Memasuki Pancaroba, 5 Jenis Penyakit Ini Rentan Menyerang Anak

Daya tahan tubuh anak sangat dibutuhkan selama musim pancaroba

23 Oktober 2019

Memasuki Pancaroba, 5 Jenis Penyakit Ini Rentan Menyerang Anak
Freepik/Zilvergolf

Sebentar lagi, Indonesia akan memasuki musim pancaroba atau musim peralihan.

Selama musim ini, angin akan bertiup lebih kencang. Hujan dan panas pun lebih sulit diprediksi.

Hujan lebat bisa turun tiba-tiba hanya beberapa saat setelah panas terik menyengat.

Akibat cuaca yang tidak menentu tersebut, penyakit pun lebih mudah menyerang.

Pasalnya, udara dingin mengubah sistem daya tahan tubuh. Sel tubuh yang berfungsi mendeteksi dan melawan virus menjadi kurang sensitif selama musim ini.

Apalagi selama musim ini, perkembangbiakan virus-virus penyebab penyakit mengalami peningkatan.

Tidak heran jika banyak orangtua yang mewaspadai musim pancaroba.

Nah, agar Mama dapat menjaga anak tetap sehat, kenali penyakit-penyakit yang rentan menyerang selama musim pancaroba berikut yuk:

1. Flu akibat udara dingin

1. Flu akibat udara dingin
Stephanie Rausser/parents.com
Gejala ISPA pada anak

Udara dingin identik dengan penyakit flu. Hal ini bukan tanpa alasan.

Pasalnya, udara dingin membuat virus-virus flu yang telah masuk ke dalam tubuh lebih cepat berkembangbiak.

Saat daya tahan tubuh menurun, virus pun leluasa menyerang tubuh.

Gejala flu umumnya muncul secara tiba-tiba. Anak akan mengalami demam, pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, sakit kepala, hingga nyeri otot dan menggigil.

Tidak jarang anak yang sedang sakit flu kehilangan nafsu makannya. Namun, tetap paksa anak untuk makan ya, Ma.

Makanan, terutama makanan bergizi, sangat dibutuhkan tubuh untuk melawan virus-virus yang ada.

2. Infeksi saluran pernapasan akibat virus

2. Infeksi saluran pernapasan akibat virus
onlymyhealth.com

Infeksi saluran pernapasan rentan menyerang anak-anak karena sistem daya tahan tubuh mereka belum berkembang secara optimal.

Ada dua jenis infeksi saluran pernapasan yang mungkin menyerang, yaitu infeksi saluran pernapasan atas dan infeksi saluran pernapasan bawah.

Infeksi saluran pernapasan atas berupa pilek, sinusitis, tonsillitis, dan laringitis.

Sedangkan infeksi saluran pernapasan bawah berupa bronkitis, pneumonia, dan bronkiolitis.

Perlu Mama ketahui, virus-virus penyebab infeksi saluran pernapasan banyak berkembang selama musim pancaroba dan musim hujan.

Oleh karena itu, selalu lindungi anak Mama. Cara pertama yang harus Mama lakukan adalah menjaga kebersihan dan mencuci tangan anak.

Editors' Picks

3. Asma akibat peradangan saluran pernapasan

3. Asma akibat peradangan saluran pernapasan
Dreamstime

Sistem pernapasan manusia terdiri dari saluran udara, pembuluh darah paru, paru-paru dan otot pernapasan.

Keseluruhan sistem ini berfungsi menyalurkan udara dari luar tubuh ke dalam tubuh dan menjamin tubuh tidak kekurangan oksigen.

Sayangnya, saat musim pancaroba, udara dingin yang dihirup rentan membuat saluran udara meradang atau inflamasi.

Apalagi jika anak melakukan aktivitas berat dan menghirup udara dalam jumlah banyak. Akibatnya anak pun bisa terserang asma.

4. Demam berdarah akibat nyamuk Aedes aegypti

4. Demam berdarah akibat nyamuk Aedes aegypti
pharmamum

Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Virus ini banyak ditemukan pada daerah tropis.

Nah, memasuki musim pancaroba, Mama harus lebih waspada. Pasalnya, perkembangan virus dengue akan semakin meningkat. Begitu pula dengan populasi nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus ini.

Gejala demam berdarah ditandai dengan demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba, sakit kepala, nyeri di bagian belakang mata, nyeri sendi.

Penyakit ini juga ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah di kulit.

5. Chikungunya akibat nyamuk Aedes aegypti

5. Chikungu akibat nyamuk Aedes aegypti
chicagohealthonline.com

Penyakit berikutnya yang harus Mama waspadai adalah chikungunya. Sama seperti demam berdarah, penyakit chikungunya juga ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Bahkan, ia memiliki gejala yang mirip, yaitu demam tinggi dan nyeri sendi.

Jika Mama mendapati gejala-gejala tersebut pada anak, sebaiknya segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang pasti. Pasalnya, pengobatan demam berdarah dan chikungunya sedikit berbeda.

Itulah penyakit-penyakit yang rentan menyerang selama musim pancaroba. Jika disimpulkan, udara dingin, virus, dan nyamuk adalah hal-hal yang patut diwaspadai selama musim ini.

Oleh karena itu, segera lakukan langkah pencegahan yuk. Mama bisa mulai menyiapkan baju-baju hangat dan membersihkan rumah dari sarang nyamuk mulai dari sekarang.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!