TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

8 Skill yang Harus Dimiliki Anak untuk Jadi Pemenang di Masa Depan

Bentuk stimulasi apa yang harus diberikan sejak usia dini agar anak memiliki winning skill?

13 Agustus 2022

8 Skill Harus Dimiliki Anak Jadi Pemenang Masa Depan
freepik/tirachardz

Perkembangan teknologi membuat kehidupan kini semakin maju. Hal ini membuat persaingan dalam bidang pendidikan dan pekerjaan semakin tinggi dan ketat. Hingga akhirnya, banyak sekali orangtua di Indonesia yang mengkhawatirkan masa depan anak-anaknya. 

Keadaan ini membuat para orangtua mulai membekali anak-anak berbagai macam ilmu dan kemampuan untuk membantu mereka menjadi pemenang di masa depan. 

Namun, melihat kemajuan teknologi dan internet ini harus membuat Mama melek mata bahwa pembekalan skill untuk anak zaman sekarang mungkin akan berbeda dengan anak-anak zaman dulu. Sebab, tantangan dan lingkungannya benar-benar jauh berbeda. 

Maka dari itu, untuk membantu menjawab permasalahan ini, Nutrilon Royal bersama dengan sejumlah ahli tumbuh kembang anak dan juga dokter anak mengembangkan stimulasi 8 winning skill (kemampuan pemenang) yang harus dibekali pada si Kecil agar siap menghadapi persaingan di masa depan yang sangat ketat dan cepat.

Stimulasi ini bisa Mama terapkan pada anak-anak sejak mereka lahir, lho!

“Agar anak dapat memiliki jiwa pemenang yang percaya diri dalam menghadapi tantangan di masa depan, sebagai The Winning Mom, kita perlu melakukan stimulasi sejak dini terutama mengoptimalkan periode sensitif yaitu usia 0-8 tahun dengan memberikan stimulasi yang tepat," jelas Saskhya Aulia Prima, M.Psi., selaku Psikolog Anak & Keluarga sekaligus Co-founder Tiga Generasi. 

Apa saja sih 8 Winning Skill tersebut? Simak rangkuman informasi Popmama.com berikut ini yuk, Ma! 

1. Attention (Perhatian)

1. Attention (Perhatian)
Freepik/pressfoto

Jika anak-anak memiliki attention (perhatian) yang baik, maka akan mempermudah mereka menyerap informasi selama proses pembelajaran. Dengan demikian, si Kecil juga akan mudah mengelola dan memahami informasi tersebut serta dapat mengikuti arahan atau instruksi dengan tepat. 

Ada berbagai cara yang dapat Mama lakukan untuk meningkatkan kemampuan memerhatikan pada Anak. Namun, tiap usi tentu memiliki cara yang berbeda-beda, jangan sampai salah cara dan mengakibatkan si Kecil pusing dan bingung. 

Berikut ini beberapa cara yang dapat Mama lakukan di rumah untuk stimulasi kemampuan memperhatikan si Kecil sesuai dengan usianya:

  • Selalu melakukan kontak mata saat si Kecil sedang berbicara atau menunjukkan sesuatu. 
  • Berikan mereka permainan yang membutuhkan banyak perhatian seperti puzzle, lego, melipat kertas origami, menyusun gambar, tongue twister, dan lain sebagainya. 
  • Beri instruksi sesuai menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh si Kecil. Kemudian tabya kembali apakah anak mama telah paham dengan instruksinya atau tidak dengan memintanya mengulang instruksi Mama. 

2. Focus (fokus) 

2. Focus (fokus) 
Pexels/Gustavo Fring

Fokus merupakan kemampuan dalam memusatkan perhatian pada sesuatu hal yang sedang terjadi. Misalnya, anak mama sedang belajar, ia sangat fokus mendengarkan materi yang para guru jelaskan. 

Jika memiliki fokus yang baik, anak mama akan menyerap informasi atau secara maksimal dan mengerjakan sesuatu dengan baik sehingga dapat mencapai cita-citanya di masa depan. 

Untuk itu penting sekali untuk melatih fokus anak sejak balita. Walau demikian bukan berarti Mama mengajak si Kecil konsentrasi selama 24 jam penuh ya. Mama dpaat melatih fokus anak-anak usia 4-5 tahun selama 15-20 menit. 

Ada beberapa cara menstimulasi anak-anak yang dapat Mama lakukan seperti berikut ini:

  • Tidur yang cukup. Istirahat sangat penting bagi semua usia, termasuk anak-anak. Istirahat yang cukup mampu membantu anak-anak lebih fokus menjalankan aktivitasnya. 
  • Lakukan permainan asah otak. Contohnya teka-teki silang, puzzle, menggambar dan mewarnai, memindahkan bola sesuai dengan wadah, dan lain-lain.
  • Mengulang instruksi dan aktivitas serupa hingga si Kecil paham. Contoh, mengajarkan anak melipat selimut dengan rapi. Jika anak sudah mampu mengerjakan tugas sesuai instruksi yang diberikan tandanya ia sudah fokus memperhatikan informasi yang Mama berikan dan mempraktikkannya dengan baik. Semakin cepat si Kecil paham, tandanya semakin tinggi kemampuan fokus yang dimilikinya. 
  • Senam otak. Misalnya dengan melakukan senam dengan gerakan tubuh yang berlawanan. Contoh, memegang kaki kanan dengan tangan kiri. Kegiatan jni mampu menjaga menjaga kesehatan mental dan merangsang fungsi otak. 
  • Meditasi. Memusatkan perhatian dan pemikiran pada sesuatu objek. Misalnya, mengajak anak duduk dengan tenang di dalam sebuah ruangan dengan suara musik yang syahdu. Selama meditasi, Mama dan si  Kecil menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan. Kegiatan ini akan membuat tubuh menjadi rileks dan pikiran lebih fokus. 

3. Memory (daya ingat)

3. Memory (daya ingat)
Freepik/drobotdean

Kemampuan daya ingat juga sangat perlu dalam proses pembelajaran. Daya ingat yang baik, mampu membuat anak mengingat materi-materi yang ia pelajari dan ia lakukan. 

Contohnya, anak mama menjadi pandai berbicara bahasa asing setelah menonton film, mampu mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik seorang diri, bisa bersikap sopan dan santun terhadpat orang lain sesuai yabg telah ia pelajari dari Mama, dapat menyelesaikan suatu permasalahan dan masih banyak lainnya. 

Untuk menstimulasi kemampuan daya ingat ini, Mama bisa meminta si Kecil bercerita terkait aktivitasnya sehari-hari sebelum tidur, menyimpulkan apa saja yang telah ia pelajari si sekolah, menceritakan kembali buku cerita yang sudah ia baca atau dibacakan oleh Mama, dan bermain game mencocokkan gambar. 

Editors' Picks

4. Language (Kemampuan berbahasa)

4. Language (Kemampuan berbahasa)
Freepik

Stimulasi kemampuan berbahasa artinya si Kecil mampu mengungkapkan apa ya g sedang ia rasakan. Misalnya, mengatakan jika giginya sakit, ingin makan karena lapar, dan lain sebagainya. Jika anak memiliki kemampuan berbahasa dan berbicara yang baik, nantinya akan mempermudah Mama dalam mendampinginya tumbuh dan berkembang. Sebab, Mama tahu apa yang mereka inginkan. 

Ada beberapa cara yang dapat Mama lakukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Anak, yakni: 

  • Mengajak anak berbicara secara rutin. 
  • Jika sudah usia satu tahun, minta si Kecil ikuti atau ulangi perkataan yang Mama ucapkan. 
  • Beri anak mama pertanyaan-pertanyaan yang mudah. Dengan memberi jawaban, berarti anak mama sedang berlatih berbahasanya. 
  • Bacakan buku cerita. Ketika anak sudah bisa berbicara, bisa meminta mereka bercerita secara bebas sesuai dengan gambar yang ada di dalam buku cerita. 
  • Ajak anak bermain di playground agar bisa berkomunikasi dan sosialisasi dengan anak sepantarannya. 

Beberapa stimulasi kemampuan berbahasa di atas mampu membuat anak mama memiliki banyak kosakata dan berakhir pandai berbicara. 

5. Psychomotor (Kemampuan Psikomotor)

5. Psychomotor (Kemampuan Psikomotor)
Freepik/prostooleh

Psikomotor adalah kemampuan yang berkaitan dengan aktivitas fisik dan berhubungan dengan psikologi serta mental anak. Jadi, kemampuan psikomotor ini berkaitan dengan pemikiran dan gerak tubuh. 

Hal tersebut membuat si Kecil semakin mengenali setiap bagian tubuhnya dan bisa lebih bebas mengekspresikan diri. 

Contoh aktivitas yang dapat menstimulasi kemampuan psikomotor yakni:

  • Melatih gerak lakomotor atau berpindah dari sati tempat ke tempat lainnya. Misalnya berlari, berjalan, melomlad, dan lain sebagainya. 
  • Melatih kemampuan koordinasi mata dengan bagian tubuh lainnya seperti menangkap bola, menendang bola, melempar bola, menyusun lego atau mainan bongkar pasang, melakukan segala permainan di playgound, dan lain sebagainya. 
  • Melatih kemampuan mengontrol tubuh, seperti keseimbangan dengan berdiri satu kaki, kemampuan kapan anak harus memulai dan menghentikan gerakannya, dan lainnya. 

6. Logic (Logika)

6. Logic (Logika)
Freepik/freepik

Kemampuan selanjutnya yang dibutuhkan oleh anak untuk menjadi pemenang di masa depan yakni kemampuan berpikir secara logic atau logis untuk membuat keputusan.

Kemampuan ini dibutuhkan karena banyak hal yang harus si Kecil lakukan sendiri tanpa ditemani oleh Mama. Misalnya, ketika sedang di sekolah, ia ingin buang air kecil, maka ia akan melakukan izin pada Guru di kelasnya dan menuju toilet. Contoh lainnya, saat sedang belajar, ada beberapa pelajaran yang membutuhkan jawaban secara logis seperti soal cerita matematika. Untuk itu, anak perlu memiliki skill logic dalam dirinya. 

Untuk menstimulasi kemampuan logika ini ada beberapa cara yang dapat Mama lakukan pada anak, misalnya:

  • Menjelaskan segala alasan aktivitas yang dilakukan oleh anak. Misal, kita harus makan supaya tidak lapar, kita harus mandi agar bandan bersih, dan lainnya. Hal ini mampu membuat anak berpikir sebab akibat. 
  • Bertanya tentang hal-hal sederhana pada anak. Contoh, "kamu suka makanan apa? Kenapa suka makanan tersebut?" 
  • Mengajak anak berwisata alam dan mengenal berbagai hal baru. 
  • Beri anak permainan menyelesaikan misi. Misalnya bermain puzzle, balok susuk, keluar dari labirin, dan lain sebagainya. 
     

7. Reasoning (Penalaran)

7. Reasoning (Penalaran)
Freepik/Mdjaff

Selain berpikir secara logis, berpikir sesuai nalar juga sangat penting agar si Kecil menjadi pemenang. 

Kemampuan penalaran membantu si Kecil dapat memulai memahami sesuatu hal baru, menyelesaikan suatu kegiatan, dengan baik, mengevaluasi diri, serta lebih bebas mengekspresikan diri. 

Tanpa penalaran yang baik, si Kecil akan sulit untuk mengumpulkan informasi. Kemampuan reasoning dibutuhkan untuk memahami dan membangun proses berpikir si Kecil. Maka dari itu diperlukan kemampuan penalaran. 

Untuk menstimulasi kemampuan penalaran Mama harus selalu siap menjelaskan setiap alasan dari suatu kegiatan/fenomena yang terjadi. Contohnya, mengapa si Kecil harus cuci tangan sebelum dan setelah makan, membereskan mainannya sebelum tidur, pergi ke sekolah, dan lain sebagainya. 

8. Decision (Membuat Keputusan)

8. Decision (Membuat Keputusan)
Freepik/Standret

Ketika anak mama berhasil berpikir dengan logika dan penalaran, maka ia akan mampu mengambil keputusan untuk setiap masalah dalam hidupnya dan menjadi pemenang di masa depan. 

Mama dapat melatih anak-anak untuk mengambil keputusan-keputusan kecil berdasarkan analisa yang dilakukannya. Hal ini melatih si Kecil untuk berpikir dahulu sebelum bertindak, familiar dengan kegagalan dan tidak mudah menyerah hingga mendapatkan jalan keluar yang baik.

Ada beberapa cara membantu stimulasi kemampuan mengambil keputusan pada anak, seperti:

  • Latih anak memutuskan sesuatu yang sederhana. Misalnya, memilih mainan yang akan dimainkan, menentukan menu makanan, dan lain-lain. 
  • Menjelaskan tentang konsekuensi. Jika keputusan yang diambil salah, maka anak mama harus menanggung konsekuensinya.
  • Jangan marahi anak jika keputusan yang diambilnya itu salah. Bantu mereka temui kesalahannya agar tidak mengilang kembali kesalahan yang sama di masa depan. 

Selain menstimulasi anak dengan kemampuan-kemampuan di atas, Mama juga harus memerhatikan terkait kesehatan tubuh si Kecil. Jangan lupa beri mereka istirahat yang cukup setiap hari. Sebab, melatih kemampuan yang dilakukan secara terus-menerus akan membuat mereka lelah dan bisa menjadi sakit. 

Adapun asupan gizi dan nutrisi yang perlu Mama perhatikan agar mengoptimalkan proses stimulasi kemampuan si Kecil. 

Beberapa nutrisi penting yang diperlukan yakni FOS:GOS, Omega 3, Omega 6 dan DHA. Empat hal tersebut dapat membantu proses perkembangan kognitif anak.

Untuk itu, Velan Sormin selaku Brand Manager Nutrilon Royal mengatakan, "Sebagai wujud nyata dukungan Nutrilon Royal terhadap para Moms, kami pun menghadirkan susu pertumbuhan yang diperkaya dengan FOS:GOS yang telah teruji klinis dapat membantu meningkatkan imunitas serta Omega 3, Omega 6, dan DHA yang baik untuk perkembangan kognitif Si Kecil.”

Kini waktunya Mama menjaga dan memberi asupan nutrisi terbaik untuk anak dan menstimulasi kemampuan-kemampuan si Kecil. Semangat, Ma! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk