5 'Alat Tempur' yang Bisa Dimanfaatkan untuk Mengatasi Anak GTM

Yuk, pancing nafsu makan si Kecil yang sedang GTM dengan cara ini

26 Oktober 2021

5 'Alat Tempur' Bisa Dimanfaatkan Mengatasi Anak GTM
Freepik/Karlyukav

GTM atau gerakan tutup mulut menjadi salah satu permasalahan yang kerap dirasakan sejumlah orangtua. Aksi menolak makan ini biasanya dilakukan anak dan memicu timbulnya stres yang Mama rasakan.

Saat anak mama melakukan aksi GTM, hal ini bisa memengaruhi berat badan anak yang turun dan membuat khawatir nantinya si Kecil kekurangan gizi dan gampang sakit karena kurang makan.

Mama tentu harus memutar otak untuk mencari sejumlah cara agar si Kecil tetap mendapat asupan nutrisi hariannya, barang sedikit pun. Namun dalam kenyatannya, memberi makan anak yang sedang aksi GTM memang tidak mudah ya, Ma.

Nah, untuk memancing nafsu makan si Kecil yang sedang melakukan aksi gerakan tutup mulut, kali ini Popmama.com telah merangkum 5 'alat tempur' yang bisa Mama manfaatkan untuk mengatasi anak GTM.

1. Berikan alat makan yang menarik perhatian anak

1. Berikan alat makan menarik perhatian anak
Shopee.co.id

Saat si Kecil mulai terlihat menolak makanan atau melakukan aksi GTM, cara paling umum dan dirasa ampuh bagi sejumlah orangtua adalah memberikan alat makan yang lucu dan menarik perhatian anak.

Biarkan anak menyantap makanannya sendiri dengan memberikan wadah atau alat makan yang bervariasi warna dan bentuk. Dengan begitu, anak pun akan tertarik untuk menyantap makanan yang Mama sajikan padanya.

Editors' Picks

2. Coba ide makanan yang lebih kreatif

2. Coba ide makanan lebih kreatif
Freepik

Tak sekadar alat makannya saja yang menarik, tetapi makanan yang diberikan pun juga demikian, Ma. Sehingga Mama perlu lebih kreatif saat menyajikan makanan untuk si Kecil.

Misalnya saja dengan membentuk makanan menggunakan karakter kesukaan anak. Hal ini tentu akan membuat perhatian anak semakin teralihkan pada makanan tersebut dan membantu memancing nafsu makannya.

3. Gunakan bahan makanan dengan tinggi kalori

3. Gunakan bahan makanan tinggi kalori
Pexels/Alex Green

Jika si Kecil tidak mau menyantap nasi yang Mama berikan, coba gunakan bahan makanan lain yang tetap tinggi kalori yuk, Ma. Jangan biarkan kegiatan bermain anak setiap hari membuat energinya hilang karena tidak mendapat kalori yang dibutuhkan.

Jadi, cara yang bisa Mama lakukan adalah memberikan makanan dengan bahan-bahan yang tinggi kalori namun bervariasi. Tujuannya agar anak tidak merasa bosan dengan makanan yang itu-itu saja, sekaligus mengenalkan ragam rasa yang ada.

4. Berikan finger food atau snack favorit anak

4. Berikan finger food atau snack favorit anak
Freepik

Usia batita umumnya anak masih begitu senang dengan finger food atau snack yang lebih mudah dan menarik perhatiannya untuk disantap. Meski tidak memberikan nutrisi penuh yang anak butuhkan setiap harinya, namun cara ini bisa jadi pancingan Mama agar si Kecil tidak lagi melakukan GTM.

Cobalah sajikan finger food atau snack kesukaan anak mama, buat ia terpancing dan mau menyantap sedikit makanan agar perutnya tidak benar-benar kosong karena aksi GTM yang sedang ia lakukan. 

5. Kesabaran Mama harus lebih melimpah

5. Kesabaran Mama harus lebih melimpah
Freepik/Pressfoto

Saat anak melakukan aksi menolak makan atau GTM, tentu yang paling dibutuhkan adalah kesabaran Mama yang harus lebih berlimpah. Meski sering memicu stres karena takut si Kecil kehilangan berat badan karena kurang makan, tetapi tetap lakukan cara-cara menarik untuk memancing napsu makannya yuk, Ma.

Selain itu, tetaplah sabar agar tidak memicu terjadinya emosi meledak dan berujung memarahi anak. Perlu Mama ingat kembali bahwa fase seperti ini tidak selamanya kok, Ma. Jadi sabar dan menikmati momen bersama si Kecil menjadi cara terbaik dalam menyikapinya.

Itu dia 'alat temput' yang bisa Mama manfaatkan untuk mengatasi anak yang GTM. Semoga informasi di atas bermanfaat dan bisa diterapkan pada buah hati mama yang sedang melakukan gerakan tutup mulut ya.

Tetap semangat, Mama!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.