Sering Bikin Emosi, Ini 5 Alasan Kenapa Anak Balita Susah Diajak Tidur

Sabar ya Ma, mungkin alasan ini yang sedang dirasakan si Kecil

16 Mei 2020

Sering Bikin Emosi, Ini 5 Alasan Kenapa Anak Balita Susah Diajak Tidur
momspresso.com

Saat mengajak anak pakai piyama dan segera pergi tidur malam berjalan dengan baik, ini adalah sebuah kesenangan bagi Mama karena tidak ada drama.

Itu tandanya kedamaian sedang berpihak pada Mama. Senang kan?

Tetapi ketika semuanya tidak berjalan dengan baik, wajar kalau Mama merasa khawatir untuk melihat matahari yang mulai terbenam.

Baru membayangkan anak menjerit dan berlarian saja, rasanya kepala mendadak sudah pusing ya Ma!

Berlari mengejar anak kecil yang kalau dikejar maka dia malah jadi semakin  liar, menutup pintu kamar terburu-buru sementara si Kecil malah menjerit. Ya ampun, drama ini mungkin terjadi hampir tiap malam!

Banyak balita kecil dengan tipe Energizer Bunny yang sering menolak waktu tidur. 

Mereka benci meninggalkan sensasi berlari, memanjat, dan menyentuh. 
Pada usia sekitar 18 bulan anak mulai memasuki fase yang sangat independen, di mana mengatakan kata "Tidak!" adalah hal favorit bagi mereka. Kemudian semakin ia lelah, semakin kaku, hiper aktif dan mudah tersinggung.

Faktanya, jajak pendapat Sleep in America 2004  melaporkan bahwa sepertiga balita dan setengah dari anak-anak prasekolah secara rutin membuat "drama" pada waktu menjelang tidur. Banyak anak yang benar-benar melawan ketika diajak tidur.

Selain penolakan normal ini, berikut ini Popmama.com sebutkan alasan mengapa balita melawan waktu diajak tidur di malam hari.

1. Dia terlalu bersemangat

1. Dia terlalu bersemangat
positiveparentingsolutions.com

Terlalu sering menonton TV atau tayang di YouTube, bermain hingga ekstra lelah, ada sesuatu terkait yang dia konsumsi seperti jus manis, camilan manis, pewarna dan rasa buatan, obat flu atau dosis kafein dari cola, es teh atau cokelat.

Itu semua bisa membuat anak mama jadi terlalu bersemangat hingga energinya semakin besar. Akan sulit bagi si Kecil jika energinya masih banyak lalu diajak untuk pergi tidur.

Mereka dengan sukarela akan jawab, "Tidak!"

Editors' Picks

2. Sesuatu mengganggunya

2. Sesuatu mengganggunya
happiestbaby.com

Ada hal yang mungkin mengganggu anak. Sebagian anak yang masih terlalu kecil sulit mengutarakannya.

Lampu terang, suara keras, tumbuh gigi, terlalu panas, terlalu dingin, memiliki hidung yang pengap, makan malam terlalu larut atau piyama yang gatal. Semua itu membuat anak merasa tidak nyaman dan mudah mengeluh.

3. Dia usil dan keras kepala

3. Dia usil keras kepala
webmd.com

Tidak ingin pergi ke kamarnya karena dia ingin melihat apa yang dilakukan orang lain.

Bagi anak yang memiliki kakak, kadang ia ingin mengganggu kakaknya dulu sebelum masuk kamar. Lalu terjadi pertengkaran karena adiknya usil. Kalau sudah begini, Mama semakin pusing.

4. Tidak bisa tidur sendiri 

4. Tidak bisa tidur sendiri 

Anak belum belajar bagaimana tertidur tanpa Mama yang biasa mengayunnya. Begitu Mama bergerak meninggalkan kamar maka si Kecil kembali membuka mata dan marah.

Dia sangat nyaman dengan mamanya yang sudah menemaninya setiap saat, memberi makan, dan memeluknya.

5. Takut akan teror di malam hari

5. Takut akan teror malam hari
mumsnet.com

Mimpi buruk biasanya terlupa begitu saja. Namun sebagian anak mengingatnya. Itu menjadi memori yang tidak menyenangkan hatinya.

Dia akan melalui tahap yang menakutkan, mengalami kesulitan sendirian dan berurusan dengan hamparan kekhawatiran dari orang asing hingga anjing, bahkan ketika ada suara petir di malam hari.

Tapi apa pun alasannya, ada banyak cara untuk membantu anak mama untuk bisa tenang ketika waktu tidur malam tiba.

Itulah 5 alasan kenapa anak susah diajak tidur di malam hari. Mama bisa memberikan pengertian 30 menit sebelum mengajaknya masuk kamar. Lakukan rutinitas yang sama menjelang tidur, agar anak paham tanda-tandawaktunya tidur dari kegiatan yang ia lakukan di malam hari.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.