Poin terakhir yang sering terlupakan adalah kebutuhan si Kecil untuk divalidasi perasaannya sebelum hari berakhir.
Terkadang, kegelisahan si Kecil sebelum tidur bersumber dari kejadian yang mereka alami sepanjang hari, baik itu rasa takut, senang, maupun sedih. Yang mereka butuhkan hanyalah didengarkan.
Mama bisa menutup hari dengan sesi "curhat" singkat tentang apa yang paling berkesan bagi mereka hari ini. Mendengar Mama mengakui perasaan mereka, seperti "Mama tahu tadi kamu sedih saat mainannya rusak", akan membuat beban emosional si Kecil terasa ringan.
Menutup hari dengan hati yang tenang dan perasaan dimengerti adalah kunci utama agar si Kecil tidak mengalami mimpi buruk dan bisa bangun dengan perasaan bahagia keesokan harinya.
Memahami kebutuhan emosional dan fisik si Kecil di balik perilaku "ajaib" mereka sebelum tidur memang butuh kesabaran ekstra ya, Ma.
Namun, dengan memberikan respon yang tepat, Mama tidak hanya membantu mereka tidur lebih cepat, tapi juga membangun kepercayaan yang mendalam antara Mama dan si Kecil.
Biasanya, perilaku "ajaib" mana yang paling sering muncul dari si Kecil saat sudah disuruh masuk ke kamar untuk tidur, Ma?