Perjalanan susu si Kecil ternyata dimulai jauh sebelum sampai ke kemasan, Ma. FEIHE AceKid memiliki 15 peternakan mandiri dengan sekitar 150.000 ekor sapi di kawasan Golden Milk Source 47° Lintang Utara. Proses pemerahan dilakukan secara otomatis dan terjadwal.
Setelah diperah, susu segar langsung didinginkan pada suhu 0–4°C dan dikirim ke fasilitas produksi dalam waktu sekitar dua jam. Susu segar yang dihasilkan juga diklaim memiliki jumlah bakteri 20 kali lebih rendah dibandingkan standar Uni Eropa.
Pengalaman melihat langsung proses ini juga dirasakan Denny Sumargo, selaku Brand Ambassador AceKid. Sebelum mengikuti Ace Fresh Journey, ia mengaku belum pernah benar-benar memikirkan sejauh mana sumber susu dan proses produksinya perlu diketahui oleh orangtua. Setelah melihat langsung prosesnya dari peternakan hingga produksi, ia pun mendapatkan perspektif baru.
“Setelah melihat langsung peternakan sampai proses produksinya, saya baru memahami bahwa dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga ternyata sama pentingnya. Keterbukaan seperti ini membuat kita sebagai orangtua bisa memahami produk dengan lebih lengkap dan lebih yakin dalam menentukan pilihan untuk anak,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan Ryana Dea, aktris sekaligus ibu. Sebelumnya, Ryana juga belum pernah melihat secara langsung bagaimana kualitas susu dijaga sejak dari peternakan.
Setelah mengikuti perjalanan tersebut, ia mengetahui bahwa kualitas susu sudah diperhatikan sejak dari lingkungan peternakan, kesehatan sapi, pakan, hingga proses pemerahan.
“Saya jadi semakin paham kenapa mengetahui sumber susu juga penting bagi orangtua. Apalagi setelah rutin memberikan AceKid, dari pengalaman pribadi saya anak terasa lebih nyaman dan tidak lagi sering rewel karena kembung setelah minum susu,” katanya.