Tak Mampu Beli Susu, Orangtua Ini Memberikan Kopi pada Sang Anak

Orangtua memberikan anak kopi tubruk dari usia 6 bulan

18 September 2019

Tak Mampu Beli Susu, Orangtua Ini Memberikan Kopi Sang Anak
Freepik

Dari lahir, seorang anak biasanya diberikan asupan susu dari orangtuanya. Diawali dari memberikan susu ASI kepada bayi, karena mengandung banyak nutrisi serta sumber daya tahan tubuh.

Hingga mulai memberikan jenis susu whole milk atau susu utuh yang biasa mulai dikonsumsi oleh anak dari usia 1-2 tahun. Hal ini bertujuan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh anak serta membantu proses tumbuh kembang si Anak.

Namun, kejadian berbeda terjadi pada seorang anak di Polewali Mandar, Sulawesi barat. Seorang anak berusia 14 tahun menjadi perbincangan di media sosial karena diberikan kopi sebagai pengganti asupan susu oleh orangtuanya.

Untuk mengetahui lebih lanjutnya, kali ini Popmama.com telah merangkum kisahnya dibawah ini.

1. Meminum kopi tubruk dari usia 6 bulan sebagai pengganti susu

1. Meminum kopi tubruk dari usia 6 bulan sebagai pengganti susu
Freepik/A3pfamily

Seorang bayi berusia 14 bulan bernama Hadijah Haura asal Desa Tonro Lima, Polewali Mandar, Sulawesi Barat menjadi perbincangan di media sosial karena sudah meminum kopi tubruk sejak usia 6 bulan.

Orangtua Hadijah, Anita mengaku terpaksa memberikan kopi karena tidak punya biaya untuk memberikan susu pada anaknya. Dalam sehari, Hadijah bisa menghabiskan 5 gelas atau setara dengan 1,5 liter kopi tubruk.

Walaupun mengonsumsi kopi sejak usia 6 bulan, pertumbuhan Hadijah tidak berbeda dengan bayi pada umumnya. Bahkan saat memasuki usia 14 bulan, Hadijah sudah bisa berjalan dan aktif bermain bersama teman-temannya.

2. Orangtua mengaku tidak mampu untuk membelikan susu pada anak

2. Orangtua mengaku tidak mampu membelikan susu anak
Freepik/rawpixel-com

Orangtua Hadijah yang bekerja sebagai buruh kupas kopra, mengantongi upah hanya Rp.20.000 per harinya. Terkadang, kedua orangtua Hadijah, Sarifuddin dan Anita bekerja bersama sehingga mengantongi upah maksimal Rp.40.000 yang mereka gunakan untuk menjalani hidupnya sehari-hari.

Namun saat tidak ada pasokan kopra yang masuk, keduanya akan menganggur sambil menunggu bahan baku kembalu datang. Jika sedang beralih ke musim panen, Sarifuddin beralih profesi menjadi buruh angkut padi karena menghasilkan upah yang lebih besar.

Alasan ini yang menjadikan kedua orangtua Hadijah terpaksa memberikan kopi. Karena terbiasa meminum kopi dari usia 6 bulan, Hadijah tidak dapat tidur jika tidak diberikan kopi.

“Ya mau apalagi, pendapatan tidak cukup untuk membeli susu. Terpaksa setiap hari diberikan dot isi kopi. Dia tidak bisa tidur kalau tidak minum kopi, biasanya merengek mint kopi sebelum tidur,” ujar Anita.

Editors' Picks

3. Dinas kesehatan mulai turun tangan serta muncul bantuan biskuit dan susu

3. Dinas kesehatan mulai turun tangan serta muncul bantuan biskuit susu
Freepik

Viralnya kisah Hadijah Haura mengundang simpati masyarakat di Indonesia, hingga banyak yang berdatangan ke rumah Anita dan Sarifuddin untuk memberikan bantuan seperti makanan dan juga biskuit. Hal ini juga yang membuat Dinas Kesehatan Polewali Mandar langsung turun tangan mengurus kesehatan Hadijah.

Andi Suaib Nawawi selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menegaskan bahwa memberikan kopi pada balita bukanlah tindakan yang tepat untuk dilakukan, karena kopi bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan untuk bayi.

Selain itu, ia juga meminta jajarannya untuk menemui bayi tersebut agar segera diberikan bantuan, serta menggalakan sosialisasi bantuan susu bagi orang kurang mampu yang dapat diambil di Puskesmas Pembantu.

“Dua hari ini rumah ramai dikunjungi oleh tamu, ingin melihat kondisi Hadijah, sebagian lainnya menyalurkan bantuan makanan dan susu. Termasuk petugas kesehatan datang bawa susu 3 kardus dan biskuit,” ujar Anita.

4. Hadijah tumbuh dengan gizi pertumbuhan yang normal tanpa gangguan

4. Hadijah tumbuh gizi pertumbuhan normal tanpa gangguan

Mandaria Saleh selaku Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Poliwali Mandar mengatakan hasil pemeriksaan posyandu, menunjukkan grafik kesehatan gizi Hadijah berada di warna hijau yang artinya memiliki pertumbuhan yang normal.

Walaupun tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan, jika dalam jangka panjang masih mengonsumsi kopi bisa berpotensi untuk mengganggu pertumbuhannya. Sehingga, petugas kesehatan menganjurkan untuk mengurangi atau menghentikan kebiasaan minum kopi.

“Kita sudah menghimbau orangtua dan keluarga agar kebiasaan meminum kopi tubruk itu tidak lagi gilakukan. Petugas kesehatan menyalurkan bantuan seperti susu dan biskuit agar Hadijah bisa minum susu dan tumbuh sehat seperti anak seusianya,” ujar Mandaria

Dampak buruk minum kopi seusia Hadijah memang belum bisa terlihat saat ini, namun dalam jangka panjang dapat berdampak buruk.

5. Bahayanya memberikan kopi kepada bayi sejak dini

5. Bahaya memberikan kopi kepada bayi sejak dini
Freepik

Walaupun Hadijah sudah mengonsumsi kopi sejak usianya 6 bulan, namun ada beberapa faktor yang menyebabkan bahayanya memberikan kopi pada anak sejak dini, yaitu:

Menyebabkan anak sulit tidur

Memberikan kafein pada anak dapat menyebabkan anak kesulitan dalam tidur. Anak membutuhkan 10 hingga 11 jam tidur setiap harinya. Kafein dapat menyebabkan tubuh terjaga hingga 8 jam, apalagi jika dikonsumsi mendekati malam yang tentunya dapat menyebabkan sulit tidur bagi anak

Menimbulkan permasalahan perut

Permasalahan perut dapat terjadi karena nafsu makan yang menurun akibat sifat dari zat kafein. Seperti yang kita ketahui anak-anak membutuhkan banyak makanan sehat untuk bertumbuh dan berkembang

Sakit kepala

Jika seorang anak mengonsumsi kafein terlalu sering, dapat menyebabkan sakit kepala ketika tidak mengonsumsinya. Ini bisa menjadi masalah bagi anak-anak yang terlalu sering mengonsumsi kafein.

Masalah konsentrasi

Masalah konsentrasi dapat terjadi ketika seseorang memiliki terlalu sering banyak kafein. Ini juga yang menyebabkan anak bisa menjadi terlalu hiperaktif

Mengganggu penyerapan kalsium pada tulang

Kafein dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tulang. Selama masa kanak-kanak, seorang anak membutuhkan penyerapan kalsium sebanyak mungkin agar tulang tumbuh dan tetap sehat

Kenaikan berat badan atau obesitas

Dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas jika menambah banyak gula atau susu di dalam kopi

Menyebabkan gigi berlubang

Dapat merusak enamel gigi, sehingga menyebabkan gigi berlubang. Anak-anak yang meminum kopi juga memiliki masalah yang lebih sering pada kesehatan mulut.

Dehidrasi berlebih

Kafein menyebabkan tubuh kehilangan air, sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. Terutama jika tidak minum air dalam jumlah yang tepat dalam sehari

Jika Mama ingin memberikan kopi pada anak, umur yang paling cocok untuk memberikan kopi pada anak adalah usia setelah pubertas. Tubuh lebih mampu dalam menangani kafein pada usia dewasa.

Walaupun mengalami lonjakan pertumbuhan, namun memberikan kopi tidak mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangannya. Namun, jika khawatir, akan lebih baik jika Mama memberikan asupan sehat lainnya seperti susu, sayur, serta buah ya Ma!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!