Orangtua sering terjebak dalam ekspektasi bahwa anak harus langsung bisa membereskan mainan begitu diminta. Padahal, merapikan adalah keterampilan yang baru berkembang melalui latihan berulang, bukan sesuatu yang otomatis muncul hanya karena diperintahkan. Anak perlu memahami urutannya, belajar mengelola emosi, dan melihat kegiatan beres-beres sebagai bagian dari rutinitas, bukan hukuman.
Kemampuan membereskan mainan juga berkaitan dengan perkembangan motorik, fokus, regulasi emosi, hingga pemahaman tentang sebab-akibat. Karena itu, wajar jika di usia tertentu anak masih membutuhkan banyak bantuan.
Berikut Popmama.com berikan panduan lengkap kapan sebaiknya anak bisa merapikan mainannya sendiri berdasarkan tahapan usia dan cara efektif menerapkannya di rumah.
