Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Fakta Flu Singapura pada Anak, Lagi Banyak Menyerang si Kecil
Pinterest.com
  • Kasus flu Singapura pada anak meningkat, terutama di lingkungan daycare hingga SD, dengan gejala awal mirip flu biasa seperti demam, pilek, dan sariawan di mulut.
  • Penyakit ini sangat mudah menular melalui kontak langsung atau benda terkontaminasi, sehingga anak yang terinfeksi disarankan istirahat di rumah untuk mencegah penyebaran.
  • Flu Singapura umumnya sembuh dalam 7–10 hari dengan cukup cairan dan istirahat, namun perlu segera ke dokter jika muncul tanda bahaya seperti lemas berat atau demam tinggi berkepanjangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, kasus flu Singapura pada anak kembali ramai dibicarakan. Dilansir dari akun instagram @dr.reni.anak mengungkapkan bahwa semakin banyak pasien anak dengan gejala flu Singapura datang ke klinik, terutama dari lingkungan daycare, TK, hingga SD.

Penyakit ini memang sangat mudah menular antar anak, terutama di tempat yang memiliki aktivitas bersama tinggi. Karena itu, orangtua perlu lebih waspada mengenali gejalanya sejak awal.

Lalu, seperti apa sebenarnya flu Singapura pada anak?

Berikut Popmama.com rangkum 7 faktanya.

1. Flu Singapura adalah infeksi virus yang menyerang mulut, tangan, dan kaki

pinteres.com/Babycenter

Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit akibat infeksi virus yang umumnya menyerang anak-anak.

Dilansir dari alodokter.com, penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya ruam atau lepuhan di tangan dan kaki, serta sariawan di area mulut.

Meski namanya “flu”, penyakit ini sebenarnya berbeda dengan influenza biasa.

2. Gejala awalnya sering mirip flu biasa

Pexels/martproduction

Pada tahap awal, flu Singapura sering sulit dikenali karena gejalanya menyerupai flu pada umumnya.

Anak bisa mengalami:

  • demam,

  • pilek,

  • sakit tenggorokan,

  • sakit kepala,

  • hingga tubuh terasa lemas.

Beberapa anak juga menjadi lebih rewel dan kehilangan nafsu makan karena mulut terasa sakit akibat sariawan.

3. Ruamnya tidak hanya muncul di tangan dan kaki

Pinterest.com/Annielehir

Banyak orang mengira ruam flu Singapura hanya muncul di telapak tangan dan kaki. Padahal, ruam atau lepuhan juga bisa muncul di area tubuh lain.

Beberapa anak mengalami ruam di:

  • lengan,

  • dada,

  • punggung,

  • pantat,

  • hingga area kelamin.

Biasanya lepuhan terasa perih saat tersentuh sehingga membuat anak lebih sensitif dan tidak nyaman.

4. Flu Singapura sangat mudah menular antar anak

Pinterest.com/Gustavofring

HFMD termasuk penyakit yang sangat mudah menular, terutama pada anak usia daycare hingga sekolah dasar.

Virus bisa menyebar melalui:

  • percikan air liur saat batuk atau bersin,

  • benda yang terkontaminasi virus,

  • berbagi alat makan atau handuk,

  • menyentuh ruam penderita,

  • hingga kontak dengan air liur atau tinja penderita.

Karena itulah anak yang terinfeksi sebaiknya sementara waktu tidak dulu masuk sekolah agar tidak menularkan ke teman-temannya.

5. Anak biasanya mulai mengalami ruam dan sariawan setelah 1–2 hari

Pinterest.com/Parents

Setelah gejala awal muncul, biasanya dalam 1–2 hari anak mulai mengalami keluhan yang lebih khas seperti:

  • sariawan,

  • ruam atau lepuhan,

  • pembengkakan kelenjar getah bening,

  • hingga rasa tidak nyaman saat makan dan minum.

Karena mulut terasa sakit, beberapa anak bahkan mengalami GTM atau gerakan tutup mulut sehingga asupan cairannya perlu diperhatikan.

6. Anak perlu banyak cairan dan istirahat di rumah

pexels/Tima Miroshnichenko

Karena disebabkan oleh virus, flu Singapura umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu sekitar 7–10 hari.

Selama masa pemulihan, orangtua bisa membantu anak dengan:

  • memberikan banyak cairan,

  • menyajikan makanan lembut dan dingin,

  • menjaga anak tetap istirahat,

  • serta memberikan obat penurun demam seperti paracetamol bila diperlukan.

Hindari makanan pedas atau asam karena bisa membuat sariawan semakin nyeri.

Selain itu, anak juga disarankan menjalani isolasi sementara di rumah karena penyakit ini sangat mudah menular.

7. Segera ke dokter jika anak mengalami tanda bahaya ini

Pexels/LosMuertosCrew

Meski umumnya bisa sembuh sendiri, orangtua tetap perlu waspada terhadap tanda-tanda yang lebih serius.

Segera bawa anak ke IGD atau konsultasi ke dokter bila anak:

  • tidak pipis lebih dari 6 jam,

  • terlihat sangat lemas,

  • mengalami sesak napas,

  • muntah terus-menerus,

  • kejang,

  • atau demam tinggi lebih dari tiga hari.

Untuk membantu mencegah penularan, orangtua juga disarankan rutin mencuci tangan dengan sabun, membersihkan area yang sering disentuh anak, serta mengajarkan anak menjaga kebersihan sejak dini.

Editorial Team