9 Fobia Unik yang Bisa Diderita Anak-Anak

Tidak hanya takut ketinggian, anak juga bisa mengalami fobia hadiah hingga mandi

15 Desember 2019

9 Fobia Unik Bisa Diderita Anak-Anak
Freepik

Mama pasti sudah mengenal istilah fobia. Ia adalah sebuah gangguan kecemasan yang menimbulkan ketakutan berlebih terhadap benda atau situasi tertentu.

Gangguan kecemasan ini pun dapat diderita semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan fobia, seperti adanya peristiwa traumatis, efek dari imajinasi, dan faktor genetik.

Karena faktor pemicunya beragam, jenis fobia yang ada di dunia pun sangat beragam.

Bahkan, menurut situs Healthline, ada 100 macam fobia yang sudah terdeteksi lho, Ma. Masing-masing dengan penyebabnya sendiri-sendiri.

Nah, jika Mama sering mendengar fobia akan ruang tertutup atau ketinggian, beberapa fobia di bawah ini mungkin akan mengejutkan Mama. Berikut 9 daftar fobia unik yang bisa diderita anak-anak:

1. Doronophobia atau ketakutan akan hadiah

1. Doronophobia atau ketakutan akan hadiah

Saat anak berulang tahun, apa yang paling ia tunggu-tunggu? Tentu saja hadiah.

Mendapat dan membuka hadiah selalu memberikan kebahagiaan dan kejutan tersendiri. Rasanya tidak mungkin ada anak yang tidak menyukai hadiah, bahkan takut mendapatkannya.

Nyatanya, fobia terhadap hadiah adalah hal yang nyata lho, Ma.

Ia dinamakan doronophobia. Penderitanya akan merasa cemas saat harus membuka hadiah karena ia merasa apa yang ada di dalam adalah benda berbahaya.

2. Glophobhia atau ketakutan terhadap balon

2. Glophobhia atau ketakutan terhadap balon
dhresource.com

Balon adalah benda yang sering dikaitkan dengan anak-anak. Benda berwarna-warni ini selalu diandalkan sebagai dekorasi acara ulang tahun.

Selain itu, tidak jarang anak-anak membeli balon yang ia sukai hanya untuk dipajang di rumah.

Tapi ternyata, ada anak yang fobia dengan balon lho, Ma. Fobia tersebut bernama glonophobia.

Penderitanya akan merasa sangat cemas jika berada di dekat balon, berada di ruangan penuh balon, ataupun melihat orang meniup balon. Bahkan, ia bisa menjadi sangat histeris ketika seseorang menggosokan balon ke rambutnya.

3. Lachanophobia atau ketakutan terhadap sayuran

3. Lachanophobia atau ketakutan terhadap sayuran
Freepik/alhor

Fobia yang satu ini dijamin akan sangat merepotkan Mama. Pasalnya, penderita lachanophobia memiliki ketakutan yang tidak masuk akal terhadap sayuran, termasuk semua makanan yang dibuat darinya.

Padahal sayuran mengandung gizi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, tidak heran jika penderita fobia ini mengalami berbagai gangguan kesehatan karena kekurangan asupan nutrisi.

Lachanophobia bisa muncul apabila anak-anak dipaksa makan sayuran yang tidak ia sukai. Jika anak mengalaminya, sebaiknya segera diatasi ya, Ma!

4. Xocolatophobia atau ketakutan terhadap coklat

4. Xocolatophobia atau ketakutan terhadap coklat
Wavebreakmedia / Freepik

Mama mungkin bisa menebak fobia yang satu ini dari namanya. Ya, xocolatophobia adalah ketakutan berlebihan terhadap coklat. Seseorang yang menderitanya merasa takut karena coklat memiliki penampilan yang gelap.

Jika anak menderita fobia ini, Mama pasti akan bingung harus senang atau sedih. Di satu sisi, anak akan terhindar dari bahaya makan coklat berlebihan, seperti gigi berlubang dan diabetes.

Tapi di sisi lain, coklat juga memiliki banyak manfaat, seperti mencegah penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, hingga membuat seseorang bahagia.

Editors' Picks

5. Ablutofobia atau ketakutan terhadap mandi

5. Ablutofobia atau ketakutan terhadap mandi
weespring.com

Satu lagi fobia yang akan merepotkan Mama. Ablutophobia adalah ketakutan terhadap mandi dan segala hal yang berhubungan dengan membersihkan diri. Penderitanya akan sangat menghindari air, sabun, dan kamar mandi.

Wah, menyuruh anak mandi pada kondisi biasa saja sudah susah, bagaimana jika ia menderita ablutophobia ya, Ma?

Segera atasi jika anak menderita fobia ini. Mama tentu tahu bahaya jika anak tidak membersihkan diri kan? Berbagai kuman dan bakteri akan berkumpul di tubuh dan menyebabkan gangguan kesehatan!

6. Ailurophobia atau ketakutan terhadap kucing

6. Ailurophobia atau ketakutan terhadap kucing
Freepik

Apakah Mama memelihara kucing di rumah? Hewan kecil dengan bulu yang lembut ini memang cocok untuk dijadikan teman di rumah. Pembawaannya yang kalem dan manis pastinya membuat Mama tenang sekaligus gemas.

Namun, Mama harus menghapus impian untuk memelihara kucing jika anak Mama mengalami ailurophobia atau fobia akan kucing. Mama tentu tidak mau anak Mama cemas dan panik setiap kali berada di ruangan yang sama dengan kucing peliharaan Mama bukan?

7. Cynophobia atau ketakutan terhadap anjing

7. Cynophobia atau ketakutan terhadap anjing
Pixabay/Lenka Novotná

Jika ketakutan terhadap kucing ada, tentu saja ketakutan terhadap anjing juga ada. Fobia ini disebut cynophobia. Sama seperti fobia kucing, penderita fobia ini tidak bisa berada dalam satu ruangan dengan anjing. Berada dekat dengan anjing saja sudah membuatnya mengigil ketakutan.

Bahkan, jika fobia yang dialami cukup parah, penderitanya bisa merasa cemas hanya dengan membayangkan anjing ataupun melihat gambar anjing lho, Ma.

8. Xantophobia atau ketakutan terhadap warna

8. Xantophobia atau ketakutan terhadap warna
Pixabay/Bilderjet

Menggambar dan mewarna adalah aktivitas yang lazim dilakukan anak-anak. Selain mengisi waktu luang, aktivitas ini melatih keterampilan dan kreativitas anak.

Namun, aktivitas bermanfaat tersebut tidak mungkin dilakukan oleh anak yang menderita xantophobia atau ketakutan terhadap warna, umumnya terhadap warna kuning dan merah.

Tidak hanya ketika mewarnai, penderita fobia ini juga akan mengalami gangguan kecemasan ketika ia berhadapan dengan benda-benda dengan warna yang ia takuti. Sebagai contoh, anak tidak bisa mengonsumsi kuning telur karena takut pada warna kuning.

9. Trypanophobia atau ketakutan terhadap jarum suntik

9. Trypanophobia atau ketakutan terhadap jarum suntik
Freepik

Saat membawa anak ke dokter untuk melakukan imunisasi, pasti sudah terbayang tangisan anak yang sangat kencang dan drama tolak-menolak yang tidak terhindarkan. Hampir sebagian besar anak memang takut dengan jarum suntik.

Namun, bagaimana jika anak Mama menderita trypanophobia atau ketakutan berlebihan terhadap jarum suntik? Tidak hanya menangis, detak jangtung anak mungkin akan meningkat dan ia menggigil ketakutan.

Rasanya, aktivitas imunisasi menjadi hal yang mustahil. Meski demikian, tetap cari cara agar anak mendapatkan imunisasi ya, Ma

Itulah sembilan fobia unik yang mungkin dialami oleh anak-anak. Jika anak Mama mengalaminya, segera atasi agar tidak mengganggu kehidupannya di masa depan ya, Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.