Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
10 Hal yang Selalu Diingat Anak mengenai Masa Kecil Mereka
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI
  • Masa kecil membentuk fondasi emosional anak, di mana rasa aman, cinta, dan perhatian orangtua menjadi kenangan yang paling melekat hingga dewasa.
  • Anak lebih mengingat perasaan saat bersama orangtua dibanding detail kejadian, terutama ketika mereka merasa didengarkan, dilindungi, dan dihargai.
  • Momen kebersamaan seperti bermain, tertawa, atau merayakan hal sederhana menciptakan ikatan emosional kuat yang menumbuhkan kepercayaan diri serta empati anak di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Masa kecil adalah fase emas yang membentuk emosi dan cara anak dalam memandang dunia. Setiap interaksi, perhatian, serta respons orangtua akan tersimpan dalam memori jangka panjang si Kecil hingga mereka tumbuh dewasa.

Menurut studi, anak tidak selalu mengingat detail kejadian, melainkan mengingat bagaimana perasaan mereka saat berada bersama orangtua. Rasa aman, dicintai, dan didengarkan inilah yang menjadi memori emosional dan membentuk karakter serta kepercayaan diri anak di kemudian hari.

Lantas, hal apa saja yang paling diingat anak saat mengenang masa kecil mereka? Berikut ini Popmama.com telah merangkum 10 hal yang akan selalu diingat anak yang perlu diketahui. Disimak, ya!

1. Perasaan aman saat bersama orangtua

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Rasa aman menjadi kebutuhan emosional paling mendasar bagi anak. Ketika anak merasa aman di rumah, mereka akan lebih bebas mengekspresikan diri dan mencoba hal-hal baru tanpa rasa takut. Lingkungan yang penuh kehangatan juga membantu anak dalam membangun rasa percaya terhadap dunia sekitarnya.

Kenangan tentang rasa aman inilah yang dirindukan anak Ma. Mereka akan menilai rasa aman tersebut sebagai ruang aman di masa depan. Anak yang tumbuh dalam rasa emosional juga dinilai cenderung lebih stabil secara emosi dan mampu membangun hubungan sosial yang sehat.

2. Perasaan saat didengarkan

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Anak mempunyai ingatan yang cukup baik saat pendapat dan ceritanya benar-benar didengarkan. Ketika orangtua memberi ruang bagi anak untuk berbicara, anak merasa dihargai dan diakui keberadaanya.

Hal inilah yang sering kali dirindukan mereka bagaimana rasa didengarkan itu. Mendengarkan anak tanpa menghakimi juga dinilai membantu mereka belajar mengenali emosinya sendiri.

Kebiasaan ini menanamkan rasa percaya diri serta membentuk keterampilan komunikasi yang baik saat mereka memasuki fase dewasa. Di massa depan, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mampu menyampaikan perasaan dan pikiran dengan sehat.

3. Momen ketika mereka tertawa dengan bahagia

Freepik/gpointstudio

Tawa adalah bahasa universal kebahagiaan anak. Momen bermain, bercanda atau melakukan aktivitas seru bersama orangtua akan selalu tertanam dalam ingatan mereka. Aktivitas sederhana seperti membuat lelucon kecil atau melakukan kegiatan kreatif bersama, mampu menciptakan ikatan emosional yang kuat antara orangtua dan anak.

Siapa sangka jika momen kecil tersebut dapat berharga untuk sebagian anak di masa mendatang. Oleh karena itu, tawa masa kecil sering kali menjadi pengingat akan rasa cinta, kasih sayang dan kebersamaan dalam keluarga.

4. Momen saat mereka merasa dilindungi

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Momen yang akan selalu diingat anak adalah ketika momen dimana mereka merasa dilindungi oleh orangtua. Anak akan selalu mengingat, bahwa mereka tidak merasakan sendirian saat menghadapi dunia.

Ketika orangtua membela anak dengan bijak dan menenangkan saat menghadapi suatu permasalahan, anak belajar bahwa ia tidak sendirian menghadapi dunia. Sikap orangtua yang hadir dan memberi solusi dengan penuh empati inilah yang menumbuhkan rasa aman yang mendalam dalam hati anak.

Lebih dari itu, perlindungan juga mengajarkan anak bahwa sejatinya rumah adalah tempat berlindung terbaik, tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa rasa takut.

5. Kata dan dukungan yang baik mereka terima

Freepik

Ucapan penuh kasih, pujian tulus, dan kalimat penyemangat akan selalu tinggal dalam ingatan anak. Menurut studi kata-kata yang baik ditujukan pada anak, dinilai dapat membentuk cara anak dalam memandang dirinya sendiri.

Saat anak menerima dukungan emosional, anak akan merasa dihargai dan diterima dalam kehadirannya. Hal ini memperkuat konsep diri serta keberanian anak untuk mencoba hal baru tanpa takut gagal di masa depan.

6. Saat merayakan sesuatu

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Mendapatkan perayaan hangat merupakan salah satu momen yang akan selalu diingat anak saat mengenang masa kecil mereka. Perayaan sederhana seperti ulang tahun kecil di rumah, keberhasilan akademik, hingga pencapaian sehari-hari yang menjadi simbol bahwa usaha dan perjuangan mereka dihargai.

Perayaan hangat juga menciptakan kenangan emosional yang membekas dalam benak dan hati anak. Saat orangtua hadir sepenuh hati, memberikan pelukan, ucapan selamat serta kebersamaan. Anak merasakan bahwa keberadaannya bermakna. Momen ini tentunya menumbuhkan rasa kebahagiaan dan motivasi untuk terus berusaha menjadi versi terbaik.

7. Saat ketika mereka dicintai

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Mendapatkan rasa cinta yang sempurna di keluarga merupakan mimpi bagi setiap anak di rumah. Anak yang merasakan cinta tanpa syarat akan tumbuh dengan kepercayaan diri yang kuat, perasaan aman, serta keyakinan bahwa dirinya berharga.

Perasaan dicintai kelak menjadi fondasi utama bagi kesehatan emosional, empati dan kemampuan anak dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Anak yang tumbuh dalam kasih sayang cenderung lebih mampu memahami perasaan orang lain, mengelola emosi, dan menjalin relasi sosial yang positif sepanjang hidupnya.

8. Momen ketika orangtua memberikan apresiasi

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Tak banyak yang tahu jika memberikan apresiasi merupakan salah satu hal yang diingat anak mengenai masa kecil lho Ma. Saat anak menerima apresiasi, otaknya mengaitkan pengalaman tersebut dengan perasaan bahagia, aman, dan dihargai.

Perpaduan antara emosi positif dan interaksi hangat membuat momen ini tersimpan lebih lama dalam ingatan jangka panjang mereka.

Inilah sebabnya kenangan akan pujian dari dukungan orangtua, sering kali muncul kembali saat anak menghadapi tantangan di masa dewasa. Ingatan tentang apresiasi tersebut dinilai berperan sebagai penguat mental dan sumber motivasi saat anak dewasa.

9. Saat berpergian bersama

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Momen bepergian atau rekreasi bersama keluarga sering kali menjadi memori yang paling melekat pada anak. Rekreasi memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan baru di luar rutinitas harian yang biasanya ia jalani.

Kebiasaan seperti berjalan santai di kebun raya ataupun meminum susu hangat di wilayah dataran tinggi merupakan salah satu contoh kegiatan mengasyikkan antara orangtua dan anak. Tidak heran, jika kegiatan berekreasi merupakan salah satu hal yang umumnya sering diingat anak saat mengenang masa kecil mereka.

10. Bermain bersama orangtua

Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Bermain adalah bahasa utama anak dalam belajar dan mengekspresikan diri. Saat orangtua ikut terlibat, anak merasa dunianya dihargai. Tak jarang momen bermain bersama antara orangtua dan anak inilah yang membuat anak merasakan bahagia yang memicu ingatan jangka panjang anak, Ma.

Menurut Dr. Stuart Brown, pendiri National Institute for Play, keterlibatan orangtua dalam aktivitas bermain berperan penting dalam membangun koneksi emosional, kreativitas, serta perkembangan sosial anak. Bermain bersama dinilai membuat anak merasa lebih dekat secara emosional, sekaligus membantu otak membentuk jalur memori yang lebih kuat.

Anak akan selalu mengingat momen kebersamaan ini di kemudian hari sebagai bagian dari masa kecil yang hangat dan bermakna. Kenangan tentang tawa, kehangatan dan kebersamaan akan menjadi bekal emosional yang membantu anak membangun hubungan sosial yang sehat serta kemampuan berempati sepanjang hidupnya.

Itulah Ma, deretan informasi mengenai hal yang akan selalu diingat anak mengenai masa kecilnya. Mari senantiasa mendukung terciptanya memori yang positif dengan menghadirkan rasa aman dan kasih sayang dalam setiap proses tumbuh kembang anak.

Editorial Team