5 Alasan Balita Suka Melempar Barang

Ternyata, marah tidak selalu menjadi penyebab anak melempar barang lho, Ma

25 Februari 2020

5 Alasan Balita Suka Melempar Barang
montikids.com

Saat balita berusia dua tahun adalah masa-masa yang menyenangkan bagi orangtua. Pada usia tersebut, balita memasuki masa aktif dan senang bermain. Mama pasti selalu menunggu waktu bermain bersama dan mendengar tawanya yang menggemaskan.

Meski demikian, Mama pasti pernah dibuat tidak habis pikir dengan kebiasaan baru anak untuk melempar barang. Hampir semua barang yang bisa ia genggam akan ia lempar kembali, menimbulkan suara berisik yang tidak jarang menyulut emosi. Kebiasaan ini juga membuat Mama lelah karena harus merapikan berbagai barang yang dibuat berantakan.

Tapi tenang dulu, Ma, jangan langsung tersulut emosi. Pada fase ini, adalah tugas Mama untuk memahami alasan balita melempar barang. Ternyata, alasannya tidak selalu karena balita sedang marah lho.

Berikut Popmama.com ungkap lima alasan mengapa anak melempar barang: 

1. Bereksperimen dengan kemampuan motorik

1. Bereksperimen kemampuan motorik
dexecure.net

Kemampuan motorik anak terus berkembang seiring pertambahan usia. Nah, melempar barang adalah bagian dari perkembangan tersebut.

Saat anak melempar barang, sebenarnya ia sedang bereksperimen dengan kemampuan motoriknya. Ia melatih koordinasi antara mata, tangan, serta jari-jarinya agar dapat membuka dan melempar barang pada saat yang tepat.

Selain itu, anak juga sedang bereksperimen dengan kekuatan yang ia miliki.

2. Penasaran dengan hal yang akan terjadi

2. Penasaran hal akan terjadi
momcollective.com

Semua orang dewasa tahu bahwa benda yang dilempar akan kembali jatuh ke tanah karena gaya gravitasi bumi. Tapi, anak balita belum memahami konsep ini.

Oleh karena itu, Mama tidak perlu heran jika anak gemar melempar barang sekali, dua kali, atau berulang-ulang. Sebenarnya, ia hanya memenuhi rasa penasarannya tentang hal yang akan terjadi. 

Ia juga penasaran dengan reaksi dan suara berbeda yang ditimbulkan berbagai macam benda.

Editors' Picks

3. Mencari perhatian orang lain

3. Mencari perhatian orang lain
googleusercontent.com

Umumnya, orang dewasa akan memberikan reaksi tertentu saat anak melempar barang, seperti marah, berteriak, khawatir, ataupun tertawa.

Nah, anak memahami reaksi tersebut sebagai bentuk perhatian terhadapnya. Ia pun dengan sengaja melempar barang berulang-ulang untuk mencari perhatian.

Jika Mama semakin sering memberikan reaksi, bahkan hingga berlebihan, anak pun akan semakin sengaja melempar barang.

4. Sebagai cara mengekspresikan perasaannya

4. Sebagai cara mengekspresikan perasaannya
babycenter.com

Manusia memiliki berbagai macam emosi, seperti senang, sedih, takut, marah, dan lain-lain.

Orang dewasa sudah tahu cara mengungkapkan emosi yang berbeda-beda tersebut, tapi tidak bagi balita. Mereka belum tahu cara yang benar untuk mengekspresikan perasaannya.

Nah, melempar barang adalah salah satu cara balita mengekspresikan perasaan, baik senang ataupun marah.

Oleh karena itu, Mama bisa menanyakan alasan anak melempar barang dan membimbingnya untuk mengekspresikan perasaan dengan cara yang lebih baik.

5. Salah satu gejala hiperaktif

5. Salah satu gejala hiperaktif
babycenter.com

Meskipun melempar barang adalah salah satu fase perkembangan yang normal bagi anak balita, Mama harus waspada jika anak suka melempar barang tanpa alasan yang jelas. Pasalnya, hal tersebut bisa menunjukan perilaku impulsif yang merupakan salah satu gejala hiperaktif.

Tentu saja, Mama tidak bisa menyatakan anak hiperaktif hanya dari kebiasaannya melempar barang. Untuk itu, konsultasikanlah dengan dokter terlebih dahulu jika Mama memiliki perasaan curiga.

Itulah lima alasan balita melempar barang. Meski sudah mengetahui alasannya, kebiasaan melempar barang tetap tidak boleh dibiasakan.

Mama harus mengatasinya dengan cara yang tepat agar kebiasaan tersebut tidak terbawa hingga anak dewasa.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.