Bolehkah Balita Minum Madu Setiap Hari?

Walaupun memiliki beragam manfaat kesehatan, memberikan madu secara berlebihan juga berbahaya lho!

28 September 2021

Bolehkah Balita Minum Madu Setiap Hari
Pixabay/9lnw

Madu sering dipasarkan sebagai alternatif yang sehat untuk gula biasa. Selain itu, madu juga memiliki beragam manfaat kesehatan yang terkait dengan kandungan antioksidannya.

Walaupun beberapa orangtua mengklaim bahwa madu bisa menjadi cara yang lezat dan bergizi untuk membantu memuaskan balita pada rasa manis, yang lain menganggap madu memliki kandungan gula yang tinggi.

Seperti yang Mama ketahui, kandungan gula yang tinggi pada madu bisa menyebabkan gigi berlubang hingga obesitas pada anak. 

Lantas, apakah memberikan madu setiap hari untuk balita adalah cara yang tepat? Yuk simak informasinya yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini!

1. Apa saja kandungan nutrisi di dalam madu?

1. Apa saja kandungan nutrisi dalam madu
Freepik/Racool-studio

Madu adalah zat manis seperti sirup yang dihasilkan lebah dari nektar tanaman berbunga. Lebah mengumpulkan nektar dan kemudian mengkonsumsi, mencerna, dan membuangnya di dalam sarang untuk menghasilkan madu.

Madu disimpan dalam struktur seperti lilin yang disebut sarang lebah, yang dikumpulkan oleh manusia melalui praktik peternakan lebah. Banyak jenis madu tersedia, berbeda berdasarkan sumber tanaman, metode ekstraksi, dan apakah itu mentah atau dipasteurisasi.

Meskipun nutrisi madu bervariasi, tergantung pada jenisnya, dilansir dari Healthline, satu sendok makan madu biasanya memiliki 64 kalori dan 17 gram karbohidrat, dengan sedikit atau tanpa lemak, serat, dan protein 

Ini juga mengandung beberapa mikronutrien, seperti kalium, zat besi, dan zinc, tetapi dalam jumlah sedikit.

Editors' Picks

2. Apa saja manfaat madu untuk balita?

2. Apa saja manfaat madu balita
Freepik/Freepic-diller

Selain manis, madu juga diketahui memiliki beragam manfaat untuk mendukung kesehatan anak. Dilansir dari Sunshine House, berikut adalah beberapa manfaat madu untuk balita:

Memberi anak energi yang tahan lama
Madu terutama terbuat dari tiga jenis gula: sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Masing-masing gula ini digunakan oleh tubuh secara berbeda. Sukrosa dan glukosa dicerna dengan cepat dan menyebabkan lonjakan gula darah. Fruktosa memberi anak energi yang stabil

Mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan
Tak banyak bahan dalam sebotol madu murni, tetapi madu penuh dengan vitamin dan mineral yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi si Kecil yang sedang tumbuh. Madu juga mengandung asam amino yang membantu anak tumbuh dan berkembang.

Melindungi hati dari kerusakan
Madu melindungi hati terhadap penyakit dan kerusakan tertentu. Madu juga telah terbukti mengurangi efek samping dosis parasetamol, yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Sehingga, jika balita sakit, sesendok madu dapat melindungi anak dari risiko berbahaya.

Membantu menyembuhkan luka lebih cepat
Mengoleskan madu ke goresan dan luka anak akan membantumya sembuh lebih cepat. Madu dapat mempercepat proses penyembuhan dan dapat membantu menenangkan kulit yang teriritasi.

Mengatasi batuk
Mama mungkin pernah memberikan anak madu dan lemon atau jeruk nipis ke dalam teh saat anak batuk. Yup, madu bertindak sebagai agen penenang pada tenggorokan anak yang sakit dan teriritasi, serta meredakan batuknya. Sesendok madu juga akan membantu jika anak mengalami kesulitan menelan karena sakit tenggorokan.

3. Bolehkah memberikan balita madu setiap hari?

3. Bolehkah memberikan balita madu setiap hari
Pexels/Yan Krukov

Melihat manfaatnya di atas, Mama mungkin menganggap bahwa madu lebih dari sekadar makanan manis dan lezat yang bisa dicampur dengan berbagai hidangan.

Selain itu, madu juga mengandung protein, vitamin, karbohidrat, enzim dan mineral yang penting untuk anak. Bahkan tak sedikit yang menganjurkan untuk mengonsumsi madu setiap hari.

Tapi, bolehkah seorang anak mengonsumsi madu setiap hari?

Seperti yang telah disebutkan di atas, madu memiliki kandungan gula dan kalori yang tinggi. Walaupun ini mungkin tidak tampak banyak, namun pemberian beberapa sendok madu setiap harinya dapat menyebabkan kalori menumpuk.

Seiring waktu, ini dapat menyebabkan penambahan berat badan atau obesitas, terutama jika tidak dilakukan dengan aktivitas lainnya seperti pola makan sehat dan olahraga. 

Dilansir dari Healthline, madu juga mengandung gula yang tinggi yang dapat dicerna dengan cepat, dan dapat menyebabkan kadar gula darah anak melonjak dan turun. Ini dapat mengakibatkan peningkatan rasa lapar dan potensi kenaikan berat badan jangka panjang.

Terlebih lagi, sebuah studi secara konsisten mengaitkan bahwa asupan gula tambahan yang lebih tinggi, dapat menyebabkan risiko kenaikan berat badan dan obesitas yang lebih tinggi

4. Berapa dosis pemberian madu pada balita yang tepat?

4. Berapa dosis pemberian madu balita tepat
Pixabay/flo222

Madu memang menjadi pemanis alami yang seringkali dipilih sebagai pengganti gula. Namun bukan berarti Mama bisa memberikannya pada si Kecil tanpa batas. Karena seperti yang Mama lihat sebelumnya, ada efek samping yang muncul jika terlalu banyak memberikan madu pada balita.

Lantas, berapa dosis pemberian madu pada balita yang tepat?

Dilansir dari The Washington Post, American Heart Association merekomendasikan agar laki-laki dewasa mengonsumsi tidak lebih dari sembilan sendok teh madu atau sekitar 36 gram per hari. Sedangkan perempuan dewasa dan anak-anak, tidak lebih dari enam sendok teh madu atau 24 gram per harinya.

Namun ingatlah bahwa setiap madu memiliki kandungan nutrisi yang berbeda, sehingga penting bagi Mama untuk memerhatikan kandungan gula atau kalori pada setiap kemasan madu sebelum diberikan pada anak.

5. Kapan usia yang tepat untuk memberikan anak madu?

5. Kapan usia tepat memberikan anak madu
Freepik

Manfaat madu dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang serta kesehatan anak. Tetapi, apakah madu aman untuk anak juga tergantung pada usianya. 

Risiko utama memperkenalkan madu terlalu cepat adalah botulisme, ini terjadi pada bayi baru lahir hingga sebelum usia satu tahun. Dilansir dari Healthline, bayi di bawah usia enam bulan berada pada risiko tertinggi. 

Seorang bayi bisa mendapatkan botulisme ketika mengonsumsi spora Clostridium botulinum yang ditemukan di tanah, madu, dan produk madu. Spora ini berubah menjadi bakteri di usus dan menghasilkan neurotoksin yang berbahaya di dalam tubuh.

Begitu anak sudah berusia di atas dua tahun, ia sudah siap mencerna madu dan sistem imunnya juga lebih baik. Anak juga sudah dapat diberikan madu setiap hari untuk menjaga kesehatan yang lebih baik.

Nah itulah beberapa informasi seputar pemberian madu pada balita. Madu seringkali dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Namun, memberikan anak terlalu banyak madu juga dapat menyebabkan efek buruk karena kandungan gula dan kalorinya yang tinggi.

Sehingga jangan lupa untuk memerhatikan dosis pemberian madu pada anak, agar ia tetap dapat mengonsumsinya dengan aman, serta mendapatkan manfaat pentingnya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.