seperti bayam, brokoli, biji bunga matahari, kacang almond, tomat dan sayuran hijau lainnya.

Apabila anak-anak kekurangan vitamin E, maka bisa berakibat short-bowel syndrome, sindrom isolasi defisiensi vitamin E dan sindrom malabsorpsi lainnya yang dapat berujung pada sejumlah gangguan saraf.

Namun anak usia 2 hingga 3 tahun tidak boleh mendapatkan asupan vitamin E lebih dari 200 mg (300 IU) per harinya.

Untuk memastikan anak mendapatkan asupan vitamin yang sesuai dengan kebutuhannya, orangtua perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!