3 Tips Penting Perlindungan 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Jangan disepelekan ya, Ma!

28 November 2018

3 Tips Penting Perlindungan 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak
Pixabay/neildodhia

Ma, mungkin sudah banyak yang tahu mengenai 1000 hari pertama kehidupan seorang anak. 

1000 hari pertama kehidupan seorang anak itu dimulai sejak masa kehamilan.

Di sepanjang perjalanan hingga hari ke-1000 menjadi periode emas yang harus Mama isi dengan berbagai hal positif bersama si Kecil. 

Keberhasilan 1000 hari pertama ini menjadi salah satu tanggung jawab Mama sebagai orangtua.

Periode emas yang dilalui si Kecil akan menjadi pondasi penting untuk kehidupannya kelak. 

Untuk mengupayakan keberhasilan periode emas ini, perlu sekali melakukan perlindungan 1000 hari perlindungan. 

Keseharian hingga rutinitas anak-anak selama 1000 hari pertama harus benar-benar dijaga.

Usahakan untuk tidak menganggap ini sepele karena perlindungan yang diberikan dapat memengaruhi perkembangan si Kecil ke depannya. 

Demi keberhasilan perlindungan selama 1000 hari penuh, berikut beberapa rangkuman dari Popmama.com yang bisa Mama lakukan untuk si Kecil. 

1. Selalu rutin mengganti popok

1. Selalu rutin mengganti popok
Pixabay/ReadyElements

Penggunaan popok tidak selamanya membuat si Kecil merasa nyaman.

Perlu Mama sadari kalau ada dampak negatif yang mengancam dirinya saat menggunakan popok. 

Ruam popok biasanya terjadi karena ukuran popok terlalu ketat, kulit si Kecil tidak bersihkan hingga kering, seringkali mengganti produk popok hingga terlalu lama bersentuhan dengan permukaan popok yang kotor. 

Padahal kebiasaan buruk membiasakan si Kecil dengan popok yang sudah tidak membuatnya kurang nyaman ini dapat berdampak untuk kesehatan.  

Lidwina Natalia Brand Manager Sleek Baby sempat menjelaskan kalau kesehatan kulit bayi juga perlu dijaga dari ruam popok. 

“Popok bayi harus diganti tiap 2-3 jam. Bila dipakai terlalu lama dapat memicu terjadinya ruam,” ucap Lidwina Natalia saat ditemui di acara sosialisasi mengenai 1000 Hari Perlindungan di RPTRA Jakpro, Pluit - Penjaringan (23/11). 

Kalau sudah terjadi ruam, krim dapat membantu melindungi kulit dan meredakan ruam yang sudah muncul.

Baca juga: 5 Penyebab Ruam Popok dan Cara Mengatasinya

Editors' Picks

2. Berusaha untuk selalu mencuci pakaian

2. Berusaha selalu mencuci pakaian
Unsplash/rawpixel

Pakaian yang sudah kotor atau terkena noda sebaiknya dicuci dengan pembersih yang lembut.

Jangan sampai si Kecil menggunakan pakaian yang banyak noda karena akan membuatnya kurang merasa nyaman. 

“Kulit bayi sangat sensitif. Bila pakaian dicuci dengan deterjen biasa, seratnya bisa menjadi kasar dan mengiritasi kulit,” ujar Lidwina Natalia. 

Selain cara mencuci yang harus diperhatikan, pemilihan deterjen juga terbilang sangat penting. Anak-anak masih memiliki permasalah kulit yang cenderung sensitif dan sangat rentan bila terkena bahan-bahan kimia.

Mama harus bisa bijak dalam memilih dan menggunakan deterjen dalam menghilangkan segala noda di pakaian. 

Pakailah deterjen dengan bahan alami karena akan membuat kult si Kecil lebih aman dan terlindungi. 

Selain pakaian si Kecil, pakaian lain termasuk Mama dan Papa harus diperhatikan.

Bakteri yang ada di pakaian ini dapat menempel ke kulit si Kecil terlebih saat dirinya sedang sangat manja. 

“Jangan lupa, kulit bayi menempel pada pakaian kita saat digendong atau saat ia menyusu. Pakaian kita yang kasar bisa mengiritasi kulitnya,” ujar Lidwina Natalia.

Mulai sekarang demi membantu perlindungan 1000 hari pertama kehidupan si Kecil, kebersihan pakaian harus diperhatikan ya. 

Baca juga: Kesalahan Saat Mencuci Pakaian yang Sering Kita Lakukan

Baca juga: Tips Mencuci Baju Bayi yang Benar agar Si Kecil Nyaman

3. Perhatikan kebersihan botol susu 

3. Perhatikan kebersihan botol susu 
Pixabay/tung256

Ma, kebersihan lainnya yang harus diperhatikan yaitu kebersihan botol susu.

Kondisi kebersihan botol susu yang tidak dijaga dengan baik dapat membuat si Kecil sering sakit hingga pertumbuhannya pun kurang optimal.

Walau tampak sepele, namun kegiatan membersihkan botol susu membutuhkan kecermatan.

Botol susu yang kurang bersih dapat memicu terjadinya infeksi bakteri dan penyakit pada si Kecil. 

Bila botol susu kurang bersih, secara tidak langsung susu menjadi tidak steril.  

“Anak kecil itu, semua yang dipegang masuk mulut. Jangan dilarang yang penting tangannya setelah memegang barang harus dicuci, biar aman,” tutur dr. Lula Kamal selaku praktisi kesehatan. 

Cuci selalu botol susu, peralatan makan, dan mainan si Kecil dengan cara yang benar. Akan lebih baik lagi kalau proses pembersihan bisa menggunakan food grade.

Usahakan selalu biasakan juga untuk selalu mencuci tangan si Kecil dalam keadaan apapun ya, Ma. 

Baca juga: Bisa Berbahaya! 7 Kesalahan Pemberian Susu di Botol

Baca juga: 5 Rekomendasi Botol Dot yang Tak Menyebabkan Bingung Puting